SRHI 17 SEP 21 – YANG DAPAT MENJADIKAN KITA EGOIS (Yohanes 6: 1- 15)

“Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?””

(Yohanes 6:8-9)

 

Kita semua tidak asing akan peristiwa yang ditulis oleh Rasul Yohanes serta Injil Matius, Markus dan Lukas tentang Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang dengan menggunakan lima roti dan dua ekor ikan. Rasul Yohanes menceritakan bahwa :“Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya”.

“Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya”. Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”

Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.”

Peristiwa ini sangat luar biasa. Yohanes menyatakan bahwa ini adalah salah satu tanda bahwa Yesus adalah Anak Allah. Kalau kita renungkan peristiwa ini dan memerhatikan bahwa pelaku yang bertindak dalam mengatasi peristiwa ini adalah seorang anak kecil yang rela memberi lima roti dan dua ikan yang dia miliki kepada Tuhan Yesus sehingga melalui pemberiannya itu Tuhan Yesus bisa memberi makan lima ribu orang lebih.  Kita bisa berpikir tentang beberapa kemungkinan yang dapat terjadi yang bisa membuat anak itu tidak memberikan roti dan ikan itu kepada Tuhan Yesus. Berikut adalah beberapa kemungkinan tersebut:

Anak-anak kadang-kadang mempunyai sifat egois yaitu sifat mementingkan diri sendiri dan sulit untuk membagi apa yang dia punyai. Lima roti dan dua ikan itu adalah makan siang yang diberikan ibunya kepadanya. Pasti makanan itu adalah tanda pemliharaan ibunya yang diberikan dengan rasa kasih. Bisa saja hal itu membuat anak ini tidak mau memberikannya kepada orang lain. Si anak sendiri memerlukan makanan tersebut.

Hal kedua yang bisa membuat anak itu tidak mau memberikan roti dan ikan miliknya kepada Tuhan Yesus, sebab yang dia miliki hanyalah 5 roti dan 2 ikan. Yang hadir pada saat itu kira-kira lima ribu orang. Tidak mungkin cukup untuk orang sebanyak itu.  Andreas sendiri berkata kepada Tuhan Yesus “Apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?

Kemungkinan lain ialah bahwa anak ini hanya mempunyai roti jelai, yaitu roti yang dibuat dari tepung jelai yaitu sejenis padi-padian yang lebih murah dari gandum dan biasanya dikonsumsi oleh orang miskin. Jadi bisa saja anak itu tidak mau memberikan roti dan ikan itu karena malu, makanannya tidak memadai.

Tetapi puji Tuhan, dengan segala senang hati anak kecil tersebut memberikannya kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memberkati makanan itu sehingga menjadi berlimpah dan dapat memberi makanan kepada lima ribu orang [laki-laki saja, tidak termasuk perempuan dan anak-anak (Matius 14:21)] sampai kenyang dan masih sisa duabelas bakul.

Anak kecil itu memberi dengan rela, tetapi orang lain, baik anak-anak maupun kita (orang dewasa) dapat juga digodai untuk menjadi seorang yang egois, merasa sayang (tidak rela/tidak mau) membagi apa yang kita punyai. Ada banyak alasannya: (1) karena yang kita punyai merupakan pemberian dari seorang yang sangat kita hormati. (2)Kita juga tidak mau berbagi sebab yang kita miliki terlalu sedikit untuk dibagikan kepada orang lain. (3)Kita tidak mau berbagi karena kita merasa yang kita miliki tidak sebagus milik orang lain.

Dari peristiwa lima roti dan dua ikan yang diberi oleh seorang anak kepada Tuhan Yesus, kemudian Yesus memberkatinya sehingga berlimpah dan dapat mengenyangkan lima ribu orang dan bahkan masih bersisa, kita dapat belajar dan meneladani menyerahkan kepada Tuhan Yesus apapun yang ada pada kita. Dan Dia akan menggunakannya untuk menolong orang lain.
(JET17092021)

Pokok Doa:

  1. Doakan proses pencegahan dan penanganan berbagai kasus kekerasan seksual dan KDRT yang marak terjadi selama masa pandemi. Kiranya para korban memperoleh bantuan fisik maupun psikis;
  2. Doakan pelayanan Lembaga Literatur Baptis agar senantiasa menghasilkan sumber bacaan, bahan pelajaran dan karya-karya yang memberkati banyak orang;
  3. Doakan rangkaian acara Pernikahan Sdr. Theo dan Sdri. Danti tanggal 18 Sept 21 berjalan dengan baik. Kiranya Allah memberkati rumah tangga yang dibangun.