“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.”
(Efesus 3:20-21)
Apakah Anda pernah merasa seolah-olah Tuhan tidak peduli ketika Anda berada dalam keadaan yang sulit? Anda tidak sendirian. Hampir semua orang pernah mengalaminya. Orang-orang dalam Alkitab juga pernah mengalaminya.
Tidak terkecuali, Rasul Paulus pun pernah mengalaminya. Dalam 2 Korintus 12:7-9, Rasul Paulus bersaksi bahwa ada duri di dalam dagingnya, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh dia atau membuat dia menderita. Tentang hal itu, sudah tiga kali Rasul Paulus berseru kepada Tuhan supaya utusan Iblis itu mundur daripadanya. Tetapi Tuhan menjawab: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
Dalam Kitab Mazmur, kita membaca bahwa Raja Daud sering kali mengalami hal itu. Dalam Mazmur 69:16-19, Daud mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan demikian:
“Jawablah aku, ya TUHAN, sebab kasih setia-Mu baik, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar! Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu, sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku! Datanglah kepadaku, tebuslah aku, bebaskanlah aku oleh karena musuh-musuhku. Engkau mengenal celaku, maluku, dan nodaku; semua lawanku ada di hadapan-Mu.”
Bahkan Tuhan Yesus, ketika sedang terpaku dan tergantung pada kayu salib untuk menebus dosa kita, dalam kemanusiaan-Nya merasa sendirian. Pada jam tiga, Yesus berseru dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?” yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Jadi, kalau demikian, semua orang, termasuk Anda, juga bisa mengalami saat-saat ketika Anda merasa ditinggalkan Tuhan dalam keadaan yang sulit. Untuk itu, apakah yang harus Anda lakukan? Serahkan segalanya kepada Tuhan untuk menemukan berkat yang ingin Dia curahkan ke dalam hidup Anda. Mari membaca Mazmur 37:1-7:
- Jangan marah oleh karena orang-orang jahat, jangan iri kepada orang yang melakukan kecurangan.
- Sebab, mereka akan segera dipangkas seperti rumput, dan layu seperti tanaman hijau.
- Percayalah di dalam TUHAN dan lakukan yang baik. Tinggallah di negeri dan peliharalah kesetiaanmu.
- Senangkanlah dirimu di dalam TUHAN, dan Ia akan memberikan kepadamu keinginan hatimu.
- Serahkan jalanmu kepada TUHAN, percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.
- Ia akan mendatangkan kebenaranmu seperti terang, dan keadilanmu seperti siang hari.
- Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.
Dari firman Tuhan ini, kita membaca bahwa Tuhan berjanji untuk memberikan apa yang diinginkan hati kita. Apa tanggung jawab kita dalam menuntut janji Allah ini? Kita harus:
Tetap percaya kepada Tuhan dan lakukan yang baik (ayat 3). Sebagai orang beriman, kita harus tetap percaya akan kuasa dan rencana Tuhan. Sambil menantikan jawaban Tuhan, kita harus tetap melakukan yang baik dan setia kepada-Nya.
Bergembiralah karena Tuhan (ayat 4). Sebagai orang Kristen, Anda seharusnya selalu bersukacita di dalam Tuhan. Dia layak mendapat prioritas utama dalam hidup kita.
Serahkan perjalanan Anda kepada-Nya (ayat 5). Anda harus mengizinkan Tuhan mengubah aspek apa pun dari ambisi Anda yang tidak sejalan dengan kehendak-Nya. Ingatlah, ketika Dia tidak menjawab doa kita sesuai dengan keinginan kita, itu adalah karena suatu alasan – itu bukan kehendak Tuhan.
Percayalah kepada-Nya (ayat 5). Tuhan itu pengasih, maha tahu, baik hati, dan murah hati. Kita dapat memercayai Dia dengan harapan dan impian kita.
Beristirahatlah di dalam Dia (ayat 7). Beristirahat di dalam Tuhan berarti berdamai dengan pemeliharaan dan kendali-Nya dalam hidup Anda. Biarkanlah kehendak Tuhan yang terjadi.
Sebagai penutup SRHI hari ini, mari membaca Efesus 3:20-21:
“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.”
(JET22112024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk setiap KPW yang ada di GBIK dapat menjadi tempat penginjilan dan pertumbuhan jemaat.
- Doakan Bangsa dan Negara kita agar tetap dapat menjaga ketertiban umum, taat akan hukum dalam hidup bermasyarakat serta menjalankan hak dan kewajiban.
- Berdoa untuk pelaksanaan Rakor GBIK yang akan dilaksanakan besok sabtu 23 Nov 2024.
Pokok Doa BPW PEMURIDAN, Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara
- Doakan pelayanan dan kesehatan Bp. Samuel Paradonga Purba di BPW Pemuridan, Sidikalang.
- Doakan dalam mempersiapkan bahan ajar Sekolah Minggu dan alat peraga Sekolah Minggu.
- Doakan untuk kesetiaan jemaat dalam mengikuti Sekolah Minggu.
