“Eudia kunasehati dan Sinthike kunasehati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. Bahkan kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantu dalam kitab kehidupan.”
(Filipi 4:2-3)
Dalam khotbah minggu kemarin 30 Agustus 2020 kita telah diajar oleh Tuhan sepintas mengenai Kitab Kehidupan, apa dan bagaimana kitab itu serta hubungannya dengan penyelamatan Tuhan Yesus kepada umat pilihannya di saat penghakiman terakhir. Tuhan Yesus bukan hanya memberi harapan palsu dalam setiap janji-janji-Nya, tetapi menuntaskan karya penyelamatan-Nya sampai kepada hari penghakiman terakhir, di mana Dia adalah Hakim Tunggalnya.
Dalam Kitab Filipi 4: 2-3 tersebut di atas, Paulus menasehati jemaat di Filipi terutana Eudia dan Sinthike yang sedang bermasalah di antara mereka. Nasehat Paulus kepada mereka adalah supaya mereka sehati sepikir dalam Tuhan, supaya mereka tidak mempermasalahkan sesuatu yang sifatnya perkara-perkara duniawi. Sangat disayangkan jika karena masalah keduniawian tersebut menyebabkan mereka terpisah dalam pelayanan bersama. Paulus lebih-lebih lagi mengharapkan Sunsugos supaya menolong mereka untuk berdamai satu dengan yang lainnya.
Paulus melakukan semua itu karena (1) menyadari bahwa, mereka semua (Eudia, Sinthike, Sunsugos dan juga Klemens) adalah kawan-kawan sekerja yang telah berjuang bersamanya dalam pengabaran Injil. Alasan mendasar lain yang diungkapkan Paulus (2) adalah mereka semua adalah pribadi-pribadi yang namanya tercantum dalam Kitab Kehidupan. Kitab Kehidupan adalah kitab yang dipegang Tuhan Yesus pada saat Ia mengadili semua orang pada Penghakiman terakhir. Kitab tersebut berisi nama-nama orang yang benar yang telah memercayakan hidup dan kehidupannya kepada Tuhan Yesus saat masih hidup dalam dunia yang fana, dan orang-orang yang tercatat dalam kitab itu akan terluput dari kesengsaraan akhir zaman. Jadi pada dasarnya Paulus sangat menyayangkan kalau ada rekan sekerjanya yang pada akhirnya namanya “terhapus” dari Kitab Kehidupan itu (Mzm. 69: 29).
Semakin jelas, semakin mengerti dan semakin percayalah kita akan karya besar Tuhan Yesus dalam misi-Nya datang ke dunia ini. Karena kasih-Nya yang besar, Ia rela mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan umat manusia yang percaya kepada-Nya. Karya-Nya bukan saja sewaktu masih ada di dalam dunia ini, tetapi Ia konsisten sampai kepada hari penghakiman akhir. Marilah kita tetapkan hati untuk memercayakan hidup dan kehidupan kita kepada-Nya, karena Dialah yang berkuasa di dunia maupun di sorga. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI31082020)
Pokok Doa:
- Konsistensi dan kemampuan Pemerintah serta aparat penegak hukum untuk menghentikan penyebaran paham garis keras atau radikalisme melalui berbagai institusi;
- Hikmat bagi seluruh denominasi Gereja dan pelayanan misi dalam mengatasi dampak pandemi, terutama dalam memfasilitasi ibadah dan pengabaran Injil (online dan offline);
- Mengucap syukur pemeliharaan Tuhan untuk 57 tahun pelayanan GBI Kebayoran. Kiranya jemaat semakin bertumbuh dalam pengenalan dan kasih kepada Tuhan serta sesama.

Halleluya…
Puji Tuhan, dan terima kasih atas renungan pagi ini.
(tetapi menyisakan sedikit pertanyaan, mohon ditanggapic:
– apakah nama2 yg tercantum dlm kitab kehidupan, bisa berubah? Dasar ayatnya?
– apakah “mereka”, kelompok orang2 yg disebut Si Pemazmur adalah kelompok orang2 yg mengenal dan menyembah dan yg takut akan Tuhan?
– apakah Doa/permohonan Daud spy dihapus nama2 “mereka” dari kitab kehidupan, sdh pasti dijawab ya oleh Tuhan? Atau, permohonan Pemazmur di ayat 29 itu sebagai cetusan hati Pemazmur (dan menurut pemazmur) bhw penindasan yg “mereka” lakukan kpd dia, bukanlah perbuatan yg patut bagi orang2 yg namanya tercatat dlm buku kehidupan?)
Terima kasih.
Syalomm.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Amin
Salam dalam Kasih Kristus
Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Allah menghapus nama orang-percaya dari Kitab Kehidupan; bahkan tidak ada satu peringatan pun bahwa Allah mempertimbangkan hal tersebut…
Tentunya Allah yang berdaulat dan Mahatahu, Dia yang “memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian” (Yes 46:10), tidak mungkin menuliskan sebuah nama dalam Kitab Kehidupan kalau Dia tahu bahwa Dia akan menghapusnya saat orang tersebut murtad dan mengingkari imannya kan…
Rekan sekerja Paulus disitu ada ketakutan nama rekan nya terhapus… itu yg saya bilang kemarin di event PBI bahwa Alkitab menuliskan rangkaian peristiwa2 tetapi bukan berarti rangkaian peristiwa itu sesuai dengan kebenaran Allah dan Alkitab bisa tidak menjelaskan ini pemikiran yang salah atau pemikiran yang benar, itu lebih kearah apa yang terjadi pada pemikiran masing2 orang tersebut yang dituliskan..
Contohlah Yohanes 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Orang bisa salah berpikir bahwa ranting itu orang percaya penuh beriman dan murtad lalu tidak percaya lagi, pemahaman kita ranting yang dimaksud itu adalah orang yang dia pikir dia percaya, dia pikir dia beriman padahal sebenarnya dia gak percaya dan gak beriman / aposter, lalu murtad dan menjadi ranting yang dibuang…
Kita mempercayai itu karena diperkuat bahwa orang yang sungguh percaya telah tinggal didalam Kristus, dan ranting yang dibuang itu ternyata belum pernah tinggal didalam Kristus
Yohanes 15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
Semoga cukup jelas, Tuhan Yesus memberkati.
Salam dalam kasih Kristus,
Donald Na70