“Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama. Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.” (Rm. 12:4-5) Ketika seseorang kehilangan orang terkasih, seperti nenek, orang tua, pasangan, atau bahkan…
Category: Renungan
SRHI 22 SEP 21 – BERDIRI TEGUH DI ATAS KASIH-NYA
“Dalam hal ini kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” (1 Yoh. 4:9-10) Segala sesuatu…
SRHI 21 SEP 21 – KASIHILAH MUSUHMU
“Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuat baiklah kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharap balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah yang Mahatinggi sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.” (Luk. 6: 35) SRHI kemarin Senin 20 September 2021 menyatakan bahwa pembawa damai…
SRHI 20 SEP 21 – PEMBAWA DAMAI
“Berbahagialah orang-orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Mat. 5:9) Kata damai merupakan satu kata yang simple dan sederhana, tetapi merupakan suatu keadaan yang tidak mudah untuk mewujudkannya. Semua orang tidak terkecuali berusaha untuk mewujudkannya dengan berbagai cara dan usaha, tetapi tidak semua dapat menikmati hasilnya. Dalam ayat nats di atas…
SRHI 18 SEP 21 – JANGAN BERDUSTA MELAWAN KEBENARAN
“Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!” (Yakobus 3:14) Banyak faktor yang menyebabkan hubungan seseorang menjadi tidak harmonis bahkan bisa terpecah. Ini bisa terjadi dalamĀ satu kehidupan keluarga jemaat, persekutuan danĀ pelayanan. Salah satu faktor terjadinya adalah iri hati dan lebih…
SRHI 17 SEP 21 – YANG DAPAT MENJADIKAN KITA EGOIS (Yohanes 6: 1- 15)
“Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”” (Yohanes 6:8-9) Kita semua tidak asing akan peristiwa yang ditulis oleh Rasul Yohanes serta Injil Matius, Markus dan Lukas tentang Tuhan Yesus memberi…
SRHI 16 SEP 21 – MEMUJI SESAMA BENTUK KITA MENGASIHINYA
“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Mat. 25:21) Memuji orang adalah sikap bagaimana kita menghargai, mengakui, salam, perhatian, menyetujui, dan mengapresiasi seseorang atas…
SRHI 15 SEP 21 – UNTUK MENYATAKAN KASIH PERLU INTROPEKSI DIRI
“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” (Mat. 7:3) Dunia dan kehidupan manusia seiring berjalannya waktu terlihat begitu rumit. Begitu mudah kita menilai, mengoreksi, dan bahkan mengadili orang lain. Tentu banyak alasan yang membuat kita berlaku seperti itu, namun jika kita renungkan secara mendalam maka itu…
SRHI 14 SEP 21 – MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG PENUH KASIH
“Hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.” (Efs. 5:2) Salah satu referensi yang terpenting yang dapat menolong kita membangun kehidupan dalam kasih yang semakin sempurna adalah teladan Tuhan Yesus Kristus, dan keteladanan dan pengajaran yang disampaikan-Nya…
SRHI 13 SEP 21 – MEMENTINGKAN DIRI SUMBER KEKACAUAN DALAM MASYARAKAT
“Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” (Yak. 3:16) Setiap umat manusia terlahir ke dalam dunia, oleh Sang Pencipta dianugerahi sifat, kepribadian dan karakter masing-masing. Antara umat manusia satu dengan yang lain ada yang sama ada yang berbeda, tetapi tidak ada dua…










