4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (Yesaya 53:4-5)
Peter Walker dalam bukunya In The Steps of Jesus mengungkapkan, bahwa penyaliban merupakan bentuk hukuman yang digunakan oleh pemerintahan Romawi untuk dua golongan atau kelas masyarakat yang paling rendah yaitu budak dan penjahat, khususnya orang-orang yang memberontak terhadap pemerintahan Romawi. Penyaliban yang diterapkan merupakan salah satu bentuk eksekusi hukuman mati pada saat itu. Efek penyaliban yang diharapkan bukanlah kematian itu sendiri, melainkan penderitaan saat menjelang kematian. Sedangkan Sonny Eli Zaluchu, dalam bukunya “Penderitaan Kristus sebagai Wujud Solidaritas Allah Kepada Manusia,” menyatakan bahwa salib sebagai bentuk hukuman mati perlahan-lahan yang sangat menyiksa membawa dampak secara fisik pada terhukumnya.
Jika kita melihat fakta di atas mengenai salib, secara logika, tidak ada manusia yang mau di salibkan sekalipun itu sebagai bentuk hukuman atas kesalahan mereka. Namun ketika kita melihat nubuatan nabi Yesaya mengenai Yesus dalam Yesaya 53:4-5, Yesus yang adalah hamba Tuhan yang dengan setia menyelesaikan tugas yang dipercayakan kepada-Nya melalui penderitaan salib. Yesus disalibkan bukan karena kesalahan atau dosa yang Dia lakukan, bukan juga karena tindakan-Nya yang memberontak kerajaan Romawi saat itu yang sedang berkuasa. Penderitaan yang dialami Yesus, bahkan Dia diremukkan adalah karena Dia menanggung kesakitan kita. Hukuman atas segala dosa dan kejahatan kita, ditimpakan kepada-Nya.
Karena kasih-Nya kepada kita, maka Dia harus menderita sedemikian rupa, bahkan mati disalib. Supaya kita, manusia yang berdosa ini, memperoleh anugerah keselamatan dan dengan bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.
Mari, kita mengingat dan memaknai dengan benar pengorbanan Yesus yang sedemikian menakjubkan sehingga kita tahu bagaimana cara kita membalas-Nya. Bukan sekedar dengan materi, namun dengan segala hidup kita yang sudah lunas dibayar oleh Yesus dengan darah suci-Nya yang tercurah bagi kita. Jangan lagi hidup dalam masa lalu kita, jangan lagi kompromi dengan dosa, dan jangan lagi mau tergoda oleh segala tipu muslihat iblis. Karena kasih-Nya kepada kita, Yesus sudah menderita dan mati, jadi serahkanlah seluruh hidup kita untuk memuliakan nama-Nya.
Amin
Tuhan Yesus memberkati
(NAK03042023)
Pokok Doa:
- Doakan Indonesia khusus Provinsi Papua Jayawijaya Wamena agar masyarakatnya tidak mudah di provokasi dan tetap rukun, dapat bekerja sama dengan TNI dan Polri serta Pemerintah Daerah dan dapat menciptakan keamanan dan ketertiban Umum;
- Doakan GBIK dalam rangka menyiapkan Acara Paskah dengan baik yang berkenan kepada Tuhan dan dapat menguatkan serta membangun pertumbuhan Rohani Jemaat akan pengorbanan Yesus Kristus;
- Doakan Jemaat tetap setia dan bertanggung jawab atas Karunia Keselamatan yang sudah diterima melalui pengorbanan Yesus Kristus, tetap menjaga kekudusan hidup menjadi terang dan garam dimana Tuhan tempatkan.
Pokok Doa BPW Sumur Bandung -Way Jepara Lampung Timur
- Doakan Pelayanan Pdt.Yulius Eko Emanuel dan keluarga;
- Doakan Jemaat BPW Sumur Bandung;
- Doakan Kerinduan BPW Sumur Bandung mempunyai tempat ibadah yang layak;
