“Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “ikulah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.””
(Matius 8:21-22)
Dalam Matius 8:19-20 menceritakan dua orang yang hendak mengikut Tuhan Yesus. Pertama seorang ahli taurat menyatakan keinginannya hendak mengikut Tuhan Yesus kemana pun Ia pegi. Tuhan Yesus memberikan jawaban dengan berkata “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya”. Tidak diceritakan apakah pada akhirnya ahli Taurat tadi mengikut Yesus atau tidak, akan tetapi hal yang harus di pahami dari perkataan Tuhan Yesus adalah tuntutan jika seseorang ingin mengikut Tuhan Yesus tidaklah mencari kenyamanan.
Lalu yang kedua jawaban Tuhan Yesus kepada seorang murid-Nya yang meminta izin kepada Yesus hendak pergi menguburkan ayahnya, sekali lagi jawaban Tuhan Yesus yang sangat mengejutkan. Ia berkata “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka”. Jawaban Tuhan Yesus yang terasa keras dan jika dipikirkan tidak dapat diterima, akan tetapi maksud dari Tuhan Yesus atas perkataan-Nya ialah barangsiapa hendak mengikut Yesus haruslah berani meninggalkan segala sesuatu secara total tidak setengah-setengah walaupun harus meninggalkan segalanya. Pada Matius 10:37 Yesus berkata “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibu-nya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku: dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagiku”. Mengikut Tuhan Yesus membutuhkan keseriusan, adanya tantangan untuk berani mengambil sikap memberikan kehidupannya untuk Tuhan Yesus secara totalitas.
Saat ini marilah kita melihat motivasi dalam diri kita, baiknya kita sebagai orang Kristen yang sudah mengambil keputusan untuk ikut Tuhan Yesus haruslah secara total tidak setengah-setengah. Jika boleh mengambil contoh Paulus bisa menjadi salah satu tokoh yang bisa kita teladani dalam pelayanannya. Ia berani meninggalkan semua kenyamanannya, memberikan hidupnya secara total untuk mengikut Tuhan Yesus dan melasanakan perintah dari Tuhan.
(KS10112922)
Pokok Doa:
- Perekonomian di Indonesia agar ekspor impor industri dapat mengatasi tantangan pelemahan rupiah, kiranya tidak berdampak pada PHK karyawan dan perekonomian Indonesia tetap stabil;
- GBIK terus memelihara Iman Jemaat di Induk Cabang dan Pos PI, jemaat bertumbuh dewasa dalam iman dan bertanggung jawab akan tugas kewajibannya bagi kemuliaan Tuhan;
- Peringatan Hari Pahlawan kiranya membangun semangat juang untuk memajukan bangsa dan menjaga persatuan kesatuan NKRI;
- Jemaat yang sedang mengharapkan buah hati dalam rumah tangga, mencari pekerjaan, mencari pasangan hidup, mengembangkan usaha, diberkati Tuhan dengan jawaban sesuai kehendak-Nya.
Pokok Doa Sdr. Nauval Hadhi Syahputra (Mahasiswa STBI yang disponsori GBIK)

Klik disini untuk profile lengkap ![]()
- Bersyukur bisa mengikuti perkuliahan dengan baik;
- Persiapan UAS;
- Pelayanan di GBI Krapyak;
- Kesehatan keluarga di Surabaya;
- Kesehatan pribadi.
