Bacaan 25 Mei 2026
Ayub 22-24
“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.”
Ayub 23:10
Ayub 23:10 merupakan puncak iman Ayub dimana sebelumnya ia berusaha mencari Allah tetapi tidak mendapatkannya (ayat 8-9). Bahkan ketika Ayub jujur akan dirinya dan kelemahannya, ia malah tidak menemukan Allah; ia seakan ditinggalkan dan dibiarkan sendiri mengalami penderitaan.
Bukankah apa yang dialami Ayub merupakan gambaran kehidupan kita? Bukankah terkadang kita merasa bahwa Allah tidak beserta dan meninggalkan kita? Ya, rasa-rasa itu merupakan rasa yang setidaknya pernah kita rasakan sebagai pribadi yang ‘sangat membutuhkan’ bantuan Sang Pencipta ditengah perasaan dan luka hati atas penderitaan yang kita alami.
Namun kita tidak boleh terjebak pada ayat 8-9, melainkan harus melihat ayat 10 sebagai sebuah pengertian bahwa “ujian kehidupan yang terjadi merupakan proses yang baik untuk membentuk dan memurnikan kualitas kerohanian kita.” Pada ayat 8-9 Ayub tidak sedang berpura-pura kuat, ia mengaku bahwa dia kehilangan arah karena ia tidak bisa melihat Allah. Namun, di ayat 10, imannya melakukan sebuah tindakan nekat yaitu “ketika matanya tidak lagi bisa melihat Allah, ia bersandar pada fakta bahwa mata Allah tidak pernah lepas darinya.” Ayub memiliki iman yang sejati yang tidak bergantung pada perasaannya tentang kehadiran Allah, melainkan pada karakter Allah yang tidak pernah berubah. Hal tersebut memberikan kita sebuah pesan yaitu saat kita merasa Allah itu jauh, itu bukan berarti Ia pergi dan meninggalkan kita sendiri; namun Ia sedang berdiri di dalam kegelapan bersama kita, mengamati kita dalam keheningan yang penuh kasih untuk melihat sejauh mana kita setia dan menaruh harap kepada-Nya.
Ayub mengajarkan kita untuk mengubah paradigma iman dari “aku tidak melihat Allah – ayat 8-9” menjadi “Ia tahu jalan hidupku – ayat 10” agar kita tidak terjebak dalam iman yang salah yang mudah kalah dan menyerah. Namun biarlah kita memiliki iman yang benar yang dapat melihat Allah dari sudut pandang Pribadi-Nya yang tidak pernah berubah.
Jika saat ini kita sedang berada dalam kegelapan total di mana masa depan tampak suram, tidak ada jalan keluar atas semua permasalahan dan seakan Allah terasa jauh dan tidak tersentuh. Mari kita renungkan kalimat ini dengan sungguh-sungguh
“ketidakmampuan kita untuk melihat Allah tidak membatalkan kemampuan Allah untuk melihat kita.” Jika saat ini kita merasa bahwa kita tidak melihat pertolongan Allah atas semua masalah; percayalah bahwa Allah sedang merancangkan pertolongan yang sempurna yang pada nantinya akan Ia berikan saat kita siap menerimanya (Ayub 42).
Tuhan Yesus memberkati
YG250526
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 25 Mei 2026
1. Mengucap syukur atas terlaksananya Ibadah Minggu Pagi 1, 2 dan Sore, Kegiatan Donor Darah dan Persekutuan Harmony, kiranya dapat terus memberkati jemaat.
2. Mengucap syukur atas hujan yang Tuhan Yesus berikan untuk daerah Jakarta dan sekitarnya, serta berdoa agar daerah yang rawan banjir tidak berdampak atas curah hujan yang tinggi pada saat ini.
3. Berdoa untuk negara-negara yang sedang berkonflik, kiranya Tuhan berkenan untuk menghentikan segala bentuk konflik, perang, dan kekerasan di seluruh dunia, memberikan rasa damai bagi seluruh umat manusia.
Pokok Doa untuk Saudara Angkat GBI Sion Jember
1. Berdoa untuk setiap pergumulan Jemaat, baik permasalahan maupun kerinduan Jemaat kiranya Tuhan memberikan jalan keluar dan jawaban tepat pada waktunya sesuai kehendak Tuhan.
2. Berdoa supaya Tuhan tambahkan jiwa-jiwa yang baru sehingga GBI Sion Jember dapat semakin berkembang.
3. Doakan pelayanan Bpk. Kharis Setiawan supaya diberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan jemaat GBI Sion Jember.
