“Aku mengasihi kamu, “firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” Bukankah Esau itu kakak Yakub?” demikianlah firman TUHAN.” Namun Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungan menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun.”
(Mal. 1:2-3)
Berkat dorongan nabi Hagai dan Zakharia rombongan pertama bani Yehuda yang pulang dari Babel pada tahun 516 SM berhasil menyelesaikan pekerjaan pembangunan Bait Allah. Dibawah pimipinan Ezra, rombongan kedua bani Yehuda yang berjumlah ribuan orang tiba dan bersatu dengan saudara lainnya sehingga mereka menjadi satu komunitas yang solid. Kemudian dibawah pimpinan Nehemia rombongan ketiga sampai dan berhasil membangun tembok kota sehingga mereka makin kokoh dari segi pertahanan menghadapi serangan musuh. Dalam situasi demikian, kerinduan untuk kedatangan kerajaan Mesias makin pekat dalam hati mereka. Setelah menunggu dari tahun ke tahun, nubuatan tentang Mesias tidak menjadi kenyataan, maka mulailah mereka meragukan janji Allah sehingga ibadah dan persembahan korban berubah menjadi serba serimonial saja. Dalam situasi demikian, muncul nabi Maleakhi menegur dosa mereka dan mengumunkan kasih Allah dan mengimbau bani Yehuda membenah diri sebagai orang yang akan menerima janji Allah.
Dan tentunya kebenaran firman Tuhan ini juga menjadi pelajaran berharga bagi diri kita semua sebagai umat Allah masa kini. Oleh karena itu marilah kita perhatikan pembahasan Kitab Maleakhi berikut ini!
- Siapa yang dikasihi Allah (Mal. 1:1-3)? Allah berkata kepada mereka, “Aku pernah mengasihi kamu”, tetapi mereka sebaliknya bertanya, “Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” Kalimat ini sama seperti seorang anak yang menyatakan ketidakpuasan terhadap orang tua yang telah melahirkan mereka. Allah menjawab ketidakpuasan mereka dengan mengatakan, “Bukankah Esau itu kakak Yakub?” demikianlah firman TUHAN. “Namun Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun.” Orang-orang yang kembali dari Babel itu melupakan berkat Allah. Dalam rangka menyadarkan kasih Allah terhadap mereka, maka Allah menggunakan contoh masalah tentang Yakub dan Esau. Allah memilih mengasihi Yakub bukan karena perbuatan dan kebaikannya tetapi berdasarkan pada otoritas Allah. Memang benar, sekarang kita telah menerima kasih Allah, hidup di bawah anugerah-Nya semua karena otoritas Allah dan tidak ada unsur sedikitpun hasil perbuatan kita.
- Perkara apa yang dapat melecehkan nama Allah (Mal. 1:6-8)? Perkara yang melecehkan Allah adalah korban persembahan yang disampaikan bani Yehuda cacat matanya, timpang kakinya dan sakit. Bagaimana dengan kita? Apakah kita selalu memelihara ibadah khususnya di hari Minggu? Apakah yang kita persembahkan berdasarkan roh dan kebenaran? Apakah kita jujur di hadapan Allah? Coba bandingkan ibadah pada zaman Maleakhi dan sekarang!
- Perkataan apa yang menyusahkan hati Allah (Mal. 2:17)? Mereka mengatakan, “Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN” dan mereka juga mengatakan. “Allah yang adil itu dimana?” Dengan perkataan-perkataan demikian, mereka menyusahkan hati Allah. Perkataan ini adalah kalimat yang melecehkan keadilan dan otoritas firman Allah. Hendaklah kita ingat, perkataan yang tidak percaya bisa menyusahkan hati Allah.
- Janji berkat bagi persembahan dan persepuluhan (Mal. 3:10-12). Sekarang kita berada di bawah anugerah, tidak ada lagi perbudakan hukum Taurat. Sebab itu kita perlu meninggalkan kesan, seolah-olah kalau mempersembahkan, akan diberkati, jka tidak, maka tidak diberkati. Semua yang kita miliki berasal dari Allah dan kita bisa memberi persembahan itu karena kesempatan yang Allah berikan kepada kita. Sebab itu, seyogianya kita memberi persembahan persepuluhan bukan karena terpaksa tetapi dengan hati bersyukur sebab persembahan yang demikian barulah persembahan yang benar dan diperkenan Allah.
- Bagaimana dengan orang yang takut pada Allah (Mal. 4:2-3)? Bagi mereka akan muncul surya kebenaran, kuasa yang menyembuhkan. Mereka akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. Kalimat ini menunjukkan surya kebenaran adalah orang dalam Kristus akan mendapat keselamatan yang mendatangkan kebebasan dan pemeliharaan. Yesus mengatakan, “Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu (Yoh. 8:32); “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka (Yoh. 8:36); “Sebab Tuhan itu adalah Roh, dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan (1 Kor. 3:17); “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari dosa dan hukum maut. Sebab itu orang yang percaya akan menjalankan kemerdekaan rohani tersebut dengan baik” (Rm. 8:1-2).
Kiranya kita senantiasa tidak menyakiti hati Tuhan sebab kita semua telah dikasihi Allah. Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(AP01062021)
Pokok Doa:
- Mari dukung pelaksanaan Doa Berantai selama tanggal 1-30 Juni. Kiranya melalui program ini jemaat semakin dekat dengan Tuhan, dan setia sesuai panggilnya masing-masing;
- Mari kita doakan setiap kepanitiaan gereja dapat berpartisipasi dalam doa berantai dan terus dimampukan Tuhan mengerjakan tugas pelayanannya;
- Mari kita dukung Pemerintah kita untuk terus memberikan vaksin kepada masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan untuk Vaksin;
- Pokok doa anggota kelompok.

SHALOM UTK SEMUA
KASIH&BENCI BERTOLAKKAN SEPERTI TA ADA KATA2 YANG LAIN.DALAM AURA SAYA SAAT INI MUNCUL KOSA KATA FIRMANNYA
AYAT BANDINGAN : YOH 14:21 BARANGSIAPA….DIA.MENGASIHI AKU .
LUK 14:26..MEMBENCI …..TIDAK DAPAT MENJADI MURIDKU.
KATA MENGASIHI & MEMBENCI KONTRAS
PATUHI PERINTAH DIA = MENGASIHI
PATUHI MANUSIA = TIDAK MENGASIHI