Tanggung Jawab Kita
(Imamat 19:32)
Pokok Doa & Buletin Jam Doa lengkap dapat Anda download di link berikut : BULETIN
Latar Belakang :
Kitab Imamat adalah kitab ketiga dari Taurat. Taurat dalam Bahasa ibarani torah yang artinya perintah atau instruksi. Imamat berhubungan erat dengan kitab Keluaran. Keluaran mencatat bagaimana Israel dibebaskan dari Mesir, menerima hukum Allah, dan membangun Kemah Suci sesuai dengan pola Allah; Keluaran diakhiri dengan datangnya Yang Kudus untuk tinggal di dalam Kemah Suci yang baru saja didirikan itu (Kel 40:34). Imamat berisi pengarahan yang diberikan Allah kepada Musa selama dua bulan di antara selesainya pembangunan Kemah Suci (Kel 40:17) dan keberangkatan Israel dari Gunung Sinai (Bil10:11). Judul “Imamat” diambil bukan dari Alkitab bahasa Ibrani, tetapi dari terjemahan Yunani dan Latin. Dalam “Imamat” dalam bahasa Ibrani wayiqra yang artinya adalah “Maka dipanggil-Nya/Ia memanggil” adalah awal kalimat pertama dalam kitab Imamat. (Im1:1).Judul ini mungkin membuat orang berpikir bahwa kitab Imamat hanya membahas imam-imam Lewi; akan tetapi, tidak demikian halnya karena sebagian besar kitab ini berkenaan dengan seluruh bangsa Israel. 1 Petrus 2:9. Namun, kamu adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani , bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri supaya kamu dapat memberitakan kebaikan-kebaikan-Nya, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan menuju kepada terang-Nya yang ajaib. Orang Kristen dipanggil keluar dari dosa ke hidup yang kudus.
Tanggung Jawab Kita (Imamat 19:32)
Dalam Ulangan 19 dicatat tentang berbagai peraturan bagi orang Israel untuk hidup kudus dihadapan Tuhan, salah satu bagian penting yang berkaitan dengan hidup kudus adalah menghormati orang yang lebih tua. Dalam ayat 3 dinyatakan “Setiap orang di antara kamu haruslah menyegani ibunya dan ayahnya…” serta dalam ayat 32 “Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu…”, hal ini merupakan perintah agar kita menghormati orang tua dalam arti luas Orang yang dituakan dalam lingkungan kita tinggal seperti dalam gereja ini pendeta, diakon dan lain lain.
Implementasikan dalam Kehidupan
Berikut ini yang dapat lakukan untuk menghormati ayah dan ibu atau orang yang dituakan sebagaimana kita orang Kristen yang dipanggil keluar dari dosa ke hidup yang kudus.
- Tidak Menyakiti Hati Orang Tua (Keluaran 21:15)
Sebagai anak-anak Tuhan kita tidak melakukan hal-hal yang dapat menyakiti hati orang tua kita. Berkat Tuhan akan jauh dari kita, tidak ada masa depan, semua gelap, jika kita menyakiti hati orang tua.
- Menghargai Orang Tua (Keluaran 21:17)
Ada berkat yang akan diterima oleh anak yang menghormati orang tua, tetapi sebaliknya kutuk akan diterima oleh anak yang tidak menhargai orang tua seperti yang dialami oleh Ham anak dari Nuh (Kejadian 9:18-29)
- Menunjukan Cinta Kita Kepada Orang Tua (Ulangan 6:5, Matius 22:37)
Seorang anak yang menghormati orang tua harus menunjukan cintanya yang tulus, murni, tidak berpura-pura kepada orang tua.
- Dengan Pemberian Kita
Kita bisa memberi kepada seseorang tanpa mengasihi, tetapi kita tidak bisa mengasihi tanpa memberi. Karena itu berilah apa yang terbaik dari kita untuk orang tua kita selagi mereka hidup, sehat, sehingga mereka dapat menikmati pemberian kita.
- Dengarkan Apa yang Diperintahkan
Kalau orang tua menyuruh kita melakukan sesuatu, jangan katakan tidak, tetapi katakan ya; ketika kita menghormati orang tua, maka berkat-berkat Tuhan menjadi milik kita.
Kesimpulan :
Menghormati Orang tua merupakan tanggung jawab kita sebagaimana Tuhan telah memanggil kita keluar dari dosa ke kehidupan kudus yang ada dalam hukum taurat yang terutama yang kedua yaitu “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.
