“Maka kata Yesus sekali lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”(Yohanes 10:7-10)
Dalam Injil Yohanes pasal 10 ini, Tuhan Yesus memakai dua bentuk metafor/penggambaran diri-Nya yang sangat penting. Pertama Tuhan Yesus menyatakan bahwa DIA adalah Gembala yang baik dan yang kedua ialah Tuhan Yesus menyatakan bahwa DIA adalah pintu bagi domba-dombanya. Selama minggu ini dalam SRHI telah banyak dibahas tentang Tuhan Yesus sebagai Gembala yang baik. Hari ini marilah kita merenungkan firman Tuhan ketika Tuhan Yesus menyatakan bahwa DIA adalah pintu bagi domba-domba-Nya.
Yesus menggunakan gambaran pintu peternakan domba pada zaman-Nya. Di padang penggembalaan domba, kandang dibuat hanya dengan satu pintu masuk. Pintu kandang domba itu adalah sang gembala sendiri. Dia membaringkan tubuhnya di seberang pintu masuk, untuk menjaga domba tetap di dalam dan untuk mencegah serigala masuk ke dalam kandang domba. Jadi gembala itu sebenarnya adalah sebagai pintu kandang.
Ketika Tuhan Yesus menyatakan bahwa “Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok”, Tuhan Yesus menampilkan dua jenis kejahatan yang berbeda. Pencuri berarti penipu atau orang yang melakukan tipu daya. Perampok menyiratkan unsur kejahatan yang disertai kekerasan dan seringkali menimbulkan kehancuran. Kedua jenis kejahatan itu menghilangkan kehidupan, tetapi sebaliknya, Tuhan Yesus justru memberi kehidupan dan memberikannya secara berlimpah.
Perhatikan firman Tuhan yang tertulis dalam Yohanes 10:8, “mereka ‘adalah’ pencuri dan perampok”. Tuhan Yesus tidak berkata “Mereka dahulu pencuri dan perampok“. Jadi hal itu terjadi pada saat itu dan berarti terjadi juga pada saat ini. Akhir-akhir ini sering kali kita menyaksikan atau mendengar berita tentang orang-orang yang mengaku sebagai hamba Tuhan, tetapi firman yang mereka sampaikan justru menghancurkan ajaran firman Tuhan. Tetapi domba-domba itu tidak mendengarnya: Yesus sepertinya berkata bahwa domba-domba-Nya nyata tidak mau mendengar dan mengikuti suara para pencuri dan perampok yang berusaha menangkap domba-domba itu.
Tuhan Yesus dalam firman Tuhan ini menyatakan bahwa setiap orang yang masuk melalui Pintu/Yesus akan diselamatkan, dan mereka akan keluar masuk dan menemukan padang rumput. Tuhan Yesus menggambarkan kepada murid-murid-Nya tentang kehidupan yang tenang dan kepuasan yang dinikmati oleh domba-domba-Nya.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, Sebagai bagian terakhir dari renungan ini mari memperhatikan satu bagian yang sering disalahpahami oleh orang-orang Kristen. Mari baca Yohanes 10:10: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Tuhan Yesus mengatakan hal ini untuk membedakan kepedulian-Nya yang seperti gembala dengan para pemimpin yang tidak setia dan tidak sah. Mereka datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Yesus datang untuk memberikan kehidupan kepada umat-Nya. “Kata Yunani untuk ‘kelimpahan’, περισσόςàperissos, memiliki arti matematis dan secara umum menunjukkan kelebihan. Hidup yang berkelimpahan terutama adalah hidup yang berkecukupan. Di dalamnya orang merasa puas; puas yang didasarkan pada fakta bahwa kepedulian Tuhan kepada anak-anak-Nya sama baiknya dalam setiap keadaan. Bahkan dalam keadaan darurat Ia mampu untuk memenuhi segala kebutuhan kita. Ia melimpahkan rahmat-Nya “menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Ingatlah beberapa hal penting berikut ini:
- Hidup berkelimpahan bukanlah umur yang panjang.
- Hidup berkelimpahan bukanlah kehidupan yang mudah dan nyaman.
- Kehidupan yang berkelimpahan adalah kehidupan yang penuh kepuasan dan kepuasan itu bersumber di dalam Kristus Yesus.
(JET10052024)
Pokok Doa GBIK:
- Mengucap syukur atas terlaksananya Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Kiranya Jemaat diberkati dan semakin mengasihi Tuhan.
- Berdoa untuk Jemaat yang mengalami lemah iman dan keraguan agar imannya dikuatkan dan diberikan hikmat untuk mempercayai bahwa Yesus adalah Tuhan yang sejati yang telah menyiapkan tempat bagi Kita di Surga.
- Berdoa agar Toleransi Umat Beragama di Indonesia dapat terjalin dengan baik dan tidak terjadi lagi Persekusi terhadap Rumah Peribadatan umat yang berbeda agama.
Pokok Doa Cabang WAY JEPARA, Lampung Timur
- Doakan Pelayanan dan kesehatan
Pdt Yulius Eko dan Keluarga. - Doakan untuk melanjutkan Renovasi dibagian Pastori Gereja.
- Berdoa untuk kebutuhan Guru Sekolah Minggu Dewasa.

Amien