“Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Yohanes.”
(1:38)
Siapa yang kita cari merupakan pertanyaan yang penting untuk kita tanyakan pada diri kita saat ini sebagai orang percaya. apa yang dicari dalam kehidupan kita? Bukan hanya berkaitan dengan apa saja yang kita lakukan, akan tetapi apa yang ada dalam hati kita. Menjadi contoh bagi kita orang percaya, orang-orang farisi dan ahli taurat adalah orang yang selalu belajar kitab suci dan memagang erat hukum taurat dan tradisi nenek moyang. Akan tetapi sesungguhnya yang dicari bukanlah untuk mengenal Tuhan dan mengetahui siapa itu Tuhan, yang mereka cari adalah harga diri, dihormati banyak orang.
Pada nast yang kita baca saat ini merupakan murid-murid Tuhan Yesus yang pertama. Jika di lihat dari ayat 35-51. Yohanes berkata bahwa ia melihat Yesus dan berkata lihatlah anak domba Allah, kemudian murid-murid Yohanes mengikut Tuhan Yesus. Yesus memberikan satu pertanyaan kepada mereka ketika kedua murid Yohanes mengikuti Yesus ayat 38 “apakah yang kamu cari” sebuah pertanyaan yang menolong kedua murid Yohanes memahami apa yang mendorong mereka untuk mengikuti Yesus. Apakah murid-murid Yohanes mengikut Yesus karna mereka mengenal Yesus atau karena mereka telah mendengar kesaksian Yohanes, jika kita liat ayat 27-34 Yohanes memberikan kesaksian betapa besarnya Yesus dan Ia adalah anak Allah. Apakah karena hal itu mereka mengikut Yesus atau apa yang sebenarnya mereka cari dari Yesus?
Namun ternyata hingga mendekati Tuhan Yesus menyelesaikan tugas-Nya, mati dikayu salib untuk menebus manusia dari belenggu dosa para murid masih mencari hal-hal duniawi yang bersifat sementara. Munculnya perdebatan diantara murid-murid Tuhan Yesus tentang siapa yang terbesar (Matius 18:1-5). Ternyata dalam mengikut Yesus ada tujuan mereka untuk mencari kemuliaan sendiri.
Saat ini bagaimana dengan kita, mungkin kita sudah lama menjadi orang Kristen. Akan tetapi selama menjadi orang Kristen apa yang kita cari?. Marilah kita tanyakan pada diri kita sendiri dan renungkan secara mendalam. Apabila kita kecewa dan marah kepada Tuhan oleh karna segala pengorbanan dan usaha yang menurut kita baik, tidak ada hasilnya, ataupun hal-hal buruk menimpa kita. Berarti kita masih mencari hal-hal yang bersifat sementara. Sebagai orang Kristen seharunya yang kita cari adalah kemuliaan Tuhan, biarlah Tuhan yang menuntun hidup kita. Jangan biarkan hal duniawi membuat kita melupakan apa yang seharunya kita cari ketika percaya pada Tuhan Yesus. Silahkan buka dan baca secara pribadi dalam Filipi 3:7-9.
(KS17112022)
Pokok Doa:
- Indonesia menjaga toleransi umat beragama, dapat hidup berdampingan, saling menghormati, rukun dan tidak mudah terprovokasi;
- Persiapan rangkaian Perayaan Natal GBIK dapat membawa suasana bermakna, penuh sukacita untuk menguatkan Iman Jemaat;
- Jemaat GBIK menikmati dan mensyukuri apa yang Tuhan berikan dalam kehidupannya, tetap setia bergantung pada Tuhan sebagai sumber kehidupan
Pokok Doa Cabang PINTU GERBANG SURGA, Suku Anak Dalam, Bengkulu

- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Fredy Sipayung serta keluarga;
- Mengucap syukur atas: renovasi atap & plafon gereja, terbentuk panitia natal dan dana natal yang sudah terkumpul sebanyak Rp. 9.000.000.-;
- Rencana gereja untuk kegiatan gotong royong mengecat gereja dan perayaan Natal pada tanggal 2 Desember;
- Usaha dan pekerjaan jemaat supaya lebih maju. ekonominya semakin membaik dan seluruh jemaat yang berjuang menanam sawit berhasil;
- Perawatan kebun gereja dan rencana menambah kebun gereja.
