SRHI 21 JUL 21 – KERJAKANLAH APA YANG ANDA MIMPIKAN!

“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi””
(Kej. 1:26)

Dalam mencapai keberhasil pasti berawal dari mimpi. Mimpi yang dimaksudkan disini bukanlah mimpi kembang tidur tetapi mimpi yang dalam arti memiliki sesuatu dalam pikiran sebelum diwujudnyatakan misalnya angan-angan, cita-cita, dan kerinduan untuk memiliki sesuatu yang kadangkala akal sehat sulit untuk memahaminya. Mimpi berarti berpikir seperti Allah berpikir. Coba Anda luangkan sejenak melihat tanaman di luar, melihat matahari sambil berjemur atau berolahraga, ikan-ikan, burung-burung, dan segala sesuatu di alam semesta ini! Secara gamblang ini adalah wujud dari mimpi dan buah pikiran Allah seperti kata Alkitab: “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi”” (Kej. 1:26)

Kita patut bersyukur kepada Allah, oleh karena Dia kita bisa menikmati segala yang ada Namun sekarang ini yang harus kita pikirkan lebih dalam lagi adalah jadilah kita manusia yang bukan hanya menjadi penikmat berkat Allah tetapi manusia yang mampu mengembangkan kemampuan-kemampuannya dalam bermimpi, berpikir, mencita-citakan hal-hal yang hebat untuk Tuhan dan sesamanya. Dengan demikian kita sedang mengembangkan kesegambarannya dengan Allah sesuai dengan maksud dan tujuan Allah menciptakan manusia, yaitu Allah memberikan kuasa kepada manusia untuk menaklukkan alam semesta ini demi kesejahteraannya.

Mari kita renungkan beberapa contoh hal-hal hebat yang dapat kita nikmati, yang dikerjakan manusia, yang berawal dari mimpi, angan-angan, dan apa yang ada pada pikirannya, misalnya: Listrik, telepon (HP), pesawat terbang, kapal, kereta api, obat-obatan (termasuk vaksin Covid-19), dan sebagainya adalah bukti penguasaan manusia atas alam semesta yang membuat hidup lebih mudah dan menyenangkan. Mari anak-anak Tuhan, jangan batasi mimpi Anda meskipun rencana itu realistik. Bermimpilah setinggi langit, selebar samudera, bahkan seakan tidak masuk akal seperti yang Anda kehendaki sebab itu juga yang Allah kehendaki dalam diri kita “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Flp. 4:6). Dan juga harus kita Ingat bahwa keinginan, kerinduan, dan mimpi adalah masalah pribadi antara kita dengan Allah “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya” (Ams. 16:9).

Jadi Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Segala sesuatu termasuk keberhasilan kita Tuhanlah yang menentukan, tetapi segala keberhasilan kita itu tidak akan pernah kita raih tanpa mimpi dan kerja keras, maka ayo selagi kita masih ada kesempatan, kerjakan segala sesuatu yang kita mimpikan dengan kerja keras, selebihnya yang tidak bisa kita kerjakan biar dikerjakan Allah kita, Tuhan Yesus Kristus.  Tuhan Yesus memberkati.
(AP21072021)

Pokok Doa:

  1. Doakan kegiatan ibadah doa rabu hari ini, jemaat dapat hadir untuk saling mendoakan, menguatkan dan terberkati oleh Firman Tuhan;
  2. Doakan untuk pemerintah dari presiden, wakil presiden, para menteri dan pemimpin lembaga hingga satuan terkecil diberikan hikmat Tuhan dalam memerintah negeri;
  3. Doakan untuk aparatur negara yang mengatur PPKM dapat bekerja dengan baik dengan hikmat Tuhan;
  4. Doakan untuk para panitia dapat mengoptimalisasikan anggaran yang ada dan menjalankan program kegitan dengan baik;
  5. Doakan untuk masyarakat terkhusus jemaat yang berduka akibat ditinggalkan sanak saudara yang terkasih di masa pandemi ini, diberikan penghiburan dan kekuatan;
  6. Doakan untuk rencana setiap pernikahan Pdm. Eko Mugi Kristianto & Sdri. Twenty, Sdr. Chrsitarevy Renaputra Hosfiar & Sdri. Pricillia Johani Sakti, Sdr. Theograha Rakyan & Sdr. Nyoman Sudanti, Sdr. Bimo Iryanto & Sdri. Ega;