Pembacaan Alkitab Hari Ini, Jumat 22 Mei 2026
Ayub 16 – 19
TUHAN YESUS KAWAN YANG SEJATI
“Hai bumi, janganlah menutupi darahku, dan janganlah kiranya teriakku mendapat tempat perhentian! Ketahuilah, sekarangpun juga, Saksiku ada di sorga, Yang menjamin bagiku ada di tempat tinggi. Sekalipun sahabat-sahabatku mengolok-olok aku, mataku menengadah kepada Allah sambil mencucurkan air mata, supaya Ia memutuskan perkara manusia dengan Allah, dan anak manusia dengan sesamanya. Karena tahun-tahun yang sedikit saja lagi akan datang dan aku menempuh jalan yang tak kembali.” (Ayub 16:18-22)
Judul renungan SRHI hari ini “Tuhan Yesus Kawan Yang Sejati”. Judul ini adalah judul nyanyian umat Baptis di buku Nyanyian Pujian No. 287. Judul nyanyian ini dalam bahasa Inggris adalah “What a Friend We Have in Jesus”, diciptakan pada tahun 1855 oleh Joseph M. Scriven, seorang pria yang mengalami banyak penderitaan. Ia menciptakannya sebagai puisi untuk menghibur ibunya yang sedang sakit, dengan pesan utama bahwa kita harus selalu membawa segala masalah dan beban kita kepada Tuhan dalam doa.
Dalam kitab Ayub pasal 16 yang kita baca hari ini, itu merupakan jawaban terhadap Elifas. Ayub memulai dengan mengungkapkan kekecewaannya terhadap teman-temannya yang mengkritik Ayub, dan pada dasarnya mereka semua mengatakan hal yang sama, “Ayub engkau pantas mendapatkan semua ini, yang membuat engkau sengsara”. Para penghibur ini semuanya berpidato panjang lebar. Anehnya tidak seorangpun sahabat-sahabat Ayub ini menawarkan simpati murni; mereka mencurahkan seluruh upaya mereka untuk menjelaskan situasi yang dihadapi Ayub. Ayub menjawab mereka seandainya kamu ada dalam keadaanku, aku akan berbicara jauh lebih baik dari Saudara.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, dalam menjawab perkataan dari teman-temannya, Ayub mengalihkan pandangannya dari teman-temannya dan mengarahkan pandangannya kepada Tuhan. Yang menarik dalam pasal 16 ini dan hampir dalam seluruh kitab Ayub, teman-teman Ayub selalu berbicara tentang Allah tetapi mereka tidak pernah berbicara kepada Tuhan tentang Ayub. Kita tidak pernah mendengar mereka berdoa kepada Tuhan. Kita tidak pernah mendengar mereka bergumul dengan Tuhan mendoakan Ayub sahabat mereka.
Dalam pasal ini juga kita melihat Ayub kembali ke satu tempat di mana dia benar-benar dapat menemukan harapan. Ia berpaling kepada Tuhan dan berbicara dari lubuk hatinya yang paling dalam tentang kesedihannya yang mendalam. Ayub percaya bahwa Tuhan memahami situasinya jauh lebih baik daripada para penghibur yang mengelilinginya.
Meskipun menderita luar biasa, Ayub menegaskan bahwa tidak ada kelaliman pada tangannya dan doanya bersih. Di tengah keputusasaan, Ayub berpegang pada harapan bahwa pembelanya ada di tempat yang tinggi (surga). Ini menunjukkan kerinduan akan seorang perantara yang di dalam iman Kristen dipahami sebagai gambaran Kristus.
Yang patut kita pelajari dari firman Tuhan Ini:
Pasal ini mengajarkan tentang pentingnya empati dalam mendampingi orang yang menderita dan keberanian untuk jujur dalam berkomunikasi dengan Tuhan. Dalam menghadapi pergumulan hidup, jangan lupa bahwa kita mempunyai Sahabat yang sejati yaitu Tuhan Yesus. Mari seperti Ayub yang berkata: “Ketahuilah, sekarangpun juga, Saksiku ada di sorga, Yang menjamin bagiku ada di tempat tinggi.”
(JET08052026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Jumat, 22 Mei 2026
- Berdoa untuk persiapan Doa Semalaman yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 – 27 Mei 2026, kiranya Tuhan Yesus memberkati Pembawa Firman, petugas yang akan melayani di setiap sesi, jemaat yang hadir kiranya terberkati, cuaca yang baik dan segala sarana prasana yang mendukung acara tersebut.
- Berdoa bagi para tulang punggung keluarga jemaat GBIK, yang bekerja dan berjuang untuk memenuhi setiap kebutuhan keluarga, kiranya Tuhan Yesus selalu melindungi dan memberikan mereka kesehatan.
- Berdoa bagi kondisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika, kiranya kembali stabil dan perekonomian nasional semakin membaik.
Pokok Doa untuk Cabang Purwonegoro, Jawa Tengah
- Berdoa untuk setiap pergumulan jemaat Cabang Purwonegoro supaya Tuhan memberikan jalan keluar atas permasalahan yang ada sehingga Jemaat dapat menikmati kelegaan dan penyertaan Tuhan.
- Berdoa supaya Tuhan menambahkan murid-murid baru di Sekolah Minggu.
- Berdoa untuk pelayanan Pdm. Eko Mugi Kristianto beserta keluarga supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat Cabang Purwonegoro.
