“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuatlah demikian juga.”
(Kol. 3: 13)
Sabar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tenang, tidak tergesa-gesa/tidak terburu-buru, atau tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putu asa, tidak lekas patah hati). Dengan demikian orang yang sabar itu tetap tenang dan dalam menghadapi masalah dan tidak terburu-buru dalam menentukan pilihan, segala sesuatu dipikirkan matang-matang sebelum keputusan diambil.
Dalam bermasyarakat, kita selalu berhubungan dengan orang lain yang ada di sekitar kita, baik lingkungan rumah tangga, lingkungan pekerjaan maupun lingkungan masyarakat. Dalam bersosialisasi kita berhubungan dengan orang banyak. Di antara mereka ada yang mengerti tentang bersikap sopan, teratur, dan menghargai orang lain. Tetapi tidak sedikit orang di sekitar kita yang sikapnya menjengkelkan dari waktu ke waktu. Terhadap orang dengan etika terakhir ini, terkadang kita terpancing emosi karena apa yang dilakukannya. Jika sudah demikian, dapat menimbulkan rasa marah dan dendam yang sulit terlupakan. Dalam hal inilah diperlukan kesabaran kita secara mutlak, dan kerelaan untuk mengampuni sekalipun besar kelakuan yang menjengkelkan itu.
Berbicara tentang kesabaran dan mengampuni orang, Tuhan Yesus adalah teladan istimewa. Betapa sabarnya Dia ketika banyak orang mengolok-olok diri-Nya di saat digelandang menuju penghakiman, dicemooh dengan kasar, disiksa dengan cambuk dan pemukul yang tajam, dipaksa untuk memanggul salib dan akhirnya disalibkan dalam kondisi yang merana. Dengan sabar Dia menjalani semuanya itu, sebab Ia menyadari untuk itulah Ia turun ke dunia. Kalimatnya yang terkenal yang keluar dari mulut-Nya saat di kayu salib, “Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”” (Luk. 23: 34).
Kesabaran juga berhubungan dengan mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain. Hal ini kalau terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan lepas kendali umat manusia. Di sinilah perlunya menerapkan buah roh yang tercatat dalam Galatia 5: 5 yakni “Tetapi buah roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan.” Selamat menjadi orang yang sabar terhadap sikat orang lain maupun sabar terhadap peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI15022021)
Pokok Doa:
- Mari kita doakan Gereja kita agar tetap melaksanakan kebaktian offline dan tetap menjalankan PROKES. Tetap mengadakan kebaktian yang dapat dinikmati melalui streaming. Dapat dijangkau oleh jemaat terutama para lansia;
- Tetap berdoa bagi jemaat yang terus mencari pekerjaan dimasa pandemik. Pemuda kita yang baru lulus universitas agar bisa mencari pekerjaan;
- Tetap kita dukung Pemerintah kita dalam menekan pertumbuhan atau penyebaran Covid19, dengan tetap menghimbau masyarakat sadar kesehatan.

Amin