SRHI 16 SEP 21 – MEMUJI SESAMA BENTUK KITA MENGASIHINYA

“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu”

(Mat. 25:21)

 

Memuji orang adalah sikap bagaimana kita menghargai, mengakui, salam, perhatian, menyetujui, dan mengapresiasi seseorang atas sesuatu hal dari orang lain itu, misalnya karena prestasi yang diperolehnya, karena pelayanan yang dilakukannya, dan oleh karena banyak hal lainnya. Dan tentunya dalam memuji orang lain diperlukan ketulusan hati dan apa adanya (bukan pamrih). Kita pastinya juga bahagia jika kita dapat menyenangkan orang lain. Pujian dapat meningkatkan semangat, membuat kita dapat melakukan sesuatu hal yang lebih baik lagi, semangat, lebih efisien dan antusiasme yang tinggi. Pujian ini dapat dilakukan mulai kepada pasangan kita, anak-anak kita, keluarga kita, sahabat kita, dan kepada siapa saja.

Mengapa pujian itu begitu penting dan apa keuntungannya? Perhatikan beberapa hal berikut ini untuk menjawab pertanyaan di atas!

  1. Pujian adalah bentuk kasih kita kepada seseorang. Orang yang memuji orang lain sesungguhnya ia adalah orang yang mengasihi orang lain. Orang yang memiliki sifat iri hati sudah dipastikan tidak akan mau memuji orang lain atas keberhasilannya. Yang ada adalah berusaha membuka aib dan mencari relasi untuk supaya orang yang berhasil itu tidak diakui prestasinya. Jadi bersyukur dan berbahagialah jika mulut dan hati kita memberi pujian kepada orang lain yang layak menerima pujian karena itu membuktikan kita mengasihinya.
  2. Pujian itu menyemangati seseorang dalam meningkatkan mutu. Masih hangat dalam ingatan kita berkaitan dengan olimpiade 2020 di Jepang. Pemerintah Indonesia memuji para atlit yang berhasil membawa medali dengan memberi apresiasi, penghargaan, dan bonus yang luar biasa kepada mereka dengan tujuan supaya kinerja mereka semakin meningkat dan berkualitas. Hendaknya pujian yang kita berikan kepada orang lain bukan hanya pada hal-hal yang besar, melainkan juga pada hal-hal kecil yang kita temukan.
  3. Pujian sebagai alat untuk mengoreksi kesalahan seseorang. Pujian dapat dipakai untuk mengoreksi kesalahan seseorang tanpa melukai hati. Caranya adalah memuji seseorang dan pada saat yang sama menyatakan kesalahannya. Misalnya kepada anak-anak kita yang belajar daring, “Elang, tulisanmu ini sungguh luar biasa, bersih, dan rapi. Hanya papa temui kesalahan kecil dalam tulisanmu ini. Bukan kesalahan fatal, hanya kesalahan itu mengurangi tujuan dan maksud dari isi tulisan ini”. Metode ini rupanya juga dilakukan Tuhan Yesus dalam mengoreksi kesalahan setiap jemaat dari tujuh jemaat-Nya yang ada di Asia Kecil, salah satunya adalah jemaat di Efesus (Why. 2:2-5).

Sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita saling memuji dan mengasihi supaya kasih yang Tuhan berikan kepada kita tetap terjaga. Namun, jika kasih kita itu mulai tipis, rajutlah kembali! Tuhan memberkati kita.
(AP15092021)

Pokok Doa:

  1. Mengucapsyukur untuk keberhasilan pemerintah membangun bendungan di beberapa wilayah NKRI. Kiranya hal ini mendorong peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat;
  2. Doakan kesiapan Pemerintah, tenaga kesehatan dan peneliti mengatasi varian covid yang baru. Kiranya masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan;
  3. Doakan pelayanan GBIK melalui youtube dan media sosial dapat menjadi berkat, menjangkau banyak simpatisan dan menyatakan kasih Allah bagi orang yang menyaksikan.