“Siapakah diantara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesame manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?.(Lukas 10 : 36)
Terdapat tiga orang dengan latarbelakang yang berbeda dalam cerita orang Samaria yang murah hati. Pertama adalah seorang imam yang merupakan pemimpin peribadatan orang Yahudi dan hidup berdasarkan Hukum Allah. Secara umum kita pasti dapat menyimpulkan bahwa imam merupakan seorang yang memiliki kepribadian baik, termasuk kasih. Kedua yaitu seorang Lewi yang merupakan pengerja di Bait Allah. Pengertian seorang Lewi tidak jauh berbeda dengan imam karena ia merupakan seorang yang notabene mengerti Hukum Allah dan merupakan umat pilihan Allah untuk bekerja didalam BaitNya. Ketiga adalah orang Samaria. Orang Samaria merupakan orang yang berasal dari Israel bagian utara, mereka termasuk Yahudi namun tidak sepenuhnya Yahudi karena telah melakukan perkawinan campur dengan Non – Yahudi. Dan itulah dasar dari orang Yahudi yang tidak mau menganggap orang Samaria sebagai Yahudi karena telah melakukan perkawinan campur. Hal ini menjadi cikal bakal permusuhan antara Yahudi dengan Samaria dari perspektif Yahudi.
Dalam kisah yang diceritakan oleh Tuhan Yesus terdapat seorang yang dirampas habis serta dipukul sampai hampir mati (Luk.10:30). Orang pertama yang melihat orang sekarat itu adalah seorang imam, namun imam tersebut tidak mengindahkannnya dan melewatinya begitu saja. Begitu juga dengan seorang Lewi yang hanya melewati orang sekarat tersebut. Orang ketiga yaitu orang Samaria, seorang yang bermusuhan dengan orang Yahudi. Apa yang kita harapkan dari seorang musuh? Kasih dan pertolongan? Nampak sulit dan mustahil, namun disini kita diperlihatkan oleh sebuah fakta bahwa orang Samaria mau untuk mengesampingkan egonya demi mengasihi musuhnya.
Kisah ini memberi pengertian bagi orang percaya bahwa kasih tidak boleh kalah dengan ego diri, bahkan dalam bagian Alkitab yang lain disebutkan kita harus mengalahkan kejahatan dengan kebaikan (Rm.12:21). Jika orang percaya dapat melakukan hal tersebut maka orang percaya dapat disebut sebagai sesama manusia (Luk.10:28, 37) dan orang yang mendapat hidup kekal (Luk.10:25-27).
Pembelajaran yang kita dapatkan dari orang Samaria yang murah hati ini adalah bahwa orang percaya harus mengasihi semua orang termasuk orang yang tidak kita sukai. Orang Samaria yang murah hati ini mengajarkan kita bahwa kita tidak boleh pilih-pilih dalam mengasihi dan tidak hanya mengasihi orang yang mengasihi kita saja.
Salah satu karakter sorgawi adalah kasih, maka milikilah itu untuk persiapan kita dalam kehidupan kekal di sorga.
Tuhan Yesus memberkati
(FRD14112023)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi pendidikan anak-anak dari jemaat kita, dari tingkat sekolah dasar sampai dengan universitas, Tuhan Yesus senantiasa menyertai dalam proses belajar, agar anak-anak dapat terus semangat mengejar cita-cita mereka
; - Berdoa bagi kebutuhan air bersih di beberapa daerah di Indonesia yang kekurangan air bersih, mengucap syukur saat ini di beberapa wilayah Indonesia sudah turun hujan;
- Berdoa bagi situasi politik di negara kita menjelang Pemilu yang memulai memanas, mohon penyertaan Tuhan agar kondisi bangsa kita dijauhkan dari segala cara yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan.
Pokok Doa Cabang MARGA MULYA, Monterado, Kalimantan Barat
- Doakan Rencana pelaksanaan baptisan di Bulan Desember
- Doakan Rencana pelaksanaan Perjamuan Tuhan, (Setahun 4 x)
- Doakan Proses renovasi/pembangunan gereja: meninggikan kamar pastori karena sering bajir, rencana membangun tempat parkir yang memadai, rencana penggatian atap seng gereja (18 th seng sdh banyak rusak)
