”Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.”
(1 Petrus 1: 22,23)
Saya hampir yakin Anda setuju bahwa masyarakat kita sekarang kurang akrab. Hubungan pribadi digantikan dengan virtual dan teknologi. Masyarakat lebih suka berkomunikasi menggunakan teknologi daripada berkomunikasi secara tatap muka. Menjadi teman masa kini tidak lagi seakrab seperti teman masa lalu. Anda bisa menjadi teman di “facebook” tetapi tidak lagi seperti teman di masa dahulu. Menyukai seseorang masa kini tidak lagi sama seperti masa lalu. Anda bisa mengklik suka (“like”) seseorang di instagram” tetapi belum tentu Anda sungguh-sungguh menyukai orang itu seperti masa lampau. Anda mengklik “follower” di Twitter namun belum tentu Anda sungguh-sungguh menjadi pengikut orang itu seperti masa sebelum masa kini. Ucapan-ucapan itu sangat berubah kadarnya. Yang benar adalah Anda bisa menyukai dan menjadi teman atau pengikut ratusan orang di media sosial tetapi sesungguhnya Anda tidak punya banyak teman yang sejati.
Rupanya kemajuan teknologi telah membawa dampak yang sangat luar biasa dalam kwalitas hubungan masyarakat. Keluarga bisa duduk bersama di ruang keluarga atau di sekitar meja makan, tetapi masing-masing anggota keluarga sibuk dengan gadget masing-masing. Kita bisa berkumpul bersama-sama tetapi tidak saling berkomunikasi. Masing-masing berkomunikasi dengan layar kaca HP – berkomunikasi secara virtual dan tidak secara tatap muka /pribadi.
Puji Tuhan, Allah memberi kita gereja. Di gereja kita bisa menikmati hubungan kasih yang jauh lebih akrab dibandingkan dengan hubungan-hubungan sosial lainnya. Di gereja kita bisa bergaul secara tatap muka dan bukan dengan cara virtual. Di gereja kita bisa menikmati hubungan kasih persaudaraan yang sebenarnya.
Mazmur 68 menyatakan kepada kita bahwa Allah menjalin hubungan erat dengan orang-orang yang terpinggirkan. “Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya! Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul” .(Mazmur 68: 5-7), Allah membawa mereka yang terpinggirkan ini ke dalam hubungan keluarga. Allah menjadi Bapa bagi anak yatim piatu, Pelindung bagi para janda, memberi tempat tinggal bagi orang-orang sebatang kara, serta mengeluarkan orang tahanan sehingga mereka bahagia. Ada hubungan personal yang erat, yang tidak bisa diperoleh melalui internet atau komputer.
Dalam suasana itu mari meninjau Surat 1 Petrus pasal 1. Surat ini ditulis oleh Rasul Petrus yang sebelumnya bernama Simon. Tuhan Yesus memberinya nama baru Petrus yang artinya batu. Petrus pernah menyangkal Yesus tiga kali. Tetapi kemudian dia menangis dan bertobat. Setelah Tuhan Yesus bangkit dan bertemu dengan Petrus, Tuhan Yesus bertanya kepadanya sampai tiga kali: “Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (Yohanes 21:15-17). Tuhan Yesus menyatakan kasih-Nya kepada Petrus. Yesus mengampuni dia dan menerimanya kembali ke dalam pelayanan. Petrus diberi tugas untuk menggembalakan pengikut-pengikut Kristus.
Dari pengalamannya itu Petrus menasihati kita: “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” (1 Petrus 1:22,23).
Saudara-saudara, kita yang telah diselamatkan dan telah mengalami kelahiran baru di dalam Tuhan Yesus, marilah kita bersungguh-sungguh saling mengasihi, yaitu mengasihi dengan segenap hati.
(JET07102022)
Pokok Doa:
- Para guru SM diberikan hikmat untuk mengajar dan persiapan yang menguatkan;
- Para pengurus KMBI yang mempersiapkan pelaksanaan Pekan Pemuda 2022;
- Program Pemerintah dalam bidang industri kecil diberi hikmat Tuhan untuk terus menolong dan mensejahterakan masyarakat.
Pokok Doa Cabang PINTU GERBANG SURGA, Suku Anak Dalam, Bengkulu
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Fredy Sipayung serta keluarga;
- Kelas Sekolah Minggu Dewasa yang diadakan jam 9 pagi dapat terus berjalan;
- Target rata-rata kehadiran Ibadah Minggu mencapai 45 orang dapat tercapai
- Persiapan rangkaian perayaan Natal;
- Renovasi atap gereja dapat selesai pada akhir bulan Oktober.
