“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”
(Mrk. 1: 35)
Setelah mengikuti ibadah minggu pagi kemarin di mana tema khotbahnya adalah “Tekun Di Dalam Doa”, seorang pemuda setia bertanya, “Pendeta, berikan pedoman sederhana supaya saya dapat menjadi murid yang tekun berdoa.” Memang untuk menjadi anak Tuhan yang tekun berdoa, bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan tuntunan/pedoman yang konkrit untuk melaksanakannya.
Marilah kita belajar dari Tuhan Yesus sendiri dalam ketekunan berdoa ini. Bacalah beberapa kali Markus 1: 35 tersebut di atas, setelah itu jawab beberapa pertanyaan ini: 1). Dalam ayat tersebut kapan Tuhan Yesus berdoa? Jawabannya adalah di waktu pagi ketika hari masih gelap. 2). Di mana Ia berdoa? Tuhan Yesus berdoa di luar rumah tempat menginap. 3). Bagaimana suasana tempat Ia berdoa itu? Tempat Ia berdoa suasananya sunyi karena memang hari masih gelap, matahari belum menampakkan diri.
Tuhan Yesus mengambil waktu pagi-pagi sebelum matahari terbit untuk berdoa. Ini adalah satu hal yang baik yang dapat kita jadikan pedoman ketekunan berdoa. Tidak disebutkan dalam Alkitab berapa lama pagi itu Tuhan Yesus berdoa, namun kita bisa bertekun dalam doa setiap pagi secara rutin 10 -15 menit sesaat setelah bangun tidur. Membiasakan diri berdoa tiap pagi sangat berguna untuk setiap anak Tuhan, karena kita membiasakan diri untuk bersekutu dengan Tuhan terlebih dahulu sebelum melaksanakan aktivitas yang lainnya.
Hal apa yang dapat kita doakan di waktu pagi itu? Segala hal dapat kita doakan, paling tidak kita bersyukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya selama tidur semalaman, kita juga bisa menyerahkan aktivitas sepanjang hari yang akan segera dijalani, supaya Tuhan sendiri yang menyertai dan memberi sukacita, penuh semangat dan keberhasilan demi keberhasilan dalam pekerjaan dan pelayanan. Setelah itu kita akan merasa lega dan penuh sukacita melewati hari yang kita jalani.
Memang ada anak Tuhan yang tekun berdoa pagi hari, tetapi ada juga yang tekun berdoa siang atau malam hari. Tentang kapan berdoa dan berapa lama berdoa, ini tidak menjadi persoalan yang krusial, yang penting ada waktu untuk tekun berdoa. Biarlah SRHI 8 Februari ini mendorong kita tekun dalam berdoa. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI08022021)
Pokok Doa:
- Doakan Indonesia menghadapi Cuaca Ekstrem yg melanda di negeri kita agar aparat Pemerintah tanggap mengantispasi dan tidak menimbulkan korban jiwa dan fasilitas lainnya;
- Doakan GBIK dalam program pemeliharaan Iman Jemaat biar setiap acara yg di adakan oleh organisasi dan kepanitiaan dapat menumbuhkan , mendewasakan, dan dapat berbuah untuk kemuliaan Tuhan didam gerejaNya;
- Doakan Jemaat GBIK yang saat ini mengalami persoalan hidup yg menindih berat dalam rumah tangga tentang ekonomi untuk bertahan hidup keseharianya agar Tuhan memberi pertolongan dan mencukupkan.
