Bacaan Alkitab : Bilangan 25: 1 – 26 : 34; I Tawarikh & : 14-19; Bilangan 26 : 35-37; I Tawarikh 7 : 20 -29; Bilangan 26 : 38 – 65
(Kurun waktu : diperkirakan 1.444 – 1.406 S.M.)
“Tanggung Jawab dan Pemulihan”
download versi word file : Renungan Harian – Tgl 9 Maret
Misalkan Anda harus dirawat di rumah sakit oleh sebab suatu penyakit yang diderita. Juru rawat akan memberikan Anda obat resep, dan secara berkala dokter akan memeriksa kemajuan kesehatan Anda. Pada akhirnya, mungkin Anda diperbolehkan pulang ke rumah, tetapi harus melapor ke dokter secara teratur sampai dokter memastikan bahwa Anda telah sembuh. Anda bertanggung-jawab untuk melaksanakan perintah dokter agar cepat sembuh dan memiliki hidup yang lebih sehat. Anda bertanggung-jawab untuk pemulihan kesehatan Anda. Sama seperti Anda bertanggung-jawab untuk pemulihan kondisi fisik Anda sendiri, maka semua orang yang datang kepada Yesus untuk mendapat penyembuhan rohani, bertanggung jawab atas pemulihan kondisi rohani mereka sendiri (I Yohanes 2 : 1 – 3).
Ummat Israel telah menghabiskan waktu selama empat puluh tahun di padang gurun. Oleh sebab penolakan mereka untuk percaya dan patuh kepada Allah serta untuk pergi menduduki tanah Kanaan, Tanah Perjanjian bagi mereka, maka setiap orang yang berumur dua puluh tahun ke atas harus mati di padang gurun (terkecuali Kaleb dan Yosua); dan anak-anak mereka harus hidup mengembara sebagai penggembala ternak, sampai genap waktu yang ditetapkan TUHAN. Ummat Israel harus membayar akibat dosa mereka. Meskipun demikian, Allah tetap berharap agar ummatNya hidup sesuai standard kekudusanNya. Meskipun ummat Israel harus menanggung hukuman, tetapi Allah telah bermurah hati kepada ummatNya; Ia tetap menyertai ummatNya ketika mereka berada di padang gurun. Allah tidak hanya memberi ummatNya serta hewan ternak mereka air untuk diminum dan makanan untuk dimakan, tetapi Ia juga menjaga ummatNya terhadap segala serangan penyakit dan binatang buas. Allah bahkan melindungi ummatNya juga terhadap ancaman bangsa-bangsa lain, seperti bangsa Moab. Seperti yang telah kita baca dalam Renungan Harian kemarin, Raja Balak yang memerintah atas bangsa Moab, telah meminta jasa Bileam, seorang peramal terkenal pada waktu itu, untuk mengutuki Israel. Namun demikian, Allah melindungi ummat Israel. Ketika Bileam akhirnya sampai di Moab, ia tidak dapat melakukan hal lain apapun selain untuk memberkati ummat Israel, dan ia bahkan telah memberkati Israel sampai tiga kali! Balak menjadi sangat marah, namun ia harus menerima kenyataan bahwa Israel adalah ummat kesayangan Allah dan bahwa Israel berada dalam perlindungan TUHAN. Bileam hanya dapat mengatakan hal-hal yang dikehendaki Allah untuk diucapkannya. Sebagai ganti atas perintah Balak untuk mengutuki ummat Israel, BIleam malahan mengucapkan kutuk terhadap kerajaan Balak dan bangsa-bangsa lain di sekitar mereka. Inilah contoh pengalaman bagi mereka yang mencari pemulihan rohani: Allah adalah perisai dan pertahanan bagi kita (Roma 8 : 31 – 39).
Meskipun Allah melindungi ummat Israel, namun mereka tetap harus bertanggung-jawab atas perbuatan yang mereka lakukan. Bileam kembali ke rumahnya namun kemudian ia kembali lagi ke Moab. Didorong oleh nafsu ketamakan atas uang yang ditawarkan raja Balak, ia pun menyusun rencana lain. “…Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.” (Wahyu 2 : 14).
“(25:1) Sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab. (25:2) Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu. (25:3) Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor (tempat pemujaan bagi dewa Baal), bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel (Bilangan 25 : 1-3).
Murka Allah bangkit atas ummat Israel oleh karena mereka telah berzinah dan melacurkan diri dengan Baal dari Peor, dan mencemarkan diri mereka dalam dosa percabulan (Bilangan 31 : 1- 6). Lalu Allah menulahi ummat Israel, menyebabkan 24.000 orang Israel mati, sampai kemudian Pinehas, cucu imam besar Harun, memohon agar murka Allah surut. Seberapa besarkah kepedulian kita untuk memberi rasa hormat tertinggi bagi Allah? Pada jaman kini banyak orang yang berusaha untuk memahami dosa yang dilakukan orang-orang yang melanggar hukum TUHAN. Mereka berusaha menerima alasan orang tersebut untuk berbuat dosa dan bahkan membelanya, bukannya menegur orang tersebut atas kesalahan yang dilakukannya. Allah adalah Maha Pengasih, tetapi Ia juga melakukan keadilan atas orang yang telah berbuat salah. Ia menghendaki agar kitapun melakukan hal yang sama di dalam kewenangan yang diberikan kepada kita masing-masing (berdasarkan hukum yang berlaku). Kadang-kadang para orang tua harus bertindak sebagai wasit bagi anak-anak mereka dan menghukum jika mereka bersalah. Kadang-kadang para pelatih harus menempatkan pemain di bangku cadangan, karena mereka tidak melakukan tugasnya sebagai anggota team, ataupun jika mereka berkelahi. Para guru harus melakukan tugas pengawasan dan disiplin di kelas. Gereja dan lembaga-lembaga Pemerintah harus melakukan penilaian dan hukum Allah terhadap para anggotanya atau warga negara yang melanggar. Allah menuntut agar kita masing-masing bertanggung-jawab atas setiap tindakan yang kita lakukan (Ibrani 9 : 27; 2 Korintus 5 ; 10).
