“Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem, dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” (Mat. 2:1-2)
Sebagai salah satu renungan terakhir dalam masa raya Natal sebelum kita beralih ke suasana Tahun Baru 2022, penulis memberi judul renungan SRHI ini “Orang Bijak Tetap Mencari Yesus”. Renungan ini didasarkan pada Injil Matius 2:1-12 yaitu tentang Orang Majus yang datang mencari dan menyembah Tuhan Yesus.
Ada beberapa pertanyaan yang sangat menarik apabila kita berbicara tentang orang Majus. Siapa mereka? Dari negeri mana mereka berasal? Bagaimana mereka bisa yakin bahwa yang lahir itu adalah seorang raja orang Yahudi hanya dengan melihat bintang?
Kebanyakan penafsair Alkitab berpendapat bahwa orang Majus adalah orang-orang pintar dalam hal perbintangan/astrologi. Mereka datang dari Timur yaitu Babil atau Persia. Bagaimana mereka bisa yakin bahwa ketika mereka melihat bintang, mereka merasa pasti bahwa ada seorang raja orang Yahudi yang lahir? Ada pendapat yang menghubungkan peristiwa pembuangan orang Israel pada zaman raja Nebukadnezar. Pada saat pemerintahan Raja Nebukadnezar di Babil, dia mengadakan 3 kali penyerangan ke Israel yaitu tahun 605 Sebelum Masehi (SM), 597 SM dan tahun 586 SM. Dalam ketiga invasi ini Raja Nebukadnezar membawa orang-orang Yahudi sebagai tawanan. Kemudian pada saat Raja Koresh memerintah Persia dia mengeluarkan surat perintah mengijinkan orang Israel kembali ke negeri mereka (tahun 538 SM). Pada tahun 520-515 SM terjadilah pemulangan besar-besaran orang Israel kembali ke Yehuda dipimpin oleh Zerubabel dan Imam Besar Yesua. Walaupun demikian masih ada orang orang Israel yang sudah mapan hidupnya, tetap tinggal di Babil. Mereka tetap percaya dan beribadah kepada Allah. Mereka juga tetap percaya dan belajar firman Tuhan – Perjanjian Lama.
Dalam Perjanjian Lama yaitu Kitab Bilangan 24:17 ada Nubuat tentang Mesias sebagai berikut: “Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set”. Atas dasar nubuat inilah orang orang Majus yang ahli perbintangan itu, ketika mereka melihat bintang, mereka yakin bahwa Raja Orang Yahudi itu sudah lahir dan mereka pergi mencari-Nya untuk menyembah Dia. Mereka tidak mencari anak Kaisar Agustus walaupun Kaisar Agustus memerintah hampir seluruh dunia. Mereka juga tidak mencari anak raja Herodes walaupun dia adalah pemegang pemerintahan Negeri Yehuda. Orang-orang Majus atau orang-orang cendekiawan/ bijak ini pergi mencari Raja Orang Yahudi yang baru lahir itu. Mereka sudah melihat bintang-Nya di Timur (Matius 2:2). Demikian pula orang-orang Majus ini taat kepada perintah malaikat yang disampaikan kepada mereka melalui mimpi agar jangan kembali kepada raja Herodes.
Kalau kita membaca Perjanjian Baru, walaupun Yesus telah datang, tetapi orang-orang masih bertanya-tanya tentang Yesus. “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Raja Herodes yang merasa bersalah telah membunuh Yohanes Pembaptis secara tidak adil, juga berpendapat bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang telah bangkit kembali. Pada masa kini, agama tetangga kita berkata bahwa Yesus adalah seorang nabi tetapi bukan Anak Allah. Orang-orang Yahudi berpendapat bahwa Yesus bukan Mesias yang mereka nantikan. Itu sebabnya walaupun Imam-imam Kepala dan Ahli-ahli Torat tahu di mana Mesias akan lahir, mereka tidak pergi untuk menyembah Dia. Ada juga yang berpendapat bahwa Yesus dalah seorang filosof yang sinis, seorang pengkhotbah yang menawan, sorang penyembuh yang karismatik, seorang sosialis yang revolusioner, dan masih banyak lagi pendapat lainnya. Ada orang yang masih terus mencari dan menantikan Mesias.
Adalah tugas kita semua yang sudah mengenal dan memiliki Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, untuk memberitahukan kepada mereka bahwa Yesus sudah datang: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14). Mari kita menjadi seperti bintang yang terbit kembali, menuntun orang-orang bijak yang mencari Yesus agar mereka bertemu dengan Yesus lalu percaya kepada-Nya dan menyembah Dia.
(JET31122021)
Pokok Doa:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam mengendalikan suasana pergantian tahun 2021 menuju Tahun 2022 spy tetap dalam keadaan aman, lalu lintas tertib, tempat hiburan dan titik kumpul masyarakat dapat menjalankan prokes dengan baik;
- Doakan GBIK dalam Ibadah Minggu tanggal 2-1-2022 dapat berjalan sesuai rencana dalam rangka Pelantikan Kepanitiaan Organisasi 2022. Ketua Kepanitiaan dan Anggotanya menddapat hikmat dari Tuhan untuk melayani dengan hati tulus dan komitmen pada panggilan pelayananya;
- Doakan Jemaat GBIK dalam menyambut Tahun Baru 2022 tetap optimis, bergantung penuh kepada Tuhan dalam segala perjuangan dan pergumulan keluarga.
