“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.”
(Ef. 4: 2, 7)
Kelima jari yang kita miliki memiliki nama, bentuk dan kegunaan yang berbeda. Jari kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk dan ibu jari, besarnya berbeda, panjangnya berbeda, fungsinya pun berbeda. Mereka tidak saling mengiri satu dengan yang lain karena fungsi yang berbeda-beda itu. Di saat kita perlu mengangkat benda yang berat, diperlukan koordinasi yang baik untuk menggenggam benda berat tersebut, sehingga dapat diangkatnya.
Demikian umat manusia di dunia ini, dari sekian banyak orang, tidak ada orang yang sama persis, sekalipun mereka bersaudara, bahkan kembar sekalipun. Oleh Tuhan mereka diberi pemberian dasar yang kemungkinan sama tetapi juga kemungkinan berbeda. Maksudnya satu orang diberi anugerah yang sama, tetapi ada angerah lain yang dimiliki mereka yang berbeda. Namun di antara umat manusia diperlukan koordinasi yang baik dan seimbang dalam menghadapi berbagai masalah bersama yang terjadi dalam kehidupan bersama.
Dalam Efesus 4: 7 dengan jelas difirmankan bahwa kepada tiap-tiap orang percaya Tuhan menganugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Jadi anugerah yang Tuhan berikan kepada tiap-tiap orang bukanlah karena permintaan orang tersebut, tetapi ukurannya adalah pemberian Kristus. Kristuslah yang memiliki otoritas tunggal dalam hal ini, dan berinisiatif dengan kekayaan dan kemuliaan-Nya memberi anugerah tersebut.
Menyadari akan perbedaan anugerah/pemberian Tuhan, diperlukan adanya kesadaran untuk bersikap rendah hati, lemah lembut, sabar dan saling membantu. Semuanya itu dalam rangka saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Dengan saling membantu maka kelemahan kita masing-masing akan dapat tertutup dengan kelebihan orang lain yang membantunya. Kerjasama seperti inilah yang menimbulkan kehidupan kebersamaan yang sehat dan saling menguntungkan.
Pada akhirnya, melalui kehidupan bersama yang saling membantu, saling melengkapi, kita mendapat merasakan sukacita dan damai sejahtera yang dirindukan setiap orang percaya. Selamat saling menolong, saling melengkapi. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI30052022)
Pokok Doa:
- Bangsa Indonesia dalam memulihkan perekonomian dan kesehatan masyarakat agar berjalan dengan baik, anggaran tercukupi serta ada kebijakan Pemerintah tepat guna yang bermanfaat bagi Rakyat;
- GBIK dalam melaksanakan Seminar Pemimpin Ibadah dan Pemimpin Pujian tanggal 1 Juni 2022 dapat memperlengkapi jemaat dalam setiap Ibadah Gereja. Kiranya kegiatan dapat berjalan dengan baik banyak jemaat yang siap melayani Tuhan;
- Jemaat yang sudah lanjut usia dengan segala keterbatasannya dapat tetap bersyukur, semangat dan selalu gembira di dalam Kristus.
Pokok Doa TPW EKLESIA, Pelita, Halmahera Utara
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Yunus Tuwongadil dan keluarga;
- Kesehatan dan kesetiaan jemaat dalam berbakti dan melayani;
- Pelaksanaan pembangunan Gedung ibadah yang sedang dilaksanakan.
