“Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.” (Hosea 6:6)
Apa yang bisa kudapatkan kalau aku setia? Apakah aku akan selalu sehat dan tidak akan sakit? Apakah aku akan kaya dan memiliki jabatan baik? Dan apakah aku akan mendapatkan pasangan seperti bidadari?
Dalam kesetiaannya, manusia terkadang memakai sistem transaksional. Bahkan tak jarang beberapa diantara orang percaya memakai sistem ini dalam mengikuti Tuhan Yesus. Berharap sesuatu dalam mengikuti Tuhan Yesus tidaklah salah, namun akan menjadi salah kalau orang percaya menaruh harapannya pada logikanya yang terbatas.
Kesetiaan yang orang percaya usahakan sudah pasti akan dinilai oleh Tuhan dan Tuhan pasti akan berpihak pada orang percaya yang setia (Hos.6:6). Ia akan mengapresiasi umat-Nya yang berusaha untuk tetap setia di tengah pencobaan dan tantangan dunia yang melanda.
Kesetiaan terhadap Tuhan Yesus tidak akan dapat menghindarkan kita terhadap permasalahan hidup. Malahan kita akan dibawa oleh-Nya dalam proses pemurnian iman yang cukup berat dan melelahkan (1 Pet.1:6-7). Proses ini disebut sebagai fase sanctification di mana orang percaya akan dibawa oleh Tuhan menghadapi rintangan hidup guna melihat kualitas imannya. Dan ketika orang percaya sedang berada di dalam fase ini, orang percaya dimau oleh Tuhan untuk tetap setia.
Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjadi contoh nyata di mana mereka tetap setia dalam mengikuti Allah walaupun mereka diperhadapkan dengan sesuatu yang tidak mengenakkan yaitu kematian. Walaupun mereka telah memilih setia, mereka tetap mengalami permasalahan. Mereka tetap dimasukan ke dalam perapian yang menyala – nyala yang bahkan telah dipanaskan tujuh kali lipat (Dan. 3:1-30).
Dan inilah yang terjadi, mereka diberikan perlindungan oleh Allah karena mereka setia. Rambut yang merupakan bagian tubuh yang mudah terbakar tidak terbakar, itu menandakan bahwa Allah tidak akan membiarkan umat-Nya yang setia mengalami celaka. Allah juga mendampingi mereka dalam perapian tersebut sehingga mereka dapat berjalan – jalan di tengahnya. Hal ini menandakan bahwa umat yang setia akan diberikan ketenangan dan damai sejahtera oleh Allah dalam melewati permasalahan hidup. Ia akan bersama dengan kita yang setia dan akan memberikan pelukan kasih setia-Nya agar kita tenang dan akhirnya menang.
Oleh karena itu, marilah kita berusaha setia walaupun berat dan penuh tantangan. Dimulai dari tetap berangkat ke gereja walaupun hujan. Karena kalau hujan air saja kita tidak berusaha untuk datang beribadah, apalagi kalau hujan uang? Mari, usahakan setia dan jangan menganggap kesetiaan adalah hal yang percuma.
Tuhan Yesus memberkati.
(YG030824)
Pokok Doa GBIK:
- Mendoakan hari Sabtu tanggal 3 Agustus 2024 yang akan dimulai lomba HUT RI agar setiap jemaat yang mengikuti dan berpartisipasi menjadi satu kekuatan untuk membangun iman dan keyakinan terhadap Tuhan.
- Mendoakan untuk para pelayan Tuhan di Ibadah Doa Fajar dan kehadiran jemaat semakin banyak.
- Mendoakan jemaat yang bekerja di daerah jabodetabek bahkan di luar negeri agar tetap diberikan kesehatan yang prima serta takut akan Tuhan.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Mengucap syukur untuk kegiatan bulan Juli sudah berjalan dengn baik.
- Berdoa untuk kegiatan gereja di bulan Agustus, KPW, Jam Doa, KMBI dapat berjalan dengan baik.
- Doakan kegiatan gereja untuk mengunjungi jemaat-jemaat yang undur dan jarang hadir beribadah.
