“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuatlah demikian juga.” (Kol. 3: 13) Sabar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tenang, tidak tergesa-gesa/tidak terburu-buru, atau tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putu asa,…
Category: SRHI (Santapan Rohani Hari Ini)
SRHI 13 FEB 21 – DOA YANG DIKABULKAN TUHAN
“Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yak. 4: 3) Dua orang sahabat karib sedang bersaksi bagaimana Tuhan mengabulkan/tidak mengabulkan doa mereka. Pak Filemon mengucap syukur karena pokok doanya yang selama ini didoakan telah dikabulkan Tuhan, sementara…
SRHI 12 FEB 21 – BERTEKUN DALAM DOA DAN BERJAGA-JAGA
“Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.” (Kolose 4:2) Bertekun adalah dengan berkeras hati dan sungguh-sungguh memohon, berusaha untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya. Seperti seseorang murid teladan, dia pasti mempertahankan prestasinya dalam pelajaran, maka dia akan bertekun dalam belajar dan berjaga-jaga agar prestasinya tidak menurun dan jangan sampai gagal, disamping…
SRHI 11 FEB 21 – BERDOALAH DENGAN PENUH IMAN
“Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.” (Yak. 1:6-7) Di sebuah desa, ada seorang bapak yang rajin berdoa oleh karena ia mendengar khotbah pendetanya tentang seseorang…
SRHI 10 FEB 21 – BERTEKUN DALAM DOA, PENGAJARAN DAN PERSEKUTUAN
“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” (Kis. 2: 42) Bersyukurlah saudara-saudara yang telah menjalani ketekunannya dalam berdoa. Dengan ketekunan tersebut, pasti telah mendapat pengalaman pribadi yang tak terlupakan dengan Tuhan. Pengalaman-pengalaman tersebut akan memroses yang bersangkutan menjadi lebih dewasa secara rohani. Puji Tuhan kalau…
SRHI 9 FEB 21 – YAKINLAH BAHWA DOAMU DIKABULKAN DAN SESUAI KEHENDAK-NYA
“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia akan mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.” (1 Yoh. 5:14-15) Sebagai orang Kristen seharusnya tahu…
SRHI 8 FEB 21 – TEKUN BERDOA DI WAKTU PAGI
“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Mrk. 1: 35) Setelah mengikuti ibadah minggu pagi kemarin di mana tema khotbahnya adalah “Tekun Di Dalam Doa”, seorang pemuda setia bertanya, “Pendeta, berikan pedoman sederhana supaya saya dapat menjadi murid yang tekun…
SRHI 6 FEB 21 – MULIAKANLAH ALLAH DIA YANG MELUPUTKAN
“Berseruhlah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau dan engkau akan memuliakan Aku.” (Mzm 50:15) Kita sadar bahwa Yesus adalah Tuhan Allah yang menciptakan kita dan kita adalah milikNya. Yesus adalah gembala yang baik dan kita adalah domba-dombanya. Kita harusnya tidak perlu takut menghadapi apapun hidup di dunia ini. Seperti yang kita hadapi sekarang…
SRHI 5 FEB 21 – MENGAPA KITA MEMUJI TUHAN ? (Wahyu 4:1-11)
“Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.” (Wahyu 4:11) Salah satu bagian yang sangat penting, yang terpaksa dikurangi dalam ibadah kita pada masa pandemi Covid-19 ini, adalah saat nenyanyi memuji Tuhan. Sebelum ada pandemi,…
SRHI 4 FEB 21 – BERSAKSI ADALAH BENTUK KITA MENGINGAT DAN MEMASYHURKAN ALLAH
“Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: “Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?” Ada yang berkata benar, dialah ini.” Orang itu sendiri berkata: Benar, akulah itu.” Kata mereka kepadanya: “Bagaimana matamu menjadi melek?” Jawabnya: “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah…










