“Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.”
(Lukas 2:36-37)
Ada banyak aktifitas dalam hidup kita yang dibatasi oleh usia. Misalnya batas usia seorang Jaksa Agung adalah 65 tahun, seorang guru 60 tahun, seorang polisi 58 tahun, dan kalau mempunyai keahlian khusus dan masih diperlukan bisa diperpanjang sampai usia 60 tahun. Tidak cukup tempat dalam SRHI kita hari ini untuk mendaftarkan semua profesi dengan batas usia masing-masing untuk beraktifitas.
Apakah ada batas usia orang untuk beribadah kepada Tuhan? Dalam Kitab Injil Lukas 2:36-38 kita membaca tentang seorang yang bernama Hana. Dia seorang nabiah dari suku Asyer. Namanya berarti “rahmat” atau “ramah”, dan seperti namanya, begitu juga Hana. Hana seorang wanita yang anggun, yang memiliki kasih karunia dari Allah, dan merupakan penyiar kabar gembira tentang kasih karunia dan penebusan oleh Kristus, kepada orang di sekelilingnya. Lebih daripada itu, dia juga adalah seorang nabiah. Hana memiliki usia yang luar biasa.
Kalau kita memerhatikan versi ini dalam Alkitab Bahasa Inggris versi King James: “And there was one Anna, a prophetess, the daughter of Phanuel, of the tribe of Asher: she was of a great age, and had lived with an husband seven years from her virginity; And she was a widow of about fourscore and four years, which departed not from the temple, but served God with fastings and prayers night and day. (Luke 2:36,37 KJV). Ada beberapa penafsir yang menafsirkan ayat ini menyatakan bahwa Hana adalah seorang anak gadis yang memelihara kekudusan hidupnya. Salah satu syarat untuk menjadi nabi ialah dia seorang yang menikah dengan seorang perawan. Jadi dituntut seorang yang hidup kudus di hadapan Tuhan. Hana menjanda selama 84 tahun setelah dia menikah dengan suaminya selama 7 tahun. Kalau diasumsikan gadis Yahudi mulai menikah pada umur 12 tahun, maka itu berarti Hana dalam ayat ini berusia lebih dari 100 tahun. (sekali lagi ini penafsiran beberapa peneliti Alkitab.) Bagaimanapun apakah Hana beruasia 84 tahun atau lebih 100 tahun, Hana sudah sangat lanjut usia dan masih setia beribadah, berdoa dan berpuasa siang malam di Bait Allah.
Ternyata Hana adalah seorang wanita yang sangat luar biasa. Tidak banyak wanita yang dicatat dalam Alkitab sebagai seorang Nabi yang memberitakan nubuat tentang Mesias. Apalagi setelah masa Maleakhi, tidak ada lagi nabi yang bernubuat tentang Mesias, tetapi Hana tetap menantikan Mesias dan bernubuat tentang Mesias: “Tepat pada waktu itu juga ia datang, lalu memuji Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan saatnya Allah memerdekakan Yerusalem.” (Lukas 2:38).
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, setelah merenungkan kehidupan Hana yang istimewa, mari menjawab beberapa pertanyaan berikut ini. Berapa usia Anda saat ini? Telah berapa lama Anda menjadi pengikut Tuhan Yesus? Apakah Anda masih setia beribadah kepada Tuhan? Adakah juga sesuatu yang Anda lakukan sebagai pelayanan kepada Tuhan? Mari menggunakan waktu yang Tuhan berikan kepada kita sebagai kesempatan untuk beribadah dan melayani Dia.
Dalam Kitab Yosua 24:31 tertulis: “Orang Israel beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang mengenal segenap perbuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.” Luar biasa. Orang Israel tetap beribadah kepada Allah walaupun pemimpin mereka sudah tidak ada. Mereka tetap beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman para tua-tua mereka yang hidupnya lebih lama dari Yosua. Ini menyatkan bahwa tidak ada batas usia untuk tetap beribadah kepada Tuhan. Mari tetap setia beribadah dan melayani Tuhan sampai Tuhan memanggil kita pulang ke Rumah-Nya untuk melanjutkan pelayanan kita bersama DIA di sorga. Tetaplah setia beribadah.
(JET5082022)
Pokok Doa:
- Orang yang sakit baik ringan ataupun berat sehingga tidak dapat beraktivitas dapat dipulihkan dan disembuhkan dan dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala;
- Keamanan NKRI, baik diperkotaan hingga pelosok negeri tetap aman terkendali, setiap aparatur yang ada dari TNI-POLRI hingga swadaya masyarakat diberikan hikmat dari Tuhan;
- Kegiatan Ibadah Doa Fajar esok hari, jemaat dapat hadir untuk saling mendoakan, menguatkan dan terberkati oleh Firman Tuhan.
Pokok Doa Cabang LYMAN MUNSON, Sibolga, Sumatera Utara
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdt. Daniel Hutagaol serta keluarga;
- Mengucapsyukur Acara SIL: 28-30 Juni diberkati Tuhan dan berjalan dengan baik karena pertolongan Tuhan;
- Jemaat semakin bertumbuh dalam iman;
- Pelaksanaan Doa Berantai dan Doa Puasa bulan Agustus 2022.
