“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.”
(Rm. 12: 21)
Kekristenan bukanlah sekedar sebagai suatu system pemikiran dan pedoman dalam hidup bersama sebagai insan ilahi, insan pribadi dan insan masyarakat. Kekristenan lebih dari sekedar hal tersebut, juga sebagai tatanan hidup praktis yang dapat langsung diterapkan dalam tata kehidupan sehari-hari, dengan maksud agar tercipta kondisi yang aman, nyaman, tentram, saling menghargai perbedaan yang ada serta saling menolong dalam kondisi apapun juga.
Roma 12 merupakan salah satu perikop dalam Perjanjian Baru yang menekankan tuntunan praktis bagaimana hidup yang benar di lingkungan masyarakat. Di antara tuntunan praktis tersebut ada beberapa hal yang jika dicermati secara manusia, membuat kita bertanya-tanya: “kok begitu ya pengajaran Tuhan.” Ada beberapa orang mengatakan beberapa ayat itu kontroversial, artinya sulit untuk diterima secara akal pikiran manusia. Namun karena itu firman Tuhan mau tidak mau, sebagai umat-Nya kita harus menaati dan memraktekkannya dalam keseharian kita.
Ayat-ayat yang disebut beberapa orang kontroversial itu adalah:
- Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk. (Rm. 12: 14)
- Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang. (Rm. 12: 17).
- Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. (Rm. 12: 19).
- Tetapi jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian, kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. (Rm. 12: 20).
- Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Rm. 12: 21).
Sebagai firman Allah, sebagai tuntunan dalam kehidupan orang percaya dalam masyarakat, kita harus memercayainya sebagai perintah Tuhan yang harus kita laksanakan. Secara manusia hal itu sulit dimengerti, namun jika kita melihatnya sebagai suatu firman Tuhan, maka yakinlah ada hal istimewa di balik pengajaran-pengajaran itu. Allah menghendaki agar sebagai umat-Nya kita menunjukkan jati diri sebagai anak Tuhan yang benar. Anak Tuhan yang benar adalah “Kristen” artinya Kristus-kristus kecil, yang bersikap dan berperilaku seperti Kristus. Setelah kita mampu melaksanakan hal-hal tersebut di atas, pastikan damai sejahtera kita rasakan. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI21032022)
Pokok Doa:
- Doakan pertumbuhan rohani jemaat GBIK menjadi anak Allah yang menyenangkan hati Tuhan melalui kegiatan Gereja (Ibadah Minggu, PBI, WBI, Sekolah Minggu, Ibadah Doa, Harmoni, Naomi, KMBI);
- Doakan keamanan bangsa Indonesia agar dijauhkan dari tindakan-tindakan kejahatan (kriminal, terorisme dll);
- Doakan kesehatan jemaat GBIK yang saat ini sedang terbaring dirumah sakit atau sedang rawat jalan agar Tuhan menjamah dan diberi kesembuhan lewat dokter menanganinya dan obat-obatan yang dikonsumsi.
Pokok Doa Cabang MARGA MULYA, Bengkayang, Kalimantan Barat:
- Doakan rencana pembangunan tempat parkir gereja bulan September 2022;
- Kelas Persiapan Baptisan yang sudah dimulai bulan Februari ini dengan 6 calon baptisan;
- Jemaat-jemaat yang berada di luar kota: (Ibu Rika, Sdri. Ria, Sdri. Erna), dan yang bekerja di luar Negeri sebagai TKI: (Sdr. Lius, Ibu Yuliana) agar tetap setia beribadah.
