“…. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaran kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, ….”
(Rm. 5: 3-4)
Beberapa pelari jarak jauh merasa bersyukur mendapat porsi latihan yang sangat berat. Di antara mereka ada yang mengatakan latihan adalah kesengsaraan yang membawa kebahagiaan. Apa maksudnya? Mereka bertekun dalam latihan berat (kesengsaraan), demi mendapatkan hasil yang maksimal, sehingga dapat menjadi juara (kebahagiaan) dalam lomba lari tingkat dunia yang mereka ikuti.
“Tekun” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti rajin, keras hati, dan bersungguh-sungguh. Sedangkan turunannya “ketekunan” berarti perihal tekun, kekerasan dan kesungguhan (dalam bekerja), keasyikan. Ini berarti bahwa ketekunan itu berbicara akan kekerasan dan kesungguhan dalam melakukan sesuatu. Sesuatu itu dilaksanakan dalam rangka mencapai kondisi yang diharapkan terjadi pada dirinya. Dalam melakukan sesuatu itu orang harus tahan uji, tahan uji dalam arti “sudah terbukti kebaikannya, mutunya atau kekuatannya”. Penulis kitab Roma jelas menyatakan bahwa ketekunan dan tahan uji merupakan dua hal yang saling mengkait dan tidak dapat dipisahkan.
Tekun dalam beribadah, merupakan sesuatu yang disarankan, diajarkan Alkitab bagi semua orang percaya. Mengapa? Karena jelas ketekunan beribadah akan menjadikannya tahan uji, yang membuktikan kualitas iman dan keyakinannya. Daniel karena ketekunannya beribadah kepada Tuhan membuktikan kwalitas imannya sungguh kuat. Pada saat ada perintah tidak boleh beribadah, dia tetap melaksanakan ibadah karena ketekunannya, sekalipun akibatnya ia harus masuk dalam kandang singa. Tuhan menolongnya di saat ia dimasukkan dalam kandang singa. Akhirnya Raja Darius mengangkat Daniel dengan kedudukan tinggi pada masa pemerintahannya. (Dan. 6: 1-29).
Bagaimana dengan kita sebagai naka-anak Tuhan pada masa sekarang ini? Sudahkan kita memiliki ketekunan yang sungguh-sungguh dalam beribadah? Apakah meningkatnya kembali covid 19 mengurangi ketekunan kita dalam beribadah? Apakah kondisi politik yang semakin memanas menjelang Pilpres, Pilkada dan Pemilu tahun 2024 membuat hati kita takut? Apakah kondisi ekonomi yang tidak menentu membuat kita mengurangi ketekunan kita dalam beribadah? Ingatlah ketekunan menjadikan kita tahan uji, ketekunan menjadikan kita terbukti kekuatan dan kesungguhan kita dalam meyakini dan melayani-Nya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI01082022)
Pokok Doa:
- Bersyukur atas kegiatan-kegiatan gereja yang diselengarakan oleh GS, AGS, Pdt. Emeritus didampingi oleh diakon, para panitia dan organisasi serta karyawan gereja dan satpam dapat bejalan dengan baik dan jemaat terberkati serta kegiatan berikutnya;
- Penanganan covid 19, semoga penyembuhan terhadap covid cepat dan tidak membahayakan nyawa serta rantai penyebaran dapat terputus;
- Perekonomian dapat berjalan dan banyak orang yang dapat penghidupan yang layak serta bersyukur dan memuliakan Tuhan.
Pokok Doa Cabang PURWONEGORO, Jawa Tengah
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Eko Kristianto serta keluarga;
- Mengucap syukur acara Raker yang sudah berjalan dengan baik, perjalanan PP dalam perlindungan Tuhan dan sepulang raker semangat semakin dikobarkan kembali;
- Puji Tuhan gereja sudah mempunyai LCD proyektor, karena menolong jemaat yang usia lanjut dan jemaat yang duduk di bangku belakang;
- Proses perubahan meteran listrik dari umum ke sosial berhasil;
- Jemaat bersama sama berjanji iman untuk pengadaan AC mulai Bulan Agustus;
- Jemaat mendukung kegiatan sekolah minggu dengan pendataan dan penataan yang baik..
