“Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)”
(Matius 6:13)
Doa merupakan kesempatan yang sangat istimewa yang Tuhan sediakan bagi setiap orang percaya untuk bersekutu dengan Tuhan. Melalui doa, umat Tuhan bersekutu dengan Allah melalui Tuhan Yesus Kristus. Melalui doa, umat Tuhan dapat mencurahkan isi hatinya baik berupa pengakuan dosa, ucapan syukur, doa syafaat, atau keperluan pribadi lainnya kepada Allah.
Sedemikian pentingnya berdoa itu, sehingga murid-murid Tuhan Yesus meminta Dia untuk mengajarkan mereka berdoa. Kemudian Tuhan Yesus mengajar mereka bagaimana cara berdoa. Doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya itu kita kenal sebagai “Doa Bapa Kami” yang terdapat dalam Injil Matius 6:9-13.
Ayat-ayat tersebut memuat contoh suatu doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Dengan contoh doa ini, Tuhan Yesus menunjukkan kepada kita, apa saja yang harus menjadi pokok doa orang Kristen. Ada enam permohonan dalam doa itu, yaitu tiga yang pertama ialah doa berkaitan dengan kekudusan dan kehendak Allah, yang tiga selanjutnya adalah doa yang berkaitan dengan kebutuhan orang beriman sehari-hari. Walaupun doa ini singkat, tidak berarti bahwa kita harus berdoa secara singkat-singkat saja mengenai kebutuhan kita. Tuhan Yesus kadang-kadang berdoa sepanjang malam: “Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah” (Lukas 6:12).
Untuk perenungan kita hari ini mari mempelajari Matius 6: 13. Tertulis demikian: “Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.”).
Ada dua pokok penting dalam bagian terakhir doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus ini. Pertama yaitu “janganlah membawa kami ke dalam pencobaan” dan yang kedua adalah “Lepaskanlah kami dari yang jahat”. Dari ayat ini bisa timbul pertanyaan: “Apakah Allah membawa kita kedalam pencobaan”?
Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu mengetahui bahwa ada dua macam peristiwa dalam kehidupan kita sehari-hari. Ada peristiwa sukacita atau peristiwa yang menyenangkan, dan ada juga peristiwa yang tidak menyenangkan atau kejadian yang menyedihkan. Mungkin perlu kita sadari bahwa peristiwa yang menyenangkan bisa merupakan ujian dari Allah, yaitu, apakah kita mengucap syukur kepada Tuhan dan menyadari kemahakuasaan Allah? Tetapi peristiwa yang menyenangkan ini bisa juga dipakai Iblis untuk mencobai kita melupakan Tuhan dan berpaling kepada Iblis.
Sebaliknya, melalui peristiwa yang tidak menyenangkan pun, hal itu bisa dipakai Allah untuk menguji kita, yaitu apakah kita tetap setia dan percaya kepada-Nya? Percaya atas pemeliharaan dan kasih Tuhan kepada kita? Seperti itu pula melalui peristiwa yang tidak menyenangkan atau kesukaran, hal itu dapat digunakan Iblis untuk menggoda kita agar kita ragu atas kuasa Tuhan, dan lalu kita meninggalkan Tuhan.
Dengan menyadari dan mengetahui kedua hal itu, kita perlu sekali untuk selalu berdoa kepada Tuhan: “Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.” Kita berdoa agar melalui segala keadaan yang kita alami, kebahagiaan ataupun kesukaran, Tuhan menolong agar kita tidak jatuh ke dalam pencobaan, dan Tuhan melepaskan kita dari segala kejahatan. Kita senantiasa mengucap syukur kepada-Nya dan tetap setia kepada Tuhan, sehingga kita tidak berbuat dosa. Rasul Paulus mengingatkan kita : “Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:17-18).
Mari berdoa: ”Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
(JET04112022)
Pokok Doa:
- Keamanan seluruh wilayah NKRI tetap aman terkendali, setiap aparatur negara (TNI-POLRI) diberi hikmat dari Tuhan dalam bekerja;
- Kegiatan GBIK esok hari: Ibadah Doa Fajar, KMBI, latihan paduan suara, KPW, dll dapat terlaksana dengan baik bagi kemuliaan Tuhan;
- Pelayan antar denominasi Gereja agar melayani masyarakat, membagi kasih, menghadirkan Tuhan melalui kesaksian dan mengabarkan Injil;
- Hikmat dan kebijakan Pemerintah mengatasi ancaman resesi ekonomi.
Pokok Doa Sdr. Nehemia Abdiel Kharismawan (Mahasiswa STBI yang disponsori GBIK)

Klik disini untuk profile lengkap ![]()
- Bersyukur untuk selesainya proses diperlengkapi di STBI Semarang;
- Persiapan dan pelayanan di GBI Kebayoran sepanjang bulan November;
- Pelayanan di Halmahera mulai bulan Desember nanti, semoga menjadi berkat bagi jemaat di sana;
- Kesehatan, baik saya maupun keluarga di Demak;
- Calon pendamping, supaya memiliki visi dan misi yang sama dalam pelayanan sepenuh waktu.
