“Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta”
(Ibr. 1:1-2)
Sekarang ini kita sedang hidup dalam dunia yang sibuk dan penuh banyak bisikan, suara atau berita yang membuat kita takut, kuatir, dan putus asa akan hidup ini dan masa depan kita. Namun sesungguhnya, diantara banyak bisikan, suara atau berita menakutkan yang membuat kita takut, kuatir, dan putus asa; dalam kitab Ibrani kita dapat menemukan berita sukacita bagi kita semua yaitu bahwa Allah masih berbicara kepada kita semua dan sepatutnya jika Allah berbicara, kita harus siap mendengar-Nya sebab jika kita mendengarkan-Nya kita akan diberkati (Yos. 1:8), tetapi jika kita menolak-Nya, kita akan menerima ganjaran-Nya (Ibr. 2:2; Yoh. 8:51).
Dalam situasi dan kondisi apapun Allah selalu berbicara kepada umat-Nya secara terus menerus. Ia berbicara melalui alam ciptaan-Nya (Mzm. 19:2), melalui mimpi (Kej. 31:11), melalui malaikat-malaikat-Nya (Ibr. 2:2), melalui perantaraan nabi-nabi-Nya (Ibr. 1:1), dan pada akhir zaman ini Allah berbicara kepada kita melalui Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus, Tuhan kita (Ibr. 1:2). Dan sekarang ini adalah waktu yang sangat tepat untuk kita benar-benar kembali mendengarkan suara Allah melalui firman-Nya, sebab firman Allah adalah kebenaran (Yoh. 17:17), murni (Ams. 30:5), kudus (Mzm. 105:42), tidak dapat ditarik kembali (Yes. 45:23), tidak pernah gagal (Yes. 55:11), penuntun (Mzm. 119:105), meneguhkan (2 Ptr. 1:19), menopang (Ibr. 1:3), pedang roh (Efs. 6:17), tidak dapat dibelenggu (2 Tim. 2:9), hidup dan kuat (Ibr. 4:12), tidak berubah (Yes. 40:8), menciptakan (Mzm. 33:6), menyucikan (Yoh. 15:3), dan firman Allah itu adalah Allah sendiri (Yoh. 1:1).
Perlu kita perhatikan baik-baik! Ketika dalam situasi yang darurat atau gawat, ada umat Allah yang mundur dan meninggalkan Tuhan, ada yang suam, ada yang menduakan Tuhan, dan lebih jelasnya di dalam kitab Ibrani 2:1 dikatakan “hanyut dibawa arus” termasuk ketika kita tidak mau mendengar, dan memerhatikan saat Allah berbicara melalui firman-Nya. Itu sebabnya, kadangkala Allah juga berbicara kepada kita saat keadaan gawat atau darurat (Ibr. 2:1-4).
Selain itu, dalam keadaan tertentu Allah juga dapat berbicara dengan cara yang mendesak (Ibr. 3:7-19). Allah mendesak kita untuk memerhatikan kehidupan bangsa Israel yang mencobai Allah di padang gurun. Allah telah berkali-kali berbicara tetapi mereka mengeraskan hati. Akibatnya sangat fatal, tidak seorangpun yang masuk tanah perjanjian kecuali Yosua dan Kaleb (Bil. 26:65). Desakan Allah ini adalah supaya kita tidak mengalami hal yang sama, yaitu binasa dalam kekekalan. Tuhan Yesus memberkati.
(AP12012021)
Pokok Doa:
- Proses seleksi dan pemilihan Kapolri yang baru dapat berjalan dengan baik sehingga terpilih pemimpin kepolisian yang takut akan Tuhan;
- Kesiapan sistem alur registrasi dan verifikasi sasaran penerima Vaksinasi COVID-19 dapat berjalan dengan baik. Masyarakat dapat berperan aktif mendukung pelaksanaan vaksinasi;
- Dukungan doa bagi beberapa Pendeta Baptis GGBI beserta keluarga yang berada dalam masa pemulihan covid-19.
