SRHI 6 MEI 21 – UPAH DARI KESETIAAN

“Karena itu, janglah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan datang menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.”
(1 Kor. 4:5)

Kita sering memerhatikan dan memuja orang-orang yang terkenal dan sukses. Namun terkadang kita membaca tentang orang biasa yang terkenal, tetapi di hormati karena pelayanannya yang setia. Bisa jadi ia seorang penjaga sekolah, pelayan kantin, tukang, kasir toko yang telah melayani orang lain dengan cara yang dapat diandalkan dan penuh tanggungjawab. Hasil yang dicapai dipengaruhi bagaimana kita melaksanakan apa yang dipercayakan. Jika kita mengerjakan dengan rasa tanggungjawab maka akan menuai hasil yang baik, dan jika kita mengerjakan segala sesuatu dengan sekedarnya maka hasil yang diperolehnyapun juga dapat dikatakan sekedarnya.

Sikap dapat dipercaya seperti ini sering luput dari perhatian banyak orang. Kita yakin itu adalah gambaran mengenai bagaimana seharusnya kita hidup. Meskipun kesetiaan bukan sesuatu yang mudah terlihat, tetapi sebuah kesetiaan sangatlah dipandang penting manusia apalagi oleh Allah, oleh karena itu maka perhatikanlah firman Tuhan dalam 1 Korintus 4:1-5, 14-20 supaya itu menjadi bagian dan karakter setiap kita orang Kristen.

  1. Kerjakanlah yang dipercayakan Allah itu dengan setia (1 Kor. 4:1-2). Rasul Paulus memandang bahwa menjadi hamba Kristus adalah sebuah anugerah yang besar sebab menjadi orang yang diberi kepercayaan rahasia Illahi. Dengan demikian menjadi hamba Kristus berarti harus mengerjakan kepercayaan yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Pernyataan Rasul Paulus sebagai “Hamba Kristus” menunjukkan kesetiaan terhadap Allah yang memanggilnya sebab pekerjaan seorang hamba adalah mengerjakan apa yang diperintahkan tuannya dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Seorang hamba yang baik akan selalu setia dan tidak akan pernah mengecewakan tuannya. Dan setiap orang yang percaya Kristus disebut hamba-hamba Kristus, yang berarti bahwa setiap orang percaya harus mengerjakan tugas yang dipercayakan Tuhan Yesus Kristus kepada kita sesuai karunia rohani masing-masing.
  2. Allah member upah dari kesetiaan (1 Kor. 4:5). Janji Allah kepada umat-Nya yang setia Dia akan “menerangi”, Tuhan akan selalu menyertai sehinggakita dapat melihat jalan yang terlihat seperti sudah tidak ada jalan keluar. Dan Dia juga “memperlihatkan” apa yang dirancangkan dalam hati-Nya. Tuhan selalu peduli dengan apa yang direncanakan hamba-hamba-Nya dengan menunjukkan atau menjadikan nyata apa yang sedang dipikirkan oleh setiap orang percaya. Allah menyediakan upah dari setiap hal yang dikerjakan dengan penuh kesetiaan. Jadi disini dapat kita pahami bahwa jika kita hidup dengan penuh kesetiaan kepada Kristus, Allah telah berjanji untuk memberikan ganjaran kepada kita pada waktu yang telah ditetapkan-Nya.
  3. Allah mengakui kesetiaan kita. Tuhan Yesus member perumpamaan yang jelas mengenai seorang hamba yang setia dan mengakuinya. “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu”. (Mat. 25:23). Ketika kita sudah setia namun tidak diakui orang lain, maka Tuhan berkata: “Aku mengakuimu”. Ketika kita mulai menyerah, Tuhan berkata: “Aku akan menolongmu”.

Jadi Saudaraku di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Entah pelayanan kita diketahui banyak orang atau tidak, kita memiliki tanggung jawab yang sama yaitu setia. Ingat jerih lelah kita dalam Tuhan tidak akan pernah sia-sia, ketika apa yang kita lakukan dengan kesetiaan tidak diperhitungkan oleh manusia, Allah kita akan memperhitungkannya. Pertanyaannya adalah maukah kita tetap setia seperti Allah kita yang setia kepada kita dengan janji-Nya?  Tuhan Yesus memberkati.
(AP06052021)

Pokok Doa:

  1. Langkah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro selama tanggal 4-17 Mei 2021 di 30 provinsi kiranya dapat terlaksana dengan baik dan dipatuhi masyarakat;
  2. Upaya dan kebijakan Pemerintah mengatasi temuan varian corona yang baru kiranya dapat berhasil;
  3. Persiapan Doa Berantai GBIK yang akan dilaksanakan selama Bulan Juni. Kiranya jemaat rindu saling menguatkan dan mendukung dalam doa.