“Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan”
(Maleakhi 3:8-10)
Persepuluhan dan persembahan serta pengabdian adalah ujian dari Tuhan. Allah menguji hati anak-anak-Nya. Pikirkan dalam-dalam pernyataan ini. Firman Tuhan dalam Ulangan 6:16: “Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa. Demikian juga dalam Matius 4:7 tertera ajaran Tuhan Yesus: “Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Kita tidak boleh mencobai Tuhan. Satu-satunya ayat dalam firman Tuhan yang mengijinkan kita mencobai /menguji Allah adalah dalam hal pengabdian serta persepuluhan dan persembahan.
Kita sering mendengar saudara-saudara seiman kita berkata bahwa ajaran untuk memberikan persepuluhan itu adalah ajaran Perjanjian Lama. Tidak ada perintah dalam Perjanjian Baru untuk memberikan persepuluhan. Pernyataan itu tidak benar sepenuhnya. Pada zaman Tuhan Yesus ada di dunia ini orang-orang Yahudi masih tetap memberikan persepuluhan. Tuhan Yesus mengingatkan ahli-ahli Torat dan orang Farisi: “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan”. (Matius 23:23).
Selain itu sebagaimana kita ketahui, penentang-penentang Tuhan Yesus selalu berusaha mencari kesalahan Tuhan Yesus. Mereka menuduh Tuhan Yesus melanggar hari Sabat karena menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Mereka menyalibkan Tuhan Yesus sebab mereka menuduh Tuhan Yesus menghujat Allah karena Yesus menyebut diri-Nya sebagai Anak Allah. Tetapi tidak satu kalipun mereka menuduh Tuhan Yesus melanggar hukum Torat karena tidak memberikan persepuluhan atau persembahan . Jadi itu berarti Tuhan Yesus mengajarkan tentang persepuluhan dan menaatinya.
Dalam suratnya yang kedua kepada orang Kristen di Korintus, Rasul Paulus mengajar bahwa yang sangat penting dalam memberi persembahan bukanlah karena diperintahkan, tetapi sebagai ujian keiklasan kita untuk membantu pekerjaan Tuhan. Mari memperhatikan 2 Korintus 8:7-9: “Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, — dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini. Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu. Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”
Rasul Paulus menyatakan bahwa kita yang mempercayai Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, kita telah mengenal dan mengalami kasih karunia Tuhan Yesus. Yesus itu kaya. Dialah pemilik alam semesta ini. Dia adalah Raja di atas segala raja. Tetapi karena kasih-Nya kepada kita Dia rela datang ke dunia ini sebagai orang miskin. Karena itu marilah kita dengan penuh kerelaan yang digerakkan oleh kasih, rela juga memberikan persepuluhan atau persembahan kita untuk menyokong pekerjaan Tuhan dan menolong sesama kita yang memerlukan bantuan/sokongan kita. Setiap kali kita mengembalikan persepuluhan dan persembahan, marilah kita menguji diri kita, apakah kita mengasihi seperti Kristus yang mengasihi kita, sehingga Dia rela mengorbankan diri-Nya untuk menebus dosa kita. Sebenarnya persepuluhan dan persembahan kita sangat tidak sebanding dengan besarnya pengorbanan Tuhan Yesus karena kasih-Nya kepada kita.
(JET25112022)
Pokok Doa:
- Ibadah Doa Fajar besok dan juga para pelayan Tuhan yang bertugas semoga menjadi berkat untuk jemaat yang hadir;
- Pelaksanaan Rakor Pembahasan Program dan Anggaran 2023 dapat berjalan dengan baik;
- Para pemimpin NKRI MPR, DPR, Presiden beserta Wakilnya dan para Menteri agar dapat menjalankan tugas dengan baik terlebih untuk kesejahteraan rakyat Indonesia;
- Pelayanan rumah sakit dan tenaga medis dalam menolong korban gempa Cianjur. Penyaluran bantuan dan logistik dapat terdistribusi dengan baik.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat

- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Bima Iryanto serta keluarga;
- Bersyukur untuk: pelayanan Oktober, pelaksanaan Upacara Baptisan untuk 4 orang dan Upacara Perjamuan Tuhan tanggal 30 Oktober 22 serta penggabungan diri 1 orang anggota jemaat baru;
- Rencana membeli LCD;
- Pertobatan jemaat yang mengikut pasukan merah (aliran animisme) sehingga mulai tidak aktif mengikuti kegiatan gereja;
- 5 orang anggota baru semakin taat dan mengalami pertumbuhan iman serta kerohaniannya: Bpk. Ng Lo Soi, Sdr. Tira Wasti Simamora, Sdr. Hermanto, Sdr. Gabriel Danel, Ibu Veronika Rohana.
