“Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”
(Wahyu 4:11)
Salah satu bagian yang sangat penting, yang terpaksa dikurangi dalam ibadah kita pada masa pandemi Covid-19 ini, adalah saat nenyanyi memuji Tuhan. Sebelum ada pandemi, kita biasanya menyanyi lima sampai enam lagu dalam satu ibadah dan kita menyanyikannya 3 sampai 4 bait pada setiap lagu. Itu sebelum ada Pandemi dan kita beribadah di gedung gereja. Tetapi sekarang hanya menyanyi 3 lagu itupun hanya dua bait saja. Sayang sekali, karena saat untuk memuji Tuhan adalah bagian yang sangat penting dan Alkitabiah dalam ibadah. Marilah kita merenungkan mengapa saat menyanyi memuji Tuhan itu sangat penting
Dalam Wahyu 4:11 disebutkan bahwa Allah layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa, sebab Allah telah menciptakan segala sesuatu (termasuk kita), dan karena kehendak-Nya semuanya itu (termasuk kita) ada dan diciptakan. Keberadaan kita yang sangat unik ini merupakan karya Allah. Karena itu Allah patut menerima puji-pujian dari kita, ciptaan-Nya.
Pasal terakhir dari Kitab Mazmur berisikan ajakan untuk memuji Tuhan. Memuji Tuhan di segala tempat. Memuji Tuhan dengan segala cara. Memuji Tuhan dengan memakai segala alat musik. Mazmur itu diakhiri dengan satu perintah: “Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!” (Mazmur 15:6). Jadi mari menyanyi memuji Tuhan selagi kita masih diberi nafas, karena akan datang waktunya dimana kita tidak lagi bisa menyanyi dan orang lain yang menyanyi bagi kita, tetapi kita sudah tidak bisa lagi mendengarnya.
Dalam 1 Petrus 2:9 tertulis: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”. Firman Tuhan ini menyatakan siapa kita sesunguhnya. Di dalam Kristus Yesus kita telah menjadi umat pilihan-Nya. Kita akan memerintah bersama-sama dengan Dia. Kita menjadi satu bangsa yang kudus kepunyaan Allah. Untuk itu kita diminta untuk memberitakan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar. Salah satu cara untuk memberitakan segala perbuatan Allah adalah melalui nyanyian dan lagu rohani yang kita nyanyikan.
Ada satu alasan lagi mengapa kita menyanyi memuji Tuhan. Dalam puji-pujian ada kuasa yang luar biasa. Mari perhatikan dua peristiwa dalam Alkitab yang menyatakan bahwa dalam nyanyian ada kuasa Allah yang luar biasa. Yang pertama ialah ketika bangsa Israel menghadapi benteng Yeriko. Benteng ini berupa tembok yang mengelilingi kota Yeriko dan tembok tebal itu terdiri dari dua lapis tembok yang berjarak sekitar 4 meter. Tebal tembok luar hanpir 2 meter dan tebal tembok dalam sekitar 4 meter. Jadi jika dijumlahkan seluruhnya maka tebal tembok itu sekitar 10 meter dan tingginya adalah 9 meter. Namun ketika bangsa Israel mengelilingi tembok itu 7 hari dan pada hari yang ketujuh mereka menyanyi dan meniup sangkakala, maka tembok yang tebal dan kokoh itu runtuh. Ada kuasa Tuhan dalam Nyanyian.
Satu contoh lagi dalam Perjanjian Baru. Ini terjadi di penjara kota Filipi. Dalam Kisah Para Rasul 16: 24-30 kita membaca bahwa Paulus dan Silas dipenjarakan karena menyembuhkan seorang wanita yang punya kuasa bertenung. “Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua” (25-26). Puji Tuhan ada kuasa dalam doa dan puji-pujian yang diserukan kepada Tuhan,
Tidak menjadi soal berapa tebalnya masalah yang Anda sedang hadapi. Tidak menjadi soal betapa dalamnya kesulitan yang ada di depan Anda. Tidak menjadi soal berapa beratnya beban yang Anda sedang pikul. Mari membuka mulut, keluarkan suara Anda dan senandungkan, lantunkan, nyanyikan puji-pujian kepada Tuhan, masyurkanlah nama-Nya.
(JET05022021)
Pokok Doa:
- Doakan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam hal pelayanan , pelindung, dan penegakan hukum kepada masyarakat dapat berjalan dg baik tidak ada ganguan dengan adanya pergantian Kapolri yang baru dapat memimpin anggotanya dengan segala perubahan dan kebijaksanaan dan berdampak baik kepada masyarakat Indonesia;
- Doakan GBIK tetap dalam perlindungan Tuhan , dalam menjalankan program organisasi yang ada , kepanitiaan yang ada ,serta Naomi dan Harmoni tetap semangat di beri hikmat kebijaksanaan kepandaian dan ini siatif dalam menyikapi masa pandemi Covid 19 saat ini;
- Doakan Jemaat GBIK yang kehilangan sanak saudara yang meninggal karena tertular virus Corona dan yang saat ini sedang di rawat di rumah sakit atau isolasi mandiri terus mendapat pertolongan kekuatan jamahan Tuhan.
