Bacaan 9 Februari 2026
Imamat 24-27
“Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh itu dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi semua penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu…”
Imamat 25:10
Memang pada dasarnya kita tidak merayakan tahun Yobel dengan segala perhitungan dan aturan-aturan yang terdapat didalamnya. Namun ketika kita belajar mengenai tahun Yobel, maka kita akan mendapati sebuah pesan yang begitu dalam; dan ini penting untuk kehidupan.
Secara sederhana, tahun Yobel dipahami sebagai tahun pembebasan yang terjadi setiap 50 tahun sekali. Tahun Yobel dirayakan setelah melewati tujuh siklus tahun Sabat (7 x 7 = 49 tahun). Pada tahun ke-50, terompet dari tanduk domba (Shofar) ditiupkan untuk menyatakan kebebasan di seluruh negeri. Pembebasan yang dimaksud adalah pembebasan budak, pemutihan hutang, pengembalian tanah dan istirahat bagi tanah. Lantas bagaimana implementasinya bagi kehidupan kita?
Tahun Yobel mengajarkan kita bahwa tidak ada yang benar-benar abadi di tangan manusia. Tanah dikembalikan, hutang diputihkan, dan budak dibebaskan. Secara spiritual, ini adalah teguran bagi kita yang sering kali terlalu erat menggenggam harta (tanah), status (tuan atas budak), atau dendam (hutang). Konsep utama Tahun Yobel adalah pengakuan bahwa “Tuhanlah pemilik segalanya.” Kita hanyalah pengelola. Saat tanah dikembalikan kepada pemilik aslinya, itu adalah pengingat bahwa kita tidak bisa membeli atau memiliki hidup orang lain selamanya. Dalam keseharian, ini berarti kita harus hidup dengan rendah hati. Bakat, posisi kerja, dan harta kita adalah titipan. Menyadari hal ini membuat kita tidak sombong saat di atas, dan tidak putus asa saat berada di bawah. Ada juga harapan bagi yang merasa gagal karena tahun Yobel adalah “Tombol Reset” dari Tuhan. Ini adalah pesan harapan bagi siapa pun yang merasa hidupnya telah hancur karena kesalahan masa lalu atau jeratan keadaan. Tuhan menyediakan mekanisme bagi manusia untuk mendapatkan kesempatan kedua.
Tahun Yobel bukan sekadar hitungan kalender, melainkan sikap hati. Kita tidak perlu menunggu 50 tahun untuk merayakannya, karena sejatinya kesempatan pemulihan dari Allah senantiasa tersedia bagi kita “yang mau untuk dipulihkan, yang mau dikendalikan dan yang mau diarahkan”.
“Kemerdekaan sejati bukan saat kita memiliki segalanya, tapi saat kita tidak lagi diperbudak oleh apa pun. Bahkan oleh hal yang kita anggap baik sekalipun”
Tuhan Yesus memberkati
YG090226
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 9 Februari 2026
1. Berdoa untuk kesehatan jemaat GBIK ditengah cuaca yang tidak menentu sehingga tidak terganggu aktifitas & usahanya.
2. Mengucap syukur atas terlaksananya Ibadah & kegiatan hari Minggu 8 Februari di GBIK. Kiranya iman jemaat semakin bertumbuh.
3. Doakan toleransi masyarakat di Indonesia sehingga dapat menjaga persaudaraan didalam perbedaan keyakinan.
Pokok Doa untuk Cabang Imanuel, Rantauprapat, Sumatera Utara
1. Berdoa untuk jemaat yang sedang merantau di luar kota (Siska & Ester) supaya Tuhan melindungi dan memberkati.
2. Berdoa untuk gegiatan Gereja supaya dapat diaktifkan lagi : KPW, KMBI, PBI, WBI.
3. Berdoa untuk Gembala Sidang (Pdt. Rejeki Pardamean Tambunan) dan Keluarga, Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat serta tercukupi segala kebutuhan sehari-hari.
