“Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Jangnlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah di negeri itu sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati janji yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.”“ (Kej. 26: 2-3)
Perkataan manusia tidak mempunyai kuasa untuk mengubah situasi dunia pada umumnya, tetapi sepatah kata dari firman Tuhan mampu mengubah apapun yang dikehendaki-Nya. Dalam pelayanannya menghadap Firaun, Musa dengan kuasa dari Tuhan mampu mengubah situasi di mana Firaun yang keras kepada, luluh membiarkan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir melalui mujizat-mujizat yang terjadi (Kel. 5-12).
Pada waktu musim kelaparan di negeri yang ditempatinya, Ishak bersama keluarganya mengungsi ke wilayah Gerar yaitu suatu wilayah di daerah Filistin sebelah selatan dari Gaza. Ishak berkehendak akan mengungsi ke Mesir, tetapi Tuhan melarangnya dengan jelas seperti tertulis dalam Kej. 26: 1-3). Dalam ayat-ayat itu Tuhan melarang Ishak mengajak keluarganya ke Mesir, dan meminta untuk menetap di mana sekarang berada (Gerar). Tuhan berjanji akan menyertai dan memberkati Ishak dan keluarganya serta seluruh negeri itu akan diberikan kepadanya dan keturunannya.
Keluarga Ishak adalah keluarga yang berhasil meraih keberhasilan di masa kelaparan, masa yang sulit. Mengapa? Karena dia disertai dan diberkati Tuhan. Secara perhitungan logika, sulit mereka untuk menjadi berhasil dan memiliki harta kekayaan yang melimpah di saat paceklik, namun tercatat dalam sejarah dia malahan semakin kaya bahkan sangat kaya. “Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati Tuhan. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.” Kej. 26: 12-13). Apa rahasianya?
- Ishak menaruh hidupnya di bawah otoritas Tuhan. Ishak taat, tunduk kepada perintah-Nya, karena ia mengakui otoritas Tuhan dalam hidupnya. Ia diperintahkan untuk tinggal di wilayah yang sedang didiami dan tidak diperbolehkan pergi ke Mesir. “Jadi tinggallah Ishak di Gerar.” (Kej. 26: 6).
- Ishak bertindak dengan iman. Di Gerar Ishak melihat tanahnya tidak subur, sehingga sulit untuk menanam apapun untuk hidupnya, tetapi karena perintah Tuhan, ia tinggal di Gerar, lalu mulai menabur di tanah yang kurang subur itu. Puji Tuhan, Ia memberkatinya dengan hasil seratus kali lipat.(Kej. 26: 12-13).
Ishak membuktikan karena taat dan karena beriman, hidupnya berhasil. Kita pun dapat menjadi pribadi yang berhasil dalam hidup ini, dalam melayani Tuhan, jika kita taat kepada perintah-Nya dan hidup beriman, tidak semata-mata mengandalkan pikiran kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI16112021)
Pokok Doa:
- Mari Mendoakan pelayanan Panitia upacara Gereja bekerja sama dengan Panitia Natal agar dapat mengatur dan mengadakan acara Natal GBIK baik melalui Virtual maupun onsite, sehingga jemaat dapat menikmati Arti Natal tahun ini;
- Mari mendoakan jemaat yang sedang sakit ataupun tertimpa masalah rumahtangga, ekonomi dan pendidikan;
- Mari Mendoakan pemerintah yang menjalankan amanat pengabdian bagi kesejahteraan masyarakat NKRI diberi kesehatan dan hikmat Tuhan.
