“Pujilah TUHAN hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”
Mazmur 103:2
Kita semua tau bahwa anjing merupakan salah satu hewan yang setia kepada pemiliknya, bahkan mereka tidak segan – segan untuk mempertontonkan kesetiaannya dikondisi sulit sekalipun. Kesetiaan dari anjing tersebut didasarkan karena mereka menganggap pemiliknya sebagai satu – satunya pemelihara, penyedia dan penolong mereka. Bahkan tidak jarang kita melihat banyak sekali contoh – contoh kisah dari kesetiaan seekor anjing kepada pemiliknya. Dengan contoh tersebut maka kita mendapatkan pesan kehidupan yang begitu indah bahwa kesetiaan merupakan sebuah harga yang perlu kita bayar untuk menunjukkan rasa cinta kepada Sang Pemelihara.
Namun mempraktikan kesetiaan bukanlah sebuah hal yang mudah, bahkan terkadang orang percaya tidak dapat berlaku setia saat mereka berada dalam situasi yang mudah; apalagi jika mereka berada disituasi yang sulit.
“Bahkan terkadang orang percaya terbuai dalam kenyamanan berkat sampai lupa untuk setia kepada Sang Pemberi Berkat”
Kisah yang terdapat dalam Daniel 3 merupakan sebuah kisah kesetiaan yang perlu kita contoh; dimana Sadrakh, Mesakh dan Abednego memilih untuk setia kepada Allah ditengah tekanan yang mengancam kehidupan. Keputusan untuk setia yang mereka ambil didasarkan pada pengalaman – pengalaman bersama Allah dimasa lampau dan keyakinan teguh bahwa Allah pasti akan memberikan jawaban terbaik kepada mereka sehingga mereka memiliki keyakinan teguh kepada Allah yang didasarkan pada otoritas-Nya saja (Dan.3:16-18). Kisah ketiga tokoh iman tersebut memberikan sebuah pesan penting bahwa orang percaya perlu kembali mengingat masa – masa dimana Allah pernah menolong, menyertai, memberi mujizat dan jalan keluar terhadap segala sesuatu yang ada didalam kehidupan orang percaya; tujuannya adalah agar orang percaya dapat sadar bahwa ‘dulu Allah telah menolongku melewati situasi yang sulit dan Allah yang sama akan membawaku melewati masa sulit sekarang ini’.
Ingatan kita akan kebesaran Allah dimasa lampau (Mzm.103:2; Yak.1:17; Rm.8:28) akan membawa kita kepada kehidupan kekristenan yang didasarkan pada otoritas Allah, pertolongan dan pemeliharaan Allah sehingga kita akhirnya dapat memilih untuk setia karena kita telah mengetahui fakta – fakta tentang kebaikan Allah.
Seperti seekor anjing yang dapat setia kepada pemiliknya karena anjing tau bahwa pemiliknya adalah pemeliharanya, maka orang percaya juga seharusnya dapat setia kepada Allah karena Allah adalah pemelihara kita. Sama seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang memilih setia karena telah berpengalaman dengan Allah, maka sudah seharusnya kita juga dapat melakukannya karena kita pun pernah berpengalaman dengan Allah untuk melewati berbagai hal sulit dimasa lampau dengan kasih, kuasa, berkat, penyertaan dan pemeliharaan-Nya.
“Ketika kita setia, Allah terlebih setia. Ketika kita setia, berkat yang dari pada-Nya tersedia bagi kita. Ketika kita setia, maka Allah tidak akan memalingkan muka-Nya. Setialah senantiasa dengan mengingat perbuatan – perbuatan ajaib yang telah Allah lakukan dimasa lampau dan setialah senantiasa dengan memandang kedepan bahwa Allah akan memelihara kita dengan kasih kuasa-Nya”
Tuhan Yesus memberkati
YG280725
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 28 Juli 2025
1. Mengucap syukur telah terlaksananya upacara baptisan, kiranya 5 saudara kita yang baru dibaptis boleh terus bertumbuh Imannya.
2. Berdoa untuk anak-anak muda GBIK yang bersekolah di luar kota atau di luar negeri boleh terus setia beribadah dan melayani Tuhan Yesus.
3. Berdoa untuk pemerintah Indonesia dalam membuat program-program yang ada berpihak kepada rakyat.
Pokok Doa untuk Cabang Alfa Omega, Gamhoku – Halmahera Utara
1. Mengucap syukur untuk berkat Tuhan dalam setiap pekerjaan jemaat di Perusahaan, maupun di kebun dan berdagang, kiranya Tuhan selalu memberkati mata pencaharian jemaat. Doakan juga jemaat yang sedang mencari pekerjaan, Tuhan menunjukkan jalan berkat.
2. Berdoa untuk remaja yang belum dibaptis, semoga ada perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus dan mau memberi diri dibaptiskan tahun ini.
3. Berdoa untuk Gembala Sidang (Sdr. Nehemia Abdiel) supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kebijaksanaan untuk dapat terus melayani dengan penuh sukacita dan sepenuh hati untuk memajukan kualitas dan kuantitas jemaat.
