“Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Sebab Ia melepaskan aku dari segala kesesakan, dan mataku memandangi musuhku”
(Mazmur 54:4, 9)
Mazmur 54 ini ditulis oleh Daud ketika penduduk Zif, yaitu orang-orang Yehuda yang menghianati Daud, berusaha menyerahkan Daud kepada Raja Saul dengan cara memberitahukan Saul di mana Daud berada dan bagaimana cara menangkapnya. Rencana itu mereka lakukan dua kali (1 Samuel 23:19 dan 26:1).
Dalam 1 Samuel 26, kita membaca orang Zif kembali memberitahu Saul bahwa Daud sedang bersembunyi di bukit Hakhila. Lalu Saul membawa tiga ribu orang tentaranya yang terpilih dari orang Israel untuk menangkap Daud di padang gurun Zif. Pada waktu malam Daud bersama Abisai mendekati perkemahan Saul dan melihat Saul sedang tidur dikelilingi oleh tentaranya yang dipimpin oleh Abner. Saul tidur dengan tombaknya tertancap di samping kepalanya. Abisai berkata kepada Daud: “Pada hari ini Allah telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, oleh sebab itu izinkanlah kiranya aku menancapkan dia ke tanah dengan tombak ini, dengan satu tikaman saja, tidak usah dia kutancapkan dua kali” (ayat 8). Tetapi Daud tidak mau membunuh Saul. Daud hanya mengambil tombak Saul serta kendi yang ada dekat kepala Saul. Peristiwa itu berlangsung tanpa seorang pun dari 3000 orang pengikut Saul terbangun karena Tuhan membuat mereka tidur nyenyak (ayat 12).
Sekembalinya Daud ke tempat persembunyiannya, ia berdiri di puncak gunung dan memberi tahu Saul bahwa kalau dia mau membunuhnya, dia sudah melakukannya tadi malam. Daud memperlihatkan tombak Saul serta kendi yang telah dia ambil waktu Saul dan seluruh tentaranya tertidur. Peristiwa itu membuat Saul sadar dan merasa berdosa. Ia memanggil Daud sebagai anaknya (memang Daud adalah menantu Saul) untuk pulang. Tetapi Daud menolak dan hanya mengembalikan tombak serta kendi milik Saul. Daud berkata kepada Saul: “TUHAN akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang, sebab TUHAN menyerahkan engkau pada hari ini ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah orang yang diurapi TUHAN. Dan sesungguhnya, seperti nyawamu pada hari ini berharga di mataku, demikianlah hendaknya nyawaku berharga di mata TUHAN, dan hendaknya Ia melepaskan aku dari segala kesusahan” (ayat 23, 24).
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, hal yang dilakukan Daud terhadap Saul memberi pelajaran yang sangat penting bagi kita yang percaya kepada Tuhan. Daud mempunyai kesempatan emas untuk membinasakan Saul yang terus menerus ingin menangkap dan membunuhnya. Tetapi Daud tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Dia hanya bersandar kepada Tuhan. Daud sangat percaya bahwa Allah adalah penolongnya. Kita dapat melihat hal itu dalam seluruh Mazmur yang ditulis Daud. Sekurang-kurangnya 11 kali Daud berkata bahwa Allah adalah penolongku / kita. Mari perhatikan beberapa di antaranya.
“Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong” (Mazmur 10:14).
“Dengarlah, TUHAN, dan kasihanilah aku, TUHAN, jadilah penolongku! Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita”, (Mazmur 30:11, 12).
“Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya” (Mazmur 33:20,21).
“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” (Mazmur 42:5)
Saudara yang dikasihi Tuhan, mari percaya dan datang kepada Allah di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Dialah penolong kita yang setia. Dia tidak pernah meninggalkan kita.
(JET18022022)
Pokok Doa:
- Doakan orang yang sakit baik ringan ataupun berat sehingga tidak dapat beraktivitas dapat dipulihkan dan disembuhkan dan dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala;
- Para penginjil baik para misionaris, para pendeta, para diakon, para panitia dan jemaat terkhusus di GBIK dapat mengkabarkan Firman Tuhan dengan baik dan banyak jiwa yang dimenangkan;
- Doakan untuk keamanan NKRI, baik diperkotaan hingga pelosok negeri tetap aman terkendali dan tidak mudah terprovokasi, setiap aparatur yang ada dari TNI-POLRI hingga swadaya masyarakat diberikan hikmat dari Tuhan;
- Doakan kegiatan ibadah doa fajar esok hari, jemaat dapat hadir untuk saling mendoakan, menguatkan dan terberkati oleh Firman Tuhan.
Pokok Doa Cabang MARGA MULYA, Bengkayang, Kalimantan Barat:
- Doakan rencana pembangunan tempat parkir gereja bulan September 2022;
- Doakan Kelas Persiapan Baptisan mulai Februari dengan 6 calon baptisan;
- DDoakan jemaat-jemaat yang berada di luar kota: Ibu Rika, Sdri. Ria, Sdri. Erna dan yang bekerja di luar Negeri sebagai TKI : (Sdr. Lius, Ibu Yuliana) spy tetap setia beribadah.
