“Tetapi Sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemahdan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?”
(Gal. 4: 9)
Seseorang boleh mengatakan kepada orang banyak, mengenal pemenang pemilihan Presiden Amerika Serikat beberpa bulan lalu. Boleh saja merasa mengenal karena pernah menyaksikan bagaimana Joe Biden berkampanye. Apakah hanya dengan mendengar kampanyenya sekali dua kali, terus menjadi mengenalnya dengan baik? Pasangan suami – isteri yang sebelum pernikahannya telah lama berpacaran saja, setelah menikah mengatakan, “ternyata banyak hal yang saya belum tahu tentang pasanganku.”
Rupanya harus kita sadari bahwa pengenalan terhadap sesuatu yang semakin baik, akan mempengaruhi hasil penilaian terhadap sesuatu itu. Demikian juga pengenalan kita akan Allah akan sangat mempengaruhi bagaimana kita bersikap kepada-Nya. Pada waktu belum mengenal Allah yang hidup dengan benar, kita memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya ia itu bukan Allah (Gal. 4. 8). Alangkah bodohnya kita yang demikian itu. Pribadi yang bukan siapa-siapa dan tidak mempunyai kuasa apapun di dunia ini, kepadanya kita memperhambakan diri. Itu adalah salah satu tanda yang tidak mengenal Allah.
Namun bersyukur kepada-Nya, Ia telah rela turun ke dunia, menjelma menjadi manusia yang terlahir di tempat yang mengenaskan, kehadiran-Nya ke dalam dunia untuk mengangkat orang berdosa dari lumpur dosa dengan kuasa-Nya. Setelah kita menjadi orang percaya kepada-Nya, semestinya kita menunjukkan sikap dan perilaku yang membuktikan bahwa kita telah mengenal Allah yang hidup dengan benar. Apa bentuk konkrit yang menunjukkan pengenalan tersebut? Dalam ayat nats kita hari ini (Galatia 4:9), kita dapat nengatakan bahwa orang percaya dan mengenal Tuhan dibuktikan dengan adanya 1). Tidak berbalik lagi kepada roh-roh dunia, 2). Tidak mau lagi diperhamba illah-illah lain yang bukan Allah. Jika ada orang percaya yang kembali melakukan dua hal tersebut, berarti orang tersebut tidak mengenal Tuhan dengan benar, mungkin hanya sekedar kenal seperti kenalnya kita dengan Presiden Amerika sekarang.
Itulah sebabnya setiap orang percaya haruslah dengan sungguh-sungguh terus menerus meningkatkan kwalitas dan kwantitas pengenalannya kepada Allah Sang Pencipta. SRHI sepanjang minggu ini akan berbicara bagaimana “mengenal Allah yang hidup dengan benar”. Yakinlah dengan demikian kita akan semakin mengenal Allah Sang Pencipta dengan baik dan benar. Tuhan memberkati, Amin.
(RI11012021)
Pokok Doa:
- Upaya tim mengevakuasi korban dan serpihan Pesawat Sriwijaya SJ 182. Tuhan kiranya memberi kekuatan dan penghiburan bagi keluarga korban;
- Penetapan aturan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Jawa Bali tanggal 11-25 Januari 2021 dapat berlangsung dengan efektif, masyarakat mematuhi kebijakan yang diterapkan dan perekonomian dapat tetap berjalan baik;
- Dukungan doa bagi jemaat GBIK dan anggota keluarga yang berada dalam masa pemulihan covid-19.
