“Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Aku ini, jangan takut!””
(Yoh. 6:20)
Menjadi orang Kristen bukan berarti hidupnya tidak pernah mengalami masalah dan pergumulan (Yoh. 6:16-19). Namun bagi orang Kristen yang benar-benar hidup di dalam Tuhan harusnya memiliki keyakinan bahwa tidak ada sesuatu yang sukar, gagal, tidak terlaksana jika segala rencana kita serahkan kepada Allah dalam doa dan permohonan (Flp. 4:6). Karena ada Allah yang menyertai kita, maka kita tidak perlu takut gagal, takut ada perubahan-perubahan yang terjadi, takut kehilangan sesuatu, takut tertinggal dalam kemajuan zaman, dan bahkan takut mati.
Perhatikan Injil Yohanes 6:12-21! Setelah Tuhan Yesus memberi makan orang banyak itu, Dia menyuruh para murid-Nya pergi dengan naik perahu untuk beristirahat karena telah selesai melayani banyak orang, dan Iapun harus pergi meninggalkan banyak orang untuk berdoa. Kira-kira pukul tiga pagi, Tuhan Yesus datang kepada para murid-Nya dengan berjalan di atas air. Sebab Ia tahu bahwa murid-murid-Nya sedang dalam masalah dan sangat memerlukan Dia. Karena kapanpun murid-murid-Nya memerlukan-Nya, Ia selalu siap sedia, datang tepat waktu. Tuhan Yesus meninggalkan waktu doa-Nya dengan semua masalah yang Ia hadapi (Yoh. 6:15) untuk menemui murid-murid-Nya yang sedang memerlukan-Nya. Dan inilah mujizat tersebut, yang kelihatannya tidak memiliki makna dan tujuan rohani sampai kita melihatnya lebih dekat. Yang pertama, hal itu merupakan tanggapan secara alami dari Pribadi Yesus Kristus akan kebutuhan manusia. Ini juga merupakan suatu kesempatan lain untuk mengajar para murid-Nya, karena ketika mereka menghadapi masalah, mereka sering kehilangan keberanian dan iman. Namun supaya para murid-Nya tetap teguh dan beriman, Ia datang untuk meyakinkan mereka kembali. Tidak lama lagi badai penganiayaan yang lebih mengerikan daripada badai di laut akan muncul menghadang mereka. Para murid Tuhan Yesus itu harus yakin bahwa Tuhan Yesus mampu menolong mereka dalam menghadapi setiap tantangan.
Renungkanlah kata-kata, “Aku ini, jangan takut!” Yang dikatakan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya tentu saja ditujukan kepada mereka pada saat mereka ada di tengah-tengah danau, dengan bahaya tenggelam memenuhi pikiran mereka, Yesus datang dan memberikan perasaan damai kepada mereka. Kehadiran Tuhan Yesus selalu membawa kedamaian dan ketenangan. Kata-kata yang sama juga diberikan kepada kita jika menghadapi persoalan dalam hidup ini, yaitu “Jangan takut sebab Aku menyertaimu!”.
Jadi saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, apapun yang terjadi dalam hidup kita, carilah Tuhan melalui doa dan firman-Nya. Jangan biarkan pikiran kita kosong supaya segala hal yang jahat tidak menguasai kita. Jangan takut dan kuatir karena itu sama saja kita meragukan kuasa Allah. Kuatir dan takut akan membunuh kita dengan berbagai penyakit. Kita tidak boleh menganggap rasa takut itu biasa. Ia pembunuh. Hentikan langkahnya, sebelum ia menghentikan langkah kita. Usirlah rasa takut itu dengan iman dan kesanggupan Allah dan firman-Nya yang memenuhi hati kita. Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(AP23022022)
Pokok Doa:
- Doakan kegiatan ibadah doa rabu hari ini secara hybrid baik onsite dan online jemaat dapat hadir untuk saling mendoakan, menguatkan dan terberkati oleh Firman Tuhan;
- Doakan untuk pemerintah dari presiden, wakil presiden, para menteri dan pemimpin lembaga hingga satuan terkecil, ketua RT dan perangkatnya diberikan hikmat Tuhan dalam memerintah negeri;
- Doakan untuk kegiatan pekerjaan, belajar dan mengajar serta pelayanan yang diharuskan secara online ataupun onsite dan online secara bersamaan, setiap orang yang terlibat diberikan hikmat serta kekuatan dari Tuhan untuk dapat berjalan dengan baik dan membuahkan hasil yang baik.
Pokok Doa Cabang ALFA OMEGA, Gamhoku, Tobelo, Halmahera Utara:
- Doakan pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang & keluarga Pdm. Noviko Polii serta bersyukur untuk pengukuhan Pdm. Noviko Polii pada tanggal 12 Desember 2021;
- Bersyukur untuk pembaptisan 3 anggota baru pada hari Minggu 12 Desember 2021;
- Doakan kesehatan, kesehatian dan kesatuan jemaat.
