“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Nya. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.“ (Mzm. 119:9-11)
Dalam pekan pemuda GBIK yang sudah berlalu masih sangat terasa dalam benak kita bahwa mereka adalah kaum muda-mudi GBIK yang penuh talenta dan semangat yang luar biasa. Mereka tidak memandang latar belakang, pendidikan, suku, dan lain sebagainya. Yang mereka lakukan dan tunjukkan kepada kita semua adalah bahwa mereka siap melayani Tuhan dalam setiap kegiatan gereja baik yang terlihat maupun yang di belakang layar. Ini adalah modal untuk suatu perkembangan dan kemajuan gereja. Itu sebabnya mari kita sebagai orang tua, arahkan anak-anak kita untuk tidak menjauhi persekutuan dan pelayanan yang ada serta bagi kaum muda sendiri, mari kuasai diri dan sadarlah siapa diri kalian sekarang ini (Khotbah: Sdri. Psika A Dwangkoro)!
Mengapa kita semua, khususnya anak muda perlu menguasa diri dan menyadari siapa diri kita sebenarnya? Tidak dipungkiri lagi kalau “anak muda” adalah orang yang sangat sulit mengendalikan diri dan emosinya. Namun demikian, walaupun sulit untuk dikendalikan bukan berarti anak muda tidak dapat dikendalikan. Walaupun kadang-kadang anak muda adalah tempat ejekan karena hawa nafsunya yang susah untuk dikendalikan tetapi rasul Paulus menasihatkan Timotius anak rohaninya untuk dapat menguasai diri walaupun ia masih sangat muda (1 Tim. 4:12).
Penguasan diri yang bagaimana yang diminta rasul Paulus untuk dilakukan oleh Timotius walaupun ia masih muda?
- Tidak Rendah Diri (Minder). Sikap rendah diri adalah bukti dari orang yang tidak dapat menguasai diri dan lupa siapakah diri kita sekarang ini. Seseorang yang dapat menguasai diri dan tahu sejatinya dirinya itu tidak akan rendah diri dihadapan siapa saja. Rendah diri ini tidak berhubungan dengan usia seseorang tetapi berhubungan dengan penerimaan dan penguasaan diri orang tersebut terhadap dirinya sendiri. Harus diakui juga, kadang-kadang orang yang masih muda dipandang sebelah mata oleh orang yang lebih tua atau dewasa, tetapi bagi Paulus hal tersebut tidak menjadikan Timotius minder atau rendah diri.
- Dapat Menjadi Teladan. Permintaan rasul Paulus kepada Timotius dan kepada kita semua muda dan dewasa tentunya adalah sesuatu yang sangat berat. Firman Tuhan dalam Mazmur 119:9-11 memberikan sesuatu yang indah untuk dilakukan oleh kita semua dan kaum muda khususnya jika ingin menjadi teladan bagi orang-orang percaya lainnya, yaitu:
“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Nya. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” memberikan sesuatu yang indah untuk dilakukan oleh kaum muda khususnya jika ingin menjadi teladan bagi orang-orang percaya lainnya.
Jadi jika kita semua orang Kristen (baik kaum muda dan dewasa) tahu siapa diri kita sesungguhnya maka kita bisa mengendalikan diri dan menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan Yesus memberkati.
(AP03112021)
Pokok Doa:
- Doakan agar Sekolah, Perguruan Tinggi Kristen dan STT, khususnya STT Baptis menjadi tempat dimana anak-anak bertumbuh secara rohani dan pengetahuan serta diperlengkapi menjadi berkat bagi masyarakat;
- Doakan kelestarian sumber daya alam dan binatang yang dilindungi di Indonesia. Kiranya bangsa Indonesia dijauhkan dari pihak tidak bertanggung jawab yang merusak alam;
- Doakan pelayanan pemberitaan Injil kepada suku-suku pedalaman di Indonesia. Kiranya komunitas-komunitas pelayanan anak di Indonesia dapat menjadi berkat, memberitakan Injil dan menjadi perpanjangan tangan Tuhan.
