“Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkahlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.”
(Kis. 13: 2-3)
Persahabatan yang baik akan kelihatan dari kekompakan di saat bagaimana mereka melaksanakan kegiatan bersama-sama. Dalam kegiatan tersebut, akan ketahuan seberapa keterikatan satu dengan yang lain. Itulah sebabnya Barnabas dan Saulus kemudian oleh jemaat Tuhan yang ada di Antiokhia diutus melakukan “proyek bersama” untuk mengabarkan Injil ke seluruh pelosok dunia.
Dalam suatu peribadahan yang diikuti dengan berpuasa, melalui Roh Kudus, Tuhan memberi visi kepada jemaat di Antiokhia untuk mengutus Barnabas dan Saulus pergi memberitakan Kabar Baik ke wilayah lain, sebagai pelaksanaan dari Amanat Agung Tuhan yang tertulis dalam Matius 28: 19-20, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu sampai kepada akhir zaman.”
Mengapa jemaat di Antiokhia menduetkan Barnabas dan Saulus dalam tugas menyampaikan Kabar Baik itu? Alasan logis yang dapat dikemukakan adalah kekompakan mereka dalam persahabatan mereka. Selama satu tahun mereka tinggal di Antiokhia, jelas sekali kekompakan mereka, dan jemaat di Antiokhia melihat dan merasakan apa yang dilakukannya. Secara rohani, Barnabas dan Saulus dipilih oleh Allah melalui “bisikan Roh Kudus” kepada jemaat di Antiokhia untuk tugas istimewa bagi kemuliaan nama-Nya. “Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutetapkan bagi mereka.” Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.” (Kis. 13: 2-3).
Berdasarkan pemahaman tersebut di atas, maka sangat diperlukan orang-orang percaya memiliki sahabat yang saling mendukung dalam pelayanan. Dengan adanya sahabat tersebut, kita dapat memiliki dukungan dalam melaksanakan pelayanan. Dukungan tersebut memberi kekuatan, memberi semangat dan memberi spirit rohani untuk menjalankan tugas pelayanan tersebut. Jika ada kendala dalam pelayanan, apapun itu, maka sahabat baiknya bisa diminta saran, kritikan dan pendapat bagaimana penyelesaiannya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI24052022)
Pokok Doa:
- Ucapan syukur atas semua kegiatan gereja dapat berjalan lancar dan aman di minggu yang lalu;
- Kegiatan persekutuan WBI dan PBI hari ini, jemaat dapat hadir, setia dan mendapatkan makanan rohani yang menyehatkan, memberi kekuatan serta pertumbuhan iman. Pengurus WBI dan PBI dapat melayani dengan hati dan diberikan hikmat Tuhan;
- Gereja-gereja yang ada, lembaga kemasyarakatan yang dimiliki gereja terkhusus organisasi baptis yang melayani masyarakat, membagi kasih, menghadirkan Tuhan melalui kesaksian yang hidup.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Pekerjaan jemaat yang rata-rata petani kiranya boleh Tuhan berkati;
- Jemaat yang masih duduk di bangku pendidikan dilancarkan dalam mengikuti ujian sekolah;
- Kerinduan keluarga gembala sidang boleh dipercayakan Tuhan untuk memiliki anak.
