”Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.”
(Ef. 4: 2)
Manusia adalah makhluk sosial, karenanya agar dapat menjadi manusia yang normal haruslah hidup dalam lingkungan manusia lain atau masyarakat. Jika manusia tidak tinggal dalam lingkungan manusia lain/masyarakat, maka dipastikan manusia tersebut tidak akan dapat menjadi manusia yang normal. Pendapat itu sudah disampaikan ahli filsafat Yunani kuno pada masa hidupnya, Aristoteles. Apakah benar demikian? Bagaimana kekristenan menyikapi hal tersebut?
Rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat di Galatia mengatakan: “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Gal. 6: 2). Dengan jelas Paulus menyatakan, Kristus sebagai Kepala Gereja memiliki hukum, aturan, pengajaran-pengajaran yang mengajar kita untuk saling membantu/menolong dalam menanggung beban, masalah maupun persoalan yang sulit dipecahkan/diselesaikan sendiri. Ini berarti setiap orang harus berada di lingkungan manusia lain/masyarakat agar dapat melakukan kewajibannya sebagai makhluk sosial tersebut.
Lebih jelas lagi, Paulus mengatakan pengajarannya dalam ayat nats hari ini: “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” (Ef. 4: 2). Karakter kristiani yang disebutkan dalam ayat tersebut yakni rendah hati, lemah lembut dan sabar, itu semua berhubungan dengan orang lain. Artinya karakter tersebut dipakai dalam berkomunikasi dengan orang lain, jika seorang diri karakter tersebut tidaklah terlalu berarti bagi diri sendiri secara pribadi. Justru dalam kebersamaannya dengan orang lain dalam suatu komunitas, karakter itu dipakai untuk menunjukkan siapakah jati diri kita. Jika karakter tersebut di atas dapat dilakukan dalam kehidupan bersama, maka tindakan hal saling memperhatikan, saling membantu merupakan wujud nyata karakter tersebut. Dengan demikian nyatalah hidup yang saling mengasihi di antara kita.
Bapak, Ibu dan Saudara/i pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, gereja kita memberi kesempatan seluas-luasnya untuk kita wujudkan pengajaran/hukum yang diberikan Tuhan Yesus kepada kita. Mari kita pergunakan setiap kegiatan gereja melalui panitia-panitia terkait untuk menjadikan kita hidup yang saling memperhatikan dan saling membantu dalam beban dan masalah kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI27092022)
Pokok Doa:
- Bersyukur untuk WBI dan PBI yang bersekutu untuk pertumbuhan Iman jemaat;
- Pelaksanaan WBI dan PBI hari ini dapat berjalan baik dan dihadiri banyak jemaat;
- Program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dijauhkan dari praktek korupsi dan kolusi, mendorong pertumbuhan ekonomi berbagai sektor.
Pokok Doa TPW FILADELFIA, Todokuiha, Halmahera Utara
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Daniel Assa serta keluarga;
- Kesetiaan jemaat dalam berbakti dan ikut melayani;
- Pemulihan kesehatan jemaat yang sedang sakit;
- Jemaat yang sedang undur, agar aktif kembali.
