“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.”
(1 Korintus 9:24-25)
Rasul Paulus menggambarkan kehidupan kekristenan seperti sebuah arena pertandingan lari. Lari yang dimaksud lari jarak panjang yang ditempuh cukup jauh dengan medan yang bermacam macam tidak hanya rata tetapi ada naik, turun, serta ada rintangan dan melewati jalan yang curam. Untuk ini setiap umat manusia, diundang oleh Tuhan untuk menjadi peserta. Kita melihat kenyataan ada orang yang mau ikut menjadi peserta, ada yang mau ikut tetapi tidak ada motivasi untuk menjadi pemenang bahkan ada yang menolak menjadi peserta. Sudah tentu yang mau menerima menjadi peserta dan mempunyai dorongan secara sadar untuk menjadi pemenang maka akan lari sedemikian rupa sehingga memperoleh hadiah. Tetapi ada yang mau menjadi peserta tetapi tidak bisa menguasai dirinya, dikhawatirkan tidak mencapai garis akhir apalagi yang menolak, tidak menanggapi menjadi peserta pasti tidak akan mencapai garis akhir yang ditentukan. Dalam kitab Matius 22:14 dikatakan : “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih”.
Panggilan Allah kepada setiap manusia adalah untuk memperoleh keselamatan. Yang menanggapi panggilan Allah, bertobat dari dosanya dan percaya kepada Kristus, hanya sedikit orang yang sungguh sungguh dipilih untuk menerima kehormatan ini. Bila kita menerima menjadi peserta maka kita secara aktif untuk mentaati dan bertanggung jawab atas sikap tidak mengindahkan, pemberontakan dan keangkuhan.
Dalam menguasai diri bukan berarti kita berlatih untuk memperoleh keselamatan. Kita menyadari bahwa keselamatan adalah karunia Tuhan maka segala prioritas, dan hal-hal yang kita kejar dalam pandangan kehidupan kekristenan berubah. Kehidupan duniawi dengan latihan sekeras apapun akhirnya kejayaan tidak kekal. Kita ada kesempatan hidup dalam Yesus akan membawa mahkota yang abadi. Mari kita perlu setia menempuh perlombaan iman kita masing masing dengan kekuatan dari Allah.
Tuhan Yesus memberkati. Amin
(MS12112022)
Pokok Doa:
- Pemerintah Indonesia dalam menangani kesehatan masyarakat akibat Covid-19, gagal ginjal akut dan bencana alam yang sedang melanda;
- Pelayanan sosial GBIK melalui Pan Tolong menolong, Klinik Siloam: para petugas diberi hikmat, semangat proaktif, kebijaksanaan, serta empati kepada Jemaat memerlukan pertolongan;
- Jemaat GBIK yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga. Tuhan menolong dan memberkati dengan sukacita.
Pokok Doa Cabang BERSINAR, Kisaran, Sumatera Utara
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdt. Lammartua Simamora;
- Mengucap syukur atas: dukungan para donatur untuk pembelian lahan di Kisaran dan komitmen jemaat dalam pemberian janji iman dalam pembelian lahan samping gereja tempat parkir;
- Mengucap syukur KMBI sudah bisa berjalan sendiri serta terus doakan penjangkauan pemuda;
- Panitia Natal tahun 2022 sudah terbentuk dan pengadaan janji iman jemaat utk biaya Natal 2022;
- Mobilisasi guru SM, agar ada jemaat yang terbeban mengajar di SM pemuda.
