Bacaan Alkitab hari ini, Jumat 17 April 2026 :
1 Tawarikh 17 – 20
MENGAPA ALLAH TIDAK MENGIZINKAN DAUD MEMBANGUN BAIT ALLAH?
“Lalu, sesudah Daud menetap di istananya, berkatalah ia kepada Nabi Natan, “Lihatlah, aku tinggal dalam rumah dari kayu aras, sementara Tabut perjanjian TUHAN terdapat di bawah tenda-tenda.” Jawab Natan kepada Daud, “Lakukanlah segala sesuatu yang terkandung dalam hatimu, sebab Allah menyertai engkau.” Akan tetapi, pada malam itu, datanglah firman Allah kepada Natan, yang berkata: “Pergilah, katakan kepada Daud, hamba-Ku, ‘Beginilah firman TUHAN: Bukan engkau yang akan mendirikan rumah untuk Kudiami. Sebab, Aku tidak pernah tinggal dalam rumah sejak menuntun orang Israel keluar sampai hari ini. Aku mengembara dari kemah ke kemah sebagai tempat kediaman. ( 1 Tawarih 17:1-4)
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, Mengapa Allah tidak mengizinkan Raja Daud membangun Bait Allah? Mungkin pertanyaan itu diajukan oleh banyak orang Kristen dan mungkin termasuk Anda di dalamnya. Bukankah hubungan Allah dengan Raja Daud sangat erat? Mari perhatikan seberapa erat hubungan Allah dengan Raja Daud.
Dalam Alkitab terdapat beberapa istilah dan ungkapan khusus yang dipakai Allah atau penulis Alkitab untuk menyatakan keeratan hubungan Allah dengan Daud. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- “Orang yang berkenan di hati-Ku” (A Man After God’s Own Heart): Ini adalah ungkapan yang paling terkenal, yang disampaikan Allah melalui nabi Samuel (1 Samuel 13:14) dan ditegaskan dalam Kisah Para Rasul 13:22, “Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.”
- “Hamba-Ku” (My Servant): Allah berulang kali menyebut Daud sebagai “hamba-Ku” atau “hamba-Ku Daud” (2 Samuel 3:18, Mazmur 89:4), yang menunjukkan posisi Daud sebagai orang yang setia, dipilih, dan dikasihi Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya.
- “Orang Pilihan-Ku”: Dalam Mazmur 89:4, Allah berfirman, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud hamba-Ku.”
- “Kekasih” (Beloved): Meskipun jarang secara harfiah dalam terjemahan Indonesia, nama Daud sendiri berakar dari kata Ibrani dwd yang berarti “kekasih”. Secara teologis, Daud digambarkan sebagai pribadi yang sangat dikasihi oleh Allah.
- Selain itu, keeratan hubungan ini ditunjukkan melalui Perjanjian Daud (2 Samuel 7), di mana Allah berjanji untuk menegakkan kerajaan dan takhta Daud selamanya, yang menunjukkan komitmen kasih setia Allah yang mendalam kepada Daud dan keturunannya. Allah berjanji kepada Daud bahwa setiap raja Israel akan berasal dari keluarga Daud, dan kerajaan Daud akan bertahan selamanya. (Perjanjian Allah dengan Daud)
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, Kalau sedemikian baik dan berkualitasnya hubungan Allah dengan Daud, mengapa Allah tidak mengizinkan Daud mendirikan Bait Allah? Raja Daud juga telah menyiapkan segala bahan bangunan yang berkualitas untuk dipakai mendirikan Bait Allah itu. Firman Tuhan menyatakan bahwa; Daud tidak diizinkan membangun Bait Allah terutama karena ia adalah seorang prajurit yang telah menumpahkan banyak darah dalam peperangan. Tuhan menginginkan Bait Suci dibangun oleh seseorang yang melambangkan damai sejahtera (Salomo), bukan perang. Meskipun niatnya mulia, Tuhan menetapkan bahwa keturunan Daudlah yang akan mendirikan Bait Allah tersebut.
Jadi saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, dengan mengetahui hal itu, marilah kita menjadikan Gereja Baptis Indonesia Kebayoran sebagai gereja yang membina persekutuan dalam suasana Damai. Kiranya setiap orang yang datang untuk beribadah menemukan damai sejahtera/ diperdamaikan dengan Allah dan sesama.
(JET17042026).
Pokok Doa SRHI GBIK
Jumat, 17 April 2026
- Berdoa untuk keluarga besar Bpk. Petrus Widjijono yang sedang berduka atas berpulangnya Bpk. Petrus ke Rumah Bapa di Surga, kiranya diberikan kekuatan, keikhlasan dan penghiburan dari Tuhan Yesus.
- Berdoa bagi pengendara motor / mobil yang menggunakan knalpot Racing / Brong supaya dapat sadar untuk tidak mengganggu jalannya ibadah di GBIK.
- Berdoa untuk Kementerian RI supaya dapat bijak dalam menggunakan anggaran yang diberikan supaya betul-betul dipakai untuk kepentingan rakyat banyak.
Pokok Doa untuk Saudara Angkat GBI Sion Jember
- Berdoa untuk anak-anak Jemaat yang masih sekolah, Tuhan memberkati dengan hikmat dan kecerdasan serta orang tua mereka diberkati sehingga dapat mencukupi biaya pendidikan yang dibutuhkan.
- Berdoa untuk lingkungan masyarakat sekitar gereja supaya dapat menerima keberadaan GBI Sion Jember sehingga tidak ada kendala bagi Gereja dalam melaksanakan kegiatan peribadatan.
- Berdoa untuk pelayanan Bpk. Kharis Setiawan dan Keluarga di GBI Sion Jember, Tuhan memberikan hikmat dan kemampuan serta berkat yang cukup.
