“Kata Maria: “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” (Luk. 1: 38)
Berdasar SRHI kemarin Senin 20 Desember 2021, melalui keputusan Maria yang diucapkan menanggapi berita yang disampaikan malaikat Gabriel kepadanya, memberi pembelajaran kepada kita, bahwa hidup di dunia ini memerlukan komunikasi yang baik dengan Tuhan dan ketulusan hati dalam melaksanakan tugas, pekerjaan, pelayanan yang Tuhan atau orang lain percayakan kepada kita.
Pada bagian kedua pembahasan mengenai nats tersebut di atas, kita melihat beberapa hal yang tidak kalah pentingnya dalam hidup ini, yaitu :
- Dari ucapan tersebut, kita bisa melihat bahwa Maria adalah seorang yang taat perintah Tuhan. Ketaatan adalah bentuk nyata dari keyakinan, karena itulah maka dengan penuh keyakinan Maria taat untuk menjalani hidup seperti yang difirmankan Tuhan melalui Gabriel. Memang Maria sedikit bertanya tentang keberadaannya yang masih perawan tidak mungkin akan mengandung. Namun, lagi-lagi karena kepercayaannya, ia mau taat kepada Sabda Tuhan sekalipun logika pikirnya tidak bisa menerima. Memang terkadang firman Tuhan tidak dapat dilogikakan, terkadang sulit untuk dimengerti, tetapi percayalah kepada-Nya, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Luk. 1: 37).
- Dari ucapan tersebut, kita bisa melihat bahwa Maria siap menanggung resiko dari setiap keputusan yang diambilnya. Keputusan adalah suatu kesimpulan yang diambil setelah mempertimbangkan masak-masak tentang sesuatu hal yang menjadi permasalahan hidupnya. Untung dan rugi dari keputusan yang diambil telah dipertimbangkan, maka apapun yang terjadi selayaknya konskwen dengan keputusan tersebut. Maria telah melakukan hal itu. Karena ia telah mengambil keputusan seperti dalam nats SRHI ini, ia siap menanggung semua resiko akibat keputusannya. Ia siap dihina orang karena kehamilannya, ia siap tidak bersetubuh dengan Yusuf setelah menikah sampai bayi Yesus lahir (Mat. 1: 25), dan banyak penderitaan hidup lainnya akibat keputusannya tersebut.
Istimewa pelajaran dari keputusan perawan Maria ini. Mampukah kita tetap taat akan firman-Nya manakala hati dan pikiran kita menolak? Beranikah kita menanggung segala konkswensi dari keputusan yang kita ambil sekalipun banyak mengalami kesulitan karena keputusan tersebut? Kalau Maria mampu dan berani, kenapa kita tidak? Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI21122021)
Pokok Doa:
- Doakan GBIK dalam program Penginjilan biar di tengah tengah Pandemi tetap berjalan sesuai rencana banyak jiwa jiwa baru di menangkan untuk Tuhan tercukupi kebutuhan operasional;
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam kalaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk swasta untuk dapat mewujudkan cita cita Indonesia Maju;
- Doakan Jemaat GBIK tetap setia kepada Tuhan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Jemaat di beri kemampuan hidup seturut KehendakNya dan takut akan Tuhan dapat menjadi terang dan garam di mana Tuhan tempatkan.
