“Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.”
(1 Kor. 7: 23)
Mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan Yesus yang kita sembah, yang kita layani adalah bentuk pengabdian yang tidak bisa kita lupakan. Pengabdian kita kepada Tuhan adalah sesuatu yang mutlak kita wajib kerjakan, karena jelas dalam ayat nats hari ini dijelaskan kita ini orang berdosa yang seharusnya mendapat hukuman akibat dosa tersebut, namun karena kasih-Nya kita telah ditebus dan harganya telah lunas dibayar dengan darah yang tercurah di bukit Golgota.
Sebagai hamba Allah kita harus melaksanakan apa yang menjadi kehendak-Nya yakni mengabdi kepada-Nya. Berikut ini kita uraikan tiga prinsip pengabdian yakni:
- Segala sesuatu milik Allah. Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa dunia dan segala isinya adalah kepunyaan-Nya. Apa yang ada pada kita sekarang ini adalah milik Tuhan yang Tuhan percayakan kepada kita untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. “Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya.” (Mzm. 20: 12).
- Kita wajib menggunakan apa yang ada pada kita sesuai dengan kehendak-Nya. Milik Tuhan yang Tuhan titipkan, janganlah kita akui sebagai milik mutlak kita, kita hanya diberi hak untuk memakai dan menggunakannya sesuai dengan kehendak-Nya. Jangan pergunakan milik Allah itu untuk semata-mata kesenangan diri kita, kita harus menjaga agar Allah tidak murka. “Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, ….. “ (Kis. 4: 32).
- Kita wajib memberi pertanggung-jawaban atas penggunaan milik Allah. Penggunaan milik Allah, pada saatnya harus kita pertanggung-jawabkan. Ini adalah sesuatu yang wajar, karena pemilik berhak meminta pertanggung-jawaban pemakaian milik kepunyaannya. Perumpamaan tentang uang mina yang diajarkan Tuhan Yesus (Luk. 19: 11-27) mendorong kita untuk menggunakan milik Tuhan yang ada pada kita sebaik-baiknya, agar hidup kita berkenan kepada-Nya.
Dengan tiga prinsip pengabdian tersebut di atas, menyadarkan kita perlunya menyadari keberadaan kita sebagai hamba Allah. Sebagai hamba Allah kita harus menyadari untuk melakukan apa yang dikehendaki Allah terhadap talenta yang Allah anugerahkan kepada kita, sehingga hidup kita makin berkenan kepada Allah. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI22112022)
Pokok Doa:
- Segera terselesaikannya permasalahan gagal ginjal akut anak, sehingga tidak terjadi korban lagi;
- Pelaksanaan Ibadah Doa Rabu secara onsite dapat berjalan dengan lancar, dan jemaat terberkati;
- Persiapan PAS anak-anak sekolah Jemaat GBIK, dan dapat belajar dengan fokus.
Pokok Doa Cabang SEBETUNG, Kalimantan Barat

