“Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”
(Yak. 4: 3)
Dua orang sahabat karib sedang bersaksi bagaimana Tuhan mengabulkan/tidak mengabulkan doa mereka. Pak Filemon mengucap syukur karena pokok doanya yang selama ini didoakan telah dikabulkan Tuhan, sementara sahabatnya Pak Nikodemus dengan sedih bercerita kerinduannya sudah sekian lama didoakan tapi belum dikabulkan Tuhan. Karena itu Pak Nikodemus meminta Pak Filemon untuk mendoakannya, karena pikirnya doa sahabatnya itu lebih didengar Tuhan. Benarkan demikian?
Kita sadari bersama, bahwa tidak semua doa-doa yang kita panjatkan ke hadirat Tuhan, akan dijawab Tuhan secara langsung, karena jawaban Tuhan terhadap doa kita adalah “ya, tunggu atau tidak”. Hal-hal yang mempengaruhi jawaban Tuhan atas doa kita adalah :
- 1. Kita salah meminta. Tuhan adalah Allah yang Mahatahu, tahu apa yang menjadi kebutuhan umat-Nya. Karena itu Dia akan memberi sesuai dengan kebutuhan kita. Itulah sebabnya kalau kita meminta yang bukan atau belum menjadi kebutuhan kita menurut ukuran dan waktunya Tuhan, Ia tidak/belum mengabulkan. Atau kita menginginkan sesuatu hanya untuk kesenangan hawa nafsu kita, pasti Tuhan tidak mengabulkan. (Yak. 4: 3).
-
2. Kita meragukan firman-Nya. Orang yang bertindak ragu-ragu menunjukkan tidak percaya diri. Meragukan firman-Nya berarti tidak sepenuhnya percaya akan kuasa Tuhan. Hal ini akan sangat berpenguh terhadap karya kuasa Tuhan. “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.” (Yak. 1: 6-7)
-
3. Ada niat jahat dalam hati kita. Sampai kapanpun juga Tuhan tidak berkenan akan tindak kejahatan, sekalipun itu hanya dalam hati, karena dari dalam hati, kehendak akan muncul dalam tindakan. Tuhan tidak mau mendengar jika ada niat jahat dalam hati kita. “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.”(Mzm. 66:18).
Jika kita mau doa yang kita panjatkan dikabulkan Tuhan, kuncinya adalah apakah kita sudah benar meminta sesuatu untuk kemuliaan Tuhan atau hanya untuk menyenangkan hawa nafsu kita, apakah kita yakin sepenuhnya akan kuasa Tuhan mampu mengabulkan doa-doa kita, dan apakah ada dosa dalam diri kita baik dalam hati apalagi sudah dalam bentuk perbuatan. Selamat menikmati terkabulnya doa doa kita oleh Sang Kristus Allah yang Mahakuasa itu. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI13022021)
Pokok Doa:
- Doakan Indonesia menghadapi perubahan Digital yang sedang berkembang dan menentukan dapat menguatkan kualitas kehidupan dapat berguna membangun peradaban Bangsa Indonesia;
- Doakan GBIK dalam hal Ini Panitia PI di masa pandemi ini terus berinovasi mencari cara baru untuk tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab melopori memberitakan Injil ,memenangkan jiwa baru ,membuka pos PI yang baru agar Injil Kristus membumi di Indonesia;
- Doakan Jemaat GBIK juga bergiat dalam ber PI menjadi terang dan garam di tengah tengah masyarakat Indonesia sehingga menjadi berkat dan nama Tuhan Yesus dipermuliakan.
