“Dalam murka yang meluap, Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi, Aku telah mengasihi engkau, firman Tuhan penebusmu.”
(Yes. 54: 8)
Allah murka yang meluap? Kata meluap berarti berlebihan, terlampau penuh/melimpah atau menghebat. Air meluap, berarti air melimpah, berlebihan dan dapat menyebabkan banjir. Pemahaman Allah murka, apakah ini berarti Allah marah yang sangat besar? Selama ini kita belajar dan mengerti bahwa Allah itu Mahakasih, kasih-Nya kepada umat manusia begitu besar, sehingga rela datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia (Yoh. 3: 16). Bagaimana mungkin Allah bisa murka yang meluap?
Mari kita lihat lebih jauh firman Tuhan selanjutnya dalam Yesaya 54: 9, “Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh;…..” Ini berarti bahwa ada alasan yang kuat bagi Allah untuk murka yang melimpah seperti murkanya Allah sampai menurunkan air bah pada zaman Nuh. Berkaca pada zaman Nuh, Allah menjadi murka yang meluap karena kejahatan manusia yang tidak terbendung lagi. “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. (Kej. 6:5). Jelas sekarang Allah murka yang melimpah karena kejahatan yang besar, dosa yang dilakukan sudah di luar batas toleransi Allah.
Sekalipun Allah marah yang meluap, tetapi dengan tegas Dia mengatakan murkanya itu bersifat sementara atau dalam ayat tersebut dituliskan “hanya sesaat lamanya”, tetapi yang sifatnya tetap adalah kasih sayang yang besar atau kasih sayang yang abadi (Yes. 54: 7, 8). Puji Tuhan, Dia bukanlah Allah pendendam yang tidak dapat melupakan kejahatan manusia, tetapi Dia Allah yang penuh kasih dan sayang kepada setiap ciptaan-Nya. Dia pasti memberi solusi terbaik terhadap setiap tindakan “murka” yang dilakukan.
Kejadian-kejadian yang kita rasakan bersama saat ini, pandemic covid 9, bencana alam banjir, tanah longsor, gempa bumi dan gunung menyemburkan asap yang berlebihan sekarang ini, marilah kita sikapi sebagai bagian dari tindakan Allah yang mengingatkan kita, apakah selama ini ada hal-hal yang kita lakukan yang dapat membuat Allah murka. Allah menghendaki supaya kita datanng kepada-Nya, berserah kepada-Nya, mohon perlindungan kepada-Nya dibarengi dengan pengakuan dosa yang telah kita perbuat. Allah yang Mahakasih akan melakuan yang terbaik untuk kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI18012021)
Pokok Doa:
- Mendoakan para hamba Tuhan dan keluarganya yang terkena Covid 19 seperti Pdt Wartono, Pdt. Tri Herdiyanto, Pdt. Refly Sumanti, Pdt. Rus Eko, dll;
- Mendoakan untuk jemaat GBIK yang terkena imbas pandemi covid 19 seperti kehilangan pekerjaan untuk dapat dikuatkan dan mendapatkan pekerjaan yang baru, harus belajar online dan mengajari anak dan yang kehilangan anggota keluarganya diberikan penghiburan;
- Mendoakan upaya pemerintah dalam menghadapai situasi sulit, pandemi covid 19 untuk setiap program kerja dapat terlaksana dengan baik dan sesuai sasaran.