Dengan membandingkan kitab Bilangan 1 : 44 – 45 dan Bilangan 3 : 39 dengan Bilangan 26 : 51 dan 62, kita melihat bahwa selama periode waktu empat puluh tahun, Allah telah menggantikan setiap orang Israel yang mati di padang gurun dengan gantinya yang baru, dengan jumlah yang sebanding dengan angka kematian tersebut . Kira-kira jumlah anggota pasukan Israel selama periode empat puluh tahun tersebut telah berkurang sebanyak 1.000 jiwa, tetapi jumlah orang Lewi telah bertambah banyak sebesar 1.000 orang pula pada sensus yang ke dua (bahkan setelah terdapat korban jiwa 24.000 orang yang disebabkan oleh tulah/ malapetaka). Hal ini tidak hanya menunjukkan hukuman Allah atas ummatNya, melainkan juga gambaran pengampunan dan kasih setia TUHAN bagi ummatNya. Meskipun ummat Israel telah memberontak terhadap Allah, namun mereka tidak seluruhnya dimusnahkan TUHAN dari muka bumi. Meskipun generasi pertama orang Israel yang keluar dari tanah Mesir telah kehilangan kesempatan untuk masuk ke Tanah Perjanjian, tetapi anak-anak dan cucu-cucu mereka tidak kehlangan kesempatan tersebut; warisan yang diberikan kepada mereka tidak hilang. Kitapun mungkin harus menerima hukuman atas dosa-dosa yang telah kita lakukan, tetapi Allah di dalam kasih karuniaNya, menghendaki pemulihan atas hidup kita dan terus berlanjutnya benih rohani berupa sikap takut akan Allah. Benih rohani yang takut akan Allah berasal dari pemulihan hubungan pribadi dengan Allah melalui karya Yesus Kristus. Ia memberikan pengampunan, kedamaian dan kehidupan rohani yang baru. Kita dapat menghasilkan benih-benih Illahi berupa sikap takut akan Allah, dengan mengatakan kepada anak-anak kita untuk meningkatkan hubungan pribadi mereka dengan TUHAN, dan mengasihi serta mematuhi perintahNya. Bahkan saat kita melakukan kesalahan pun, kita dapat berkata kepada anak-anak kita agar mereka dapat belajar dari segala kesalahan yang telah kita lakukan, setiap kesempatan yang kemudian hilang, dan hukuman yang harus kita tanggung, sehingga kemudian anak-anak kita tidak harus menanggung akibat atas kesalahan yang sama. Allah itu benar dan adil, tetapi Ia juga Allah yang baik dan murah hati.
Untuk Direnungkan dan Dilakukan :
- Allah adalah perisai dan kubu pertahanan bagi kita ;
- Ummat Kristiani memiliki tanggung-jawab untuk menjaga hidup mereka tetap kudus. Berhati-hatilah : Iblis menggunakan cobaan dn godaan seksual sebagai sarana untuk menghancurkan hidup hamba-hamba Allah ;
- Allah menuntut pertanggung-jawaban dari kita masing-masing atas setiap tindakan yang kita lakukan ;
- Kita mungkin akan mengalami pendisiplinan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan, tetapi Allah di dalam kasih karuniaNya, menghendaki agar kita mengalami pemulihan dan terus terpeliharanya benih Illahi sikap takut akan Allah ;
- Benih Illahi dapat dikembangkan melalui hubungan pribadi dengan Allah melalui Yesus Kristus. Ia memberikan pengampunan, kedamaian dan kehidupan rohani yang baru bagi kita ;
- Kita dapat menghasilkan benih-benih Illahi sikap hidup yang takut akan Allah, dengan mengatakan kepada anak-anak kita untuk bertumbuh di dalam hubungan pribadi mereka dengan TUHAN, untuk mengasihi dan mematuhiNya, dan agar mereka belajar dari setiap kesalahan yang kita lakukan ;
- Allah itu benar dan adil, tetapi Ia juga Allah yang baik dan murah hati.
Pertanyaan Untuk Diskusi :
- Melalui pelajaran Renungan Harian hari ini, kita telah diperingatkan agar waspada terhadap “tipuan Bileam’ (Wahyu 2 : 14), untuk menjauhkan diri dari setiap bentuk ‘penyembahan berhala’ dan perzinahan. Ketika Allah melihat jauh ke dalam hati kita, sama seperti Ia telah melihat kebulatan hati Pinehas untuk menjunjung tinggi kehormatan nama Allah, seberapa besarkah Ia akan mendapati sikap hati kita untuk menghormati namaNya? Seberapa besarkah komitmen kita untuk menjauhkan diri dari berhala-berhala masa kini yang menggantikan prioritas hidup kita untuk menghormati dan menempatkan Allah sebagai yang terutama di dalam setiap aktivitas hidup kita di dunia ini? Bagaimana hal nya dengan pencemaran-pencemaran rohani ataupun hal-hal yang mengarah kepada pencemaran seksual; apakah prinsip hidup kita sudah mulai tercemar dengan lingkungan sekitar kita? Bagaimana cara terbaik untuk dapat tetap hidup kudus sesuai standard Allah?
Ayat Hafalan Hari Ini :
- Yehezkiel 18 : 32 “Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!”
