“Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.””
(Hak. 6: 12)
Kalimat dalam Hakim-hakim 6: 12 tersebut diucapkan malaikat TUHAN yang sedang duduk dibawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, kepada Gideon. Sedangkan Gideon, anak Yoas, sedang mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur (Hak. 6: 11-12). Mengapa TUHAN menyampaikan hal tersebut kepada Gideon? Dan apa pengaruhnya bagi Gideon dalam kehidupan bangsa Israel setelah bertemu dengan malaikat TUHAN tersebut?
Rupanya jika kita membaca dengan teliti Hakim-hakim pasal 6 secara keseluruhan, kita bisa mengerti mengapa malaikat TUHAN melakukan hal tersebut. Bangsa Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, kemudian TUHAN menyerahkan Israel ke dalam kekuasaan orang Median selama tujuh tahun, sehingga hidup bangsa Israel mengalami penderitaan yang luar biasa. Dalam kondisi tertekan seperti itu, mereka berseru kepada TUHAN, kemudian TUHAN bersiap untuk menolong mereka dari tangan orang Median melalui kepemimpinan Gideon (Hak. 6: 1-10).
Menanggapi panggilan Allah untuk memimpin dan membebaskan bangsanya dari tangan orang Median, mula pertama Gideon merasa tidak layak dan tidak mampu karena merasakan bahwa dirinya bukan siapa-siapa (Hak. 6: 13-15). Namun akhirnya Gideon bangkit semangatnya, bangkit keberaniannya untuk melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, setelah meminta tanda penyertaan TUHAN kepada dirinya dan Dia menunjukkan tanda-tanda itu sesuai keinginan Gideon (Hak. 6: 16-21).
Tidak sedikit orang yang merasa ragu-ragu, bimbang bilamana merasakan panggilan Allah untuk melakukan sesuatu dengan berbagai alasan. Alasan itu misalnya, merasa kecil dan tidak mampu melakukan apa yang diperintahkan-Nya, masih ada orang lain yang dirasa pantas melakukannya, tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya atau banyak alasan yang lain. Pada intinya merasa tidak memiliki semangat, ada kelesuan dalam menghadapi apa yang di depannya.
Dalam kondisi seperti itulah diperlukan kata-kata, pesan, atau pernyataan yang dapat membangkitkan semangat. Terkadang pesan dari manusia (orang tua, sahabat karib dll) tidak begitu dianggap. Maka sabda Tuhan yang didengarnya pada saat yang tepat akan menyadarkan dan membangkitkan semangat. Sabda-Nya telah membangkitkan semangat Gideon yang akhirnya berhasil membebaskan Israel dari orang Median, firman-Nya pula yang mampu membangkitkan semangat kita melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya. Firman-Nya menjadi pemberi semangat kita dalam kelesuan. Tuhan memberkati, Amin.
(RI25012022)
Pokok Doa:
- Doakan GBIK semakin diberkati melalui pelayanan Pendeta dan Diakon yang menggembalakan jemaat, mendukung jemaat dalam keadaan suka maupun duka serta setia mengunjungi langsung atau secara daring;
- Doakan sekolah yang anak didiknya terkena covid saat pembelajaran tatap muka agar dapat ditangani dengan baik;
- Doakan kinerja Pemerintah DKI dapat optimal.
