“Jawab Yesus:’Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?””
(Yoh. 11:25-26)
Gereja kita, Gereja Baptis Indonesia Kebayoran Jakarta pada 15 April 2022 di ibadah Jumat Agung telah mengadakan upacara agung gereja “Perjamuan Tuhan”. Dalam kekristenan, Jumat Agung merupakan peringatan akan kematian Yesus Kristus sebagai bentuk kasih-Nya kepada umat manusia. Meskipun demikian, peristiwa kematian Kristus tidak memiliki makna apa-apa kalau Ia tidak bangkit. Mengapa demikian? Karena jika Yesus Kristus tidak bangkit dari antara orang mati maka sia-sialah pemberitaan Injil dan kepercayaan kita kepada-Nya (1 Kor. 15:14).
Yohanes 11:25, Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”. Paskah bukanlah tentang telur berwarna-warni seperti yang dilakukan oleh anak-anak sekolah minggu, memakai baju berwarna cerah, atau menikmati hidangan besar. Paskah adalah tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Bagi sebagian orang, Paskah adalah hari spesial, hari dimana mereka bisa menghabiskannya bersama keluarga dan teman-teman. Tapi bagi yang lain Paskah menjadi hari yang menyedihkan, karena Paskah mengingatkan mereka akan orang-orang terkasih yang telah meninggalkan mereka dan yang begitu mereka rindukan.
Kematian tampak begitu kejam, begitu keras, dan bagaikan akhir dari segalanya. Itulah yang para murid rasakan ketika mereka melihat Tuhan, yang demi mengikut Dia mereka rela meninggalkan segalanya (Mrk. 10:28), tengah tergantung di kayu salib. Hati mereka sangat hancur dan kematian-Nya telah menghancurkan mereka. Ketika mereka mengenang kenangan bersama-Nya, mereka teringat satu peristiwa dan satu pernyataan penting yang Yesus buat sebelum Dia pergi. Mereka ingat Yesus berdiri di makam sahabat-Nya, Lazarus. Mereka ingat Yesus melakukan sesuatu yang sama sekali tak terduga: Ia menangis (Lihat Yoh. 11:35). Yesus menangis, karena Dia tahu kematian bukanlah bagian dari rencana Allah yang semula. Pada mulanya, umat manusia tidak diciptakan untuk menjadi tua, sakit, menderita, bahkan mati. Tetapi karena dosa memasukinya, dan kematian adalah konsekuensinya, umat manusia akan mati. Yesus menangis karena hal itu menghancurkan hati-Nya.
Tetapi Dia berdiri disana, dikubur Lazarus, menyampaikan pesan yang penuh harapan ini: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati (Yoh. 11:25)”. Kematian bukanlah akhir. Dan kebangkitan Yesus Kristus telah membuktikan hal itu. Jika kita telah meletakkan iman di dalam Kristus, maka Paskah menandakan jika kita akan hidup selamanya di hadirat Allah. Dan Paskah membawa harapan bagi orang yang telah hancur hatinya oleh kematian. Tuhan Yesus memberkati kita.
(AP20042022)
Pokok Doa:
- Doakan pelayanan Ibadah Doa hari Rabu secara hybrid, menyenangkan hati Tuhan dan menguatkan jemaat;
- Doakan bidang pariwisata di Indonesia diberikan kemajuan sehingga menolong masyarakat sekitarnya;
- Doakan persiapan pelayanan Kebaktian Paskah Anak yang dilayani BPD DKI Jaya Banten tgl 23 April 2022.
Pokok Doa Cabang SEBETUNG, Kalimantan Barat
- Doakan pelayanan dan kesehatanGembala Sidang: Pdm. Darto Eran dan keluarga;
- Doakan kesehatan dan kesetiaan jemaat dalam beribadah dan melayani;
- Persiapan Penahbisan Gembala Sidang Pdm. Darto Eran menjadi Pendeta Pengantar Injil.
