“Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: “Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?”Ada yang berkata: “Benar, dialah ini.” Ada pula yang berkata: “Bukan, tetapi ia serupa dengan dia.” Orang itu sendiri berkata: “Benar, akulah itu.” Kata mereka kepadanya: “Bagaimana matamu menjadi melek?” Jawabnya: “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat. ” Lalu mereka berkata kepadanya: “Di manakah Dia?” Jawabnya: “Aku tidak tahu.” ”
(Yoh. 9:8-12)
Tidak bisa dipungkiri, sesuatu yang baru atau yang berbeda dari biasanya, pasti akan membuat banyak orang heran dan bertanya-tanya. Tidak jarang sesuatu yang baru tersebut akan menimbulkan perbantahan baik itu yang sifatnya negatif maupun positif. Fakta menarik sebagai contoh adalah sikap dan gaya presiden Jokowi dalam memimpin Indonesia. Ia pribadi yang rendah hati, merakyat, dan dalam mengambil keputusan-keputusan kadang dianggap nyeleneh oleh lawan polotiknya dan bahkan kita semua masyarakat Indonesia; namun berkat kepiawaian beliau Indonesia sekarang telah mengalami kemajuan dan diperhitungkan oleh dunia.
Ketika Tuhan Yesus ke Nazaret dan mengajar dengan perkataan yang penuh hikmat, orang-orang bertanya dengan keheranan, “Bukankah Ia ini anak Yusuf?” Juga ketika si buta sejak lahir dan menjadi pengemis bisa melihat, maka orang-orang pun bertanya dengan heran, “Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?” Tanda tanya mereka memang sungguh masuk akal, sebab biasanya mereka melihat yang bersangkutan dalam kondisi buta tanpa harapan, dengan tangan yang terulur ke depan mengharapkan pemberian orang lain. Sekarang mereka melihatnya dalam keadaan bisa melihat dan berjalan-jalan normal.
Menarik untuk memperhatikan respon dari si buta sejak lahir itu. Dia tidak berlama-lama membiarkan mereka dalam perbantahan satu dengan yang lainnya. Dengan tegas dia menjawab, “Benar, ini aku.” Tetapi, jawabannya ini justru menimbulkan pertanyaan lanjutan, dimana orang-orang bertanya tentang siapa yang telah menyembuhkannya itu. Tanpa ragu dia pun menjawab bahwa Yesuslah yang menyembuhkannya. Sedikitpun tidak ada usaha untuk menutupi kebaikan Yesus terhadapnya dari orang-orang Yahudi. Bahkan bagaimana cara Yesus membuatnya menjadi melek pun dia ceritakan dengan gamblang. Dia pasti tahu hari dimana dia disembuhkan adalah hari Sabat. Dan dia juga tahu bahwa tindakan Tuhan Yesus di hari Sabat akan menimbulkan pertanyaan besar bagi orang Yahudi. Dengan demikian, Yesus akan terancam kalau identitasnya sebagai pembuat mujizat di hari Sabat dibeberkan. Bukan hanya Yesus, tetapi dirinya pun akan terseret dalam “kasus” ini. Tetapi, sukacita yang ada di dalam hatinya tidak sanggup membendung mulutnya untuk menyaksikan tentang Yesus dan kebaikan-Nya terhadap dia. Dan dengan cara demikian, ia (si buta) telah menjadi saksi bagi lingkungannya.
Tentu kita sudah mengalami banyak kebaikan dari Tuhan, mulai dari jaminan keselamatan jiwa kita sampai kepada hal-hal materi dan jasmani. Tidak ada alasan bagi kita untuk menutupi siapa yang telah memberi jaminan keselamatan dan berkat-berkat itu. Kita harus sampaikan dengan kepada semua orang “Sebab Tuhan Yesus Baik” karena telah menjamin keselamatan dan berkat-berkat kepada kita. Selamat bersaksi tentang kebaikan Tuhan Yesus Kristus. Tuhan memberkati.
(AP23032022)
Pokok Doa:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam menangani berita – berita hoaks, agar rakyat Indonesia mendapatkan informasi yang baik dan benar;
- Doakan Jemaat GBIK yang tidak bisa mengikuti kegiatan gereja baik online maupun onsite karena keterbatasan sarana dan prasarana, biar Imannya tetap terpelihara bertumbuh dan tetap setia dalam Tuhan;
- Doakan Ibadah Doa Rabu dapat berjalan dengan baik, Firman Tuhan dapat menjadi berkat untuk para jemaat yang hadir baik di gereja atau pun via zoom.
Pokok Doa Cabang MARGA MULYA, Bengkayang, Kalimantan Barat:
- Doakan kesehatan dan pelayanan Gembala Sidang: Pdm. Bima Iryanto serta keluarga;
- Bersyukur untuk jemaat yang masih setia dalam beribadah;
- Doakan agar pelayanan di Sindu semakin membaik;
