“Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”
(Yer.1:19)
Sebagai sebuah realita kehidupan terkadang manusia diperhadapkan dengan situasi ketidaknyamanan. Situasi ini dapat disebabkan oleh karena manusia melakukan sebuah kesalahan yang merugikan individu maupun kelompok. Sebagai sebuah contoh manusia melakukan kebohongan kepada individu maupun kelompok yang pada akhirnya akan menimbulkan sebuah situasi ketidaknyamanan diri sendiri maupun individu/kelompok lain. Namun ternyata sebuah situasi ketidaknyamanan tidak hanya terjadi jika sebuah kesalahan dilakukan, ada beberapa kasus ketidaknyamanan yang lahir dari sebuah tindakan kebenaran. Contoh nyatanya adalah nats yang kita baca sekarang ini. Yeremia yang masih seorang muda dan tak pandai bicara (Yer.1:6) diperintahkan oleh TUHAN untuk menyampaikan sebuah kebenaran kepada bangsa Israel karena mereka sudah menyimpang jauh dari TUHAN dan bahkan mereka sudah menukarkan Allahnya dengan allah lain yang bukan Allah (Yer.2:11). Oleh karena Israel merupakan sebuah bangsa yang tegar tengkuk/keras kepala maka teguran dari Yeremia merupakan sebuah hal yang tidak mengenakan dan mengusik mereka. TUHAN sendiri telah mengatakan kepada Yeremia bahwa ‘jika kebenaran disampaikan maka mereka tidak akan suka’ dalam Yer.1:19 dikatakan bahwa ‘mereka akan memerangi engkau’ . Dengan begitu maka situasi ketidaknyamanan pasti akan dialami oleh Yeremia dan ia tidak akan tenang. Namun TUHAN menambahkan sebuah kalimat yang sangat luarbiasa bahwa ‘mereka … tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN’.
Yang menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana respon Yeremia ketika ia mendengar perkataan tersebut? Apakah Yeremia akan tetap takut? Apakah Yeremia akan putus asa? Apakah Yeremia akan menjadi tawar hati? Apakah Yeremia akan mengurungkan niatnya taat akan perintah TUHAN? saya yakin bahwa respon Yeremia adalah respon positif, bisa dilihat dari Yer.2 dimana ia akhirnya menerima kelanjutan tugasnya sebagai pemberita kebenaran. Yeremia tau bahwa ia harus berhadapan dengan situasi yang tidak nyaman, namun Yeremia lebih tau bahwa didalam situasi tidak nyaman tersebut TUHAN selalu beserta. Yang menjadi poin renungan pada hari ini adalah bagaimana respon kita ketika kita mendengar bahwa Tuhan akan menyertai kita sampai akhir zaman (Mat.28:20), Ia tidak akan pernah meninggalkan kita (Ibr.13:5b) dan Ia akan selalu ada dipihak kita (Rom.8:31). Bagaimana respon kita? Kita harus merenungkan hal ini dengan sungguh agar kita dapat menyampaikan pesan Tuhan kepada sebanyak mungkin orang. Respon Nabi Yeremia dalam memandang Allah nya sebagai Sang Penolong membantu ia menjadi pribadi yang berani menyatakan kebenaran dan menjadikan ia pribadi yang mengandalkan Tuhan dalam laku kehidupannya. Jika kita ingin dipakai seperti Nabi Yeremia, responi ayat Alkitab yang sudah dituliskan diatas dengan respon yang sama seperti Yeremia agar kita dapat menjadi penyampai kebenaran bagi dunia ini. Dan percayalah bahwa janji Allah beserta akan dinyatakan bagi kita sekalian.
Tuhan Yesus memberkati
(YG09032023)
Pokok Doa:
- Berdoa untuk persiapan Pemilu 2024 supaya pemerintah bersama instansi terkait dan semua pihak yang ikut serta dalam penyelenggaraan pemilu ini dapat bekerjasama dengan baik sehingga mulai dari pendataan, penyediaan dan distribusi sarana maupun prasarana pemilu dapat terlaksana dengan baik dan lancar;
- Berdoa untuk keamanan negara menjelang Pemilu supaya tidak ada pihak-pihak yang akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat;
- Berdoa supaya anak-anak Tuhan dapat menjadi teladan di lingkungan sekitarnya masing2, baik tingkah laku, ucapan maupun tulisannya di media sosial supaya nama Tuhan Yesus dipermuliakan.
Pokok Doa BPW SUMUR BANDUNG, Lampung Timur
- Bersyukur untuk penyertaan Tuhan sepanjang Februari 2023;
- Bersyukur untuk Sekolah Minggu Dewasa yang kembali dilaksanakan;
- Bersyukur untuk Pelayanan Pemberkatan Pernikahan yang sudah di laksanakan;
- Bersyukur untuk simpatisan baru yang bergabung dalam Ibadah dari Non Kristen yaitu Sdr. Farel.
